Friday, January 8, 2010

Masalah Kekuasaan Dan Situasi Konflik

Salah satu faktor yang penting untuk memahami konflik adalah masalah kekuasaan. Peranan kuasa ini sangat besar didalam proses konflik. Dengan demikian untuk menganalisis suatu konflik, kita harus menganalisis:

a. Peran kuasa.
b. Struktur kekuasaan, asalnya, keseimbangannya.
c. Dinamika dan arah geraknya.

Menurut Duke, komponen inti dari teori-teori tentang konflik adalah “kuasa”. Menurut pengamatan sederhana sekalipun, kita dapat mengenali bahwa penyebab konflik yang sering muncul adalah masalah kekuasaan.

Besarnya kuasa seseorang tergantung kepada lingkungan tempat ia berada. Artinya kuasa itu tergantung kepada kontrol pemiliknya terhadap hal-hal yang diakui atau dibutuhkan orang. Sebaliknya, orang lain juga memiliki kuasa terhadapnya. Di sini ada suatu konsep yang dikenal dengan istilah “Power Currency”, yaitu penilaian atas suatu kuasa dan pengaruh daripadanya serta dampak praktisnya di dalam hidup sehari-hari. Besar power currency tergantung kepada jumlah hal yang diakui atau dibutuhkan.

Joyce Hocker dan William Wilmot memberikan daftar basis kuasa yang berbeda dari daftar tersebut diatas:

1. Keahlian
Keahlian mencakup pengetahuan yang khas, keterampilan, dan bakat yang berguna untuk pelaksanaan tugas tertentu. Contohnya, menjadi seorang ahli di dalam area tertentu seperti analisis anggaran atau keahlian di dalam pengaturan proses pengambilan keputusan, akan memberikan suatu kuasa tertentu pada orang tersebut.

2. Pengendalian atas sumber
Pengendalian atas sumber ini seringkali muncul seiring dengan kedudukan formal seseorang di dalam oraganisasi/kelompok. Contohnya: penguasaan atas penggunaan uang atau sarana akan memberikan suatu kuasa yang amat besar pada seseorang.

3. Mata rantai hubungan antar pribadi
Posisi seseorang di dalam hubugnan antar pribadi atau hubungan antar suatu kelompok dengan pribadi, atau antara suatu kelompok dengan kelompok lain akan memberikan suatu kuasa tertentu. Bila orang tersebut merupakan seorang petugas penghubung (liasson) di antara dua faksi, kekuasaannya menjadi cukup besar karena tanpa dia masing-masing faksi tidak mempunyai akses terhadap informasi yang ada pada faksi yang lain.

4. Kualitas pribadi
Daya tarik, kehangatan, kemampuan berbicara, atau status sosial, juga akan menentukan kualitas pribadi seseorang. Orang yang memiliki hal itu mendapatkan banyak kuasa karena orang lain senang berada di dekatnya, mempercayai, dan menikmati kehadirannya.

5. Keintiman
Kasih, cinta, seks, perhatian, dan kemampuan untuk membentuk ikatan perasaan merupakan hal-hal yang menyokong keintiman. Semua orang pada umumnya memiliki kebutuhan untuk terlihat bahwa ia mempunyai hubungan yang khusus dengan orang-orang lain. Bila seseorang dapat memberikan keakraban tertentu untuk beberapa orang penting, maka ia akan diakui memiliki kuasa yang besar.

Sumber Pustaka


Joyce Hocker and William Wilmot. Interpersonal Conflict. 2nd ed. rev., Dubuque, Iowa: Wm. C. Brown Publishers, 1985.

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons