Wednesday, December 28, 2011

Korban Ditembak dari Jarak Dekat

JAKARTA – Korban tewas pada insiden berdarah di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12) kemungkinan besar karena ditembak dari jarak dekat. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap dua korban meninggal dunia, tidak ditemukan proyektil dalam tubuh mereka. Kesimpulan tersebut merupakan hasil autopsi yang dilakukan Mabes Polri. Namun, belum dipastikan apakah yang menembus tubuh korban peluru tajam atau karet. “Korban ditembak di bagian dada, tembus ke bagian belakang,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta kemarin. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunggu laporan dari kepolisian tentang insiden yang terjadi di Bima. Bila terbukti terjadi tindakan di luar standar operasional prosedur (SOP), aparat yang bersalah akan dikenakan sanksi. “Kita tahu bahwa kepolisian mempunyai SOP dalam melakukan tugasnya. 

Namun,kita juga harus melihat sebetulnya seperti apa yang terjadi di lapangan saat itu,” ucap Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengutip pernyataan Presiden SBY. Menurut mantan dosen Universitas Indonesia ini,Presiden juga telah meminta Kapolri untuk menghindari segala bentuk kekerasan atau kontak fisik saat membubarkan massa yang melakukan aksi demonstrasi. 

Perintah Presiden tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, bahkan beberapa saat setelah insiden di Bima terjadi. “Jadi itu yang telah diinstruksikan Presiden kepada Kapolri dan meminta segera koordinasi di polda setempat untuk melakukan pengusutan. Kalau memang aksi tersebut ada yang memprovokasi atau mendalangi, yang bersangkutan harus ditangkap dan diadili,”katanya. 

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo berjanji akan menindak tegas anggotanya jika terbukti melakukan pelanggaran hukum dalam kasus tersebut di samping terus melakukan proses hukum terhadap warga yang melanggar. Dalam pandangannya, kasus di Bima mengandung banyak unsur pelanggaran hukum. 

Selain membawa senjata tajam, pengunjuk rasa juga melakukan penutupan pelabuhan dan ini merupakan pelanggaran hukum. “Dalam undang- undang tentang penyampaian pendapat di muka umum sudah jelas diatur bahwa dilarang melakukan aksi unjuk rasa diaksesvitalsepertipelabuhan,” ujar perwira asal Jombang ini. Alumnus Akpol 1978 ini kemarin turun langsung ke Bima untuk mengajak warga setempat, baik yang menolak aktivitas tambang maupun tidak, untuk duduk bersama menyelesaikan masalah insiden di Pelabuhan Sape. 

Kedatangan Kapolri ke Bima didampingi Kabareskrim Komjen Polisi Sutarman dan beberapa petinggi Mabes Polri. Sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri dikirim untuk membantu Kapolda NTB menyelesaikan persoalan di Bima. “Polisi ada di Sape bukan untuk menyelesaikan persoalan pertambangan, melainkan menyelesaikan adanya pelanggaran hukum,” katanya di Bima,Nusa Tenggara Barat. 

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai perlu reformasi kepolisian untuk mengubah paradigma menyusul sering terjadi kasus kekerasan seperti di Bima. Dia mengingatkan bahwa polisi seharusnya berpegang pada slogannya yakni melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat,bukan malah melakukan kekerasan terhadap rakyat. “Kepolisian harus mengubah paradigma,jangan terkesan dipacu oleh pengusahapengusaha seperti itu,” katanya di Boyolali kemarin. 

Teliti Sembilan Pucuk Senjata

Dari hasil penelitian Mabes Polri, korban meninggal ditemukan di radius 900 meter dari pelabuhan Sape,tempat di mana insiden kerusuhan itu terjadi. Menurut Saud, saat kejadian di lokasi tertembaknya dua orang itu banyak sekali massa yang ricuh. Untuk memastikan oknum pelaku penembakan, Mabes Polri sudah menyita sembilan pucuk senjata anggota yang berjaga saat itu dan mencari tahu petugas yang menjaga pos di sekitaran lokasi. 

Pihaknya juga akan melihat rekaman yang beredar di media.“Kami akan lihat rekaman media untuk periksa anggota. Di situ tampak ada yang menendang dan sebagainya. Kami dalam hal ini profesional, transparan, dan siap diaudit dan kepada petugas yang salah akan diminta pertanggungjawaban,” papar Saud. Kemarin Polri memutar video versi polisi.Dalam video itu tampak para pengunjuk rasa membawa senjata tajam seperti parang dan tombak.Tampak pula pengunjuk rasa yang mengumpulkan batu. 

Setelah ada negosiasi antara polisi dan warga, beberapa menit kemudian di luar pelabuhan ada banyak massa yang langsung berhadapan dengan Brimob yang sudah siap dengan tameng dan kendaraan water canon. Namun, tak diperlihatkan adegan tembakan petugas. Terkait ada tudingan yang menyatakan Polri melanggar hak asasi manusia (HAM) dalam kasus ini, Saud mengaku menghormati semua pendapat dan kritik yang dilayangkan kepada institusinya. 

Namun, dia menandaskan bahwa Polri juga terus melakukan kroscek terhadap fakta yang terjadi di lapangan. Dia lantas menuturkan, tim pengawas internal sudah diambil keterangan dari Brimob 22 orang, Sabhara 18 orang,dan perwira pengendali lapangan sebanyak 2 orang. “Pada intinya ini semua akan dievaluasi oleh tim,”katanya. 

Dalam kesempatan itu,Saud kembali menegaskan bahwa korban tewas hanya dua orang, Arif Rahmad dan Syaiful. Keyakinan ini berdasar pencarian data korban ke pihak rumah sakit,polres,polsek,dan Dinas Kesehatan setempat. Jika ada pihak yang mengklaim bahwa korban tewas lebih dari dua, dia berharap yang bersangkutan melaporkannya ke Polri disertai bukti.“Hingga hari ini (kemarin),korban tewas masih dua orang,”ujar Saud. 

Hingga kemarin masih ada dua orang korban luka berat yang masih menjalani perawatan intensif di RS Mataram.Satu orang luka tembak di bagian kaki dan sudah dipasangi pen. Sebanyak delapan orang korban luka berat lainnya dirawat di RS Bima. Sementara 30 orang menjadi korban luka ringan dan kini menjalani rawat jalan di RS Bima. 

Seperti diberitakan sebelumnya, rangkaian aksi menolak kegiatan pertambangan emas oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) berakhir dengan tewasnya dua orang pendukung demonstran. Dalam pendudukan Pelabuhan Sape yang berakhir rusuh tersebut, 47 orang sudah diminta keterangan. Dari jumlah tersebut, sembilan orang di antaranya mendapat penangguhan penahanan dengan alasan masih tergolong anak-anak. 

Sementara itu,Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat,Fery Zulkarnaen menegakan bahwa tidak beralasan jika dirinya mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 188 Tahun 2010 tentang Pemberian Izin usaha pertambangan kepada PT Sumber Mineral Nusantara (SMN). “Selama ini perusahaan pertambangan itu tidak melakukan pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Minerba. 

Jadi kalau dicabut, kita yang akan berhadapan dengan hukum,” katanya di Bima. Ia menambahkan, ada tiga hal yang diatur dalam Undang- Undang Minerba yang bisa membatalkan atau mencabut izin kepada perusahaan tambang di antaranya perusahaan melakukan tindak pidana,perusahaan melanggar kewajibannya, dan perusahaan dinyatakan pailit. 

“Tapi selama ini ketiganya tidak dialami oleh perusahaan PT SMN yang memegang IUP itu. Kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya,”katanya. Ia kemudian menuturkan, saat ini yang dilakukan PT SMN masih dalam tahap eksplorasi. Ia berjanji jika proses eksplorasi ini selesai dan menginjak pada proses eksploitasi, akan melibatkan warga untuk membicarakan hal ini.

Ia mempersilakan kepada warga untuk menolak kegiatan pertambangan di Kecamatan Lambu jika merasa ada kejanggalan dalam penerbitan SK tersebut, untuk menempuh jalur hukum seperti gugatan di PTUN. Bupati juga mengaku tidak mengenal pemilik perusahaan tersebut.Tugas dia hanya melakukan penandatanganan SK setelah Dinas Pertambangan Energi Kabupaten Bima melakukan pengecekan. 

Bupati juga membantah jika selama proses sebelum penerbitan SK tersebut tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kita tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahkan dalam setiap kesempatan kita gunakan untuk melakukan sosialisasi,” ucapnya.  krisiandi sacawisastra/ rarasati syarief/ant 

Sumber: Korban Ditembak dari Jarak Dekat (Harian Seputar Indonesia, 28 December 2011)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons