Jumat, 27 Mei 2011

Perhatian Untuk Liberalisasi Perdagangan

Persiapan Indonesia menyambut perdagangan bebas yang dicanangkan WTO pada 2020 menggugah kesadaran para pengusaha di dalam negeri khususnya usaha kecil dan menengah untuk bisa ikut bersaing dengan produk-produk dari negara lain yang akan bebas keluar masuk suatu negara, dimana suatu negara akan bersaing dalam perdagangan secara global. Dalam liberalisasi perdagangan ini setiap negara memiliki pilihan bebas memproduksi dan menjual hasil produksinya ke negara lain, maka ini akan menjadi peluang untuk para pengusaha kecil dan menengah agar dapat mempersiapkan produk dan jasa apa yang dibutuhkan oleh suatu negara sebelum dapat mulai memproduksinya didalam negeri. 

Untuk para pengusaha kecil dan menengah dalam menghadapi perdagangan bebas perlu pembinaan dari badan yang berwenang dalam hal ini adalah departemen perdagangan dan perindustrian agar dapat mengembangkan usahanya dengan memproduksi produk yang dapat bersaing di pasar global sehingga diminati oleh para konsumen di negara lain. Seperti misalnya dengan diadakannya bimbingan tentang lingkup perdagangan bebas melalui kelurahan atau kecamatan melalui media informasi yang ada ditempat tersebut dan mungkin pula dapat diselenggarakan suatu pertemuan yang diadakan di RT atau RW, karena dengan cara demikian maka dapat menjangkau paling tidak para pengusaha yang berada di daerah-daerah pedalaman dan pedesaan.
Persaingan dalam perdagangan global akan memberikan banyak kesempatan bagi para tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang memang sedang dibutuhkan dalam suatu negara dan juga akan menjadi tantangan bagi para akademisi untuk dapat belajar budaya dari negara lain yang ikut masuk bersama perdagangan global tersebut. Paling tidak akan dapat memberikan wawasan baru tentang pengembangan teknologi dan inovasi-inovasi baru dalam bidang keilmuan, seperti misalnya dalam bidang transportasi (mobil, motor, dan mesin-mesin produksi) dan dalam bidang bisnis (customer service, jasa-jasa).

Dalam pengembangan suatu usaha selalu dilatarbelakangi oleh keterampilan yang memadai yang dapat diperoleh melalui pengembangan ide yang sama sekali baru dari inovasi dan penemuan fitur-fitur yang dapat memberikan manfaat bagi perdagangan tersebut, seperti penemuan dan pengembangan dalam bidang sains dan teknologi serta dalam bidang ekonomi. Melihat pada realitas yang ada dimana tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia masih didominasi oleh pekerja dengan latar belakang pendidikan untuk periode Februari 2010 dengan total 107.41 juta orang terdiri dari tingkat SD ke bawah sebanyak 55.31 juta orang, SMP sebanyak 20.30 juta orang, SMA sebanyak 15.63 juta orang, SMK sebanyak 8.34 juta orang, Diploma I/II/III sebanyak 2.89 juta orang, dan Universitas sebanyak 4.94 juta orang. Jika dibandingkan dengan total tahun Februari 2009 sebesar 104.49 juta orang, maka terdapat peningkatan jumlah orang yang bekerja menurut latar belakang pendidikan sebesar 2.92 juta orang yang bekerja dari semua tingkat pendidikan. Dan untuk pengangguran terbuka untuk periode Februari 2009 dan Februari 2010 terdapat penurunan sebesar 0.73 persen yang dimana penggangguran terbuka menurut latar belakang pendidikan untuk Februari 2009 dan 2010 adalah SD ke bawah sebesar 4.51% dan 3.71%, SMP sebesar 9.38% dan 7.55%, SMA sebesar 12.36% dan 11.90%, SMK sebesar 15.69% dan 13.81%, Diploma I/II/III sebesar 15.38% dan 15.71%, kemudian Universitas 12.94% dan 14.14%. (Sumber: BPS, 10 Mei 2010)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa tenaga kerja di Indonesia masih didominasi oleh tenaga kerja yang berasal dari lapangan kerja utama yang berlatar belakang pendidikan SD ke bawah dengan jumlah tenaga kerja sebesar 55.31 juta orang untuk Februari 2010, kemungkinan berasal dari sektor pertanian dan perdagangan yang pada periode Februari 2010 sebesar 42.83 juta orang dan 22.21 juta orang. Sehingga penyerapan tenaga kerja dikedua sektor tersebut menjadi terbuka bagi para tenaga kerja dengan keterampilan yang terbatas yang diukur dengan sektor lainnya tetapi mampu memperoleh pendapatan dengan bekerja pada sektor pertanian yang membutuhkan tenaga kerja banyak untuk sektor tersebut.Ini dapat dibuktikan dengan peningkatan para panen padi untuk Februari 2010 sebesar 65,2 juta ton dibandingkan dengan periode sebelumnya pada 2009 sebesar 64.4 juta ton dan pada 2008 sebesar 60.3 juta ton dengan jumlah peningkatan yang berasal dari Jawa sebesar 2.53 juta ton dan dari luar Jawa sebesar 1.54 juta ton. (Sumber: Data Strategis BPS)

Diharapkan dengan tingkat pendidikan yang memadai pada tingkat dimana tenaga kerja memiliki keterampilan dalam bidang-bidang yang strategis yang memiliki produktifitas dalam mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi seperti sektor pertanian, sektor industri dan sektor perdagangan, dimana masih didominasi dengan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SMA dan SMK sebesar 15.63 juta orang dan 8.34 juta orang pada Februari 2010. Dan dengan jumlah tenaga kerja yang masih didominasi oleh tingkat pendidikan SMA dan SMK maka sektor industri dapat ditingkatkan dengan penanaman modal asing melalui penanaman modal langsung dan modal berupa teknologi untuk mendukung produktifitas produk yang akan menjadi andalan pada sektor tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang diukut dengan PDB untuk semester I tahun 2010 sebeSar 5.9 dengan sumbangan sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 1.6 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 1.1 persen. Ini dapat pula dikatakan bahwa peningkat PDB untuk periode tersebut berasal dari dua sektor tersebut dimana pada sektor pengangkutan dan komunikasi meningkat dengan jumlah pengguna telepon seluler dan pengguna internet yang pada semester I tahun 2010 terhadap semester II tahun 2009 memberikan sumbangan PDB sebesar 4.6 persen dan untuk semester I tahun 2010 terhadap semester I tahun 2009 memberikan sumbangan sebesar 12.4 persen terhadap PDB yang sebesar 5.9 persen. (Sumber: Data Strategis BPS)

Terjadi peningkatan impor yang terbesar berasal dari negara Cina yaitu $ 3,769.5 juta (semester I tahun 2009) menjadi $ 6,048,1 juta (semester I tahun 2010) sementara impor yang berasal dari Amerika untuk periode yang sama adalah sebesar $ 4,836.0 juta dan $ 6,245.7 juta. Dengan demikian diharapkan terdapat peningkatan ekspor dari produk-produk dalam negari agar dapat bersaing dalam perdagangan global dimana terjadi penurunan ekspor pada Januari 2010 mencapai $ 11.57 miliar atau turun sebesar 13.29 persen dibandingkan dengan Desember 2009, tetapi dibandingkan dengan Januari 2009 mengalami peningkatan sebesar 5.99 persen.

Diharapkan ada perhatian pada sektor usaha kecil dan menengah untuk dapat didorong dengan kemudahan penyaluran kredit dan pembiayaan untuk usaha dalam sektor tersebut sehingga dapat menjadi pondasi penting bagi perekonomia disaat terjadi resesi pada sektor yang lebih besar seperti pada perusahaan industri dan usaha menengah dibidang makanan dan minuman. Dengan terus berkembangannya sektor UKM tersebut diharapkan dapat menahan laju PDB dari konsumsi rumah tangga, pada tahun 2009 sumbangan yang diberikan dari konsumsi rumah tangga terhadap PDB sebesar Rp 3,290.8 triliun rupiah dan pada semester I tahun 2010 sebesar Rp 1,756.7 triliun rupiah, sehingga peninggkatan tersebut dapat terus ditingkatkan apabila perhatian pemerintah pada sektor usaha kecil dan menengah dapat menjadi prioritas serta menjadi perhatian khusus agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di perkotaan dan khususnya pada tingkat pedesaan.

Sumber Pustaka

Data Strategis BPS, 10 Mei 2010
Foto from ehow dan library.wur.nl

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons