Sabtu, 16 April 2011

Konflik: Hidup dan Matinya Manusia

Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri tentang kehidupan manusia yang selalu dihadapkan dengan perbedaan yang bisa timbul dari pemikiran, tindakan dan sikap sehingga terkadang perbedaan itu sering menjadi pemicu terciptanya konflik hingga permusuhan. Sebagai makhluk yang berakal, manusia hidup ditengah-tengah keragaman berpikir dan bertingkah laku diantara manusia yang lain, meskipun masing-masing memiliki cara hidup yang berlainan dan untuk dapat bertahan hidup manusia membentuk suatu komunitas maka manusia akan masuk dalam suatu kelompok yang akan menjadikan dirinya bagian dari kelompok tersebut hingga ia mati.

Manusia selalu dihadapkan dengan konflik, sepertinya itu akan melekat hingga ia mati. Pada jaman yang telah maju seperti sekarang ini dimana kebutuhan dan keinginan tidak terbatas meskipun institusi yang dibentuk untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia telah menjadi beragam. Akibat dari seringnya Konflik muncul kepermukaan hingga terkadang menjadi suatu pertikaian sengit, tetapi konflik juga manfaatkan untuk memotivasi orang agar dapat giat dan tekun dalam bekerja.

Konflik bisa berasal dari diri sendiri karena terjadinya pertentang antara dua ambisi yang sama-sama ingin terpenuhi sehingga menjadi suatu dilema untuk memilih diantara yang paling baik dari yang terbaik. Kemudia konflik juga muncul dari pergaulan sosial di lingkungan masyarakat, kali ini konflik antara diri sendiri terhadap orang lain. Konflik yang satu ini yang paling sering menjadi pertentangan hingga permusuhan hanya karena perbedaan pendapat dan pola pikir, tetapi dalam konflik ini biasanya masing pihak lebih memposisikan sebagai orang dewasa sehingga setiap pendapat dan ungkapan disalurkan dengan bijaksana. Konflik yang terakhir ini adalah konflik antara diri sendiri dengan kelompok dan konflik antara kelompok dengan kelompok yang lainnya. Dalam konflik ini siapapun akan lebih bersikap toleran dengan berbagai pandangan dan budaya yang telah melekat sebagai citra kelompok tersebut, maka seseorang yang mengalami konflik kepada kelompok akan semakin lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan. Dalam konflik kelompok dengan kelompok lain dapat ditinjau dari hubungan kerjasama usaha atau perebutan kekuasaan, maka konflik ini lebih menggunakan pendelegasian dengan perwakilan dari kelompok untuk berunding untuk menemukan kesepakatan yang bisa digunakan untuk bekerjasama dan saling pengertian.

Konflik itu nyata dan ketiadaan konflik maka kehidupan akan tidak berjalan dengan baik, dengan bersikap toleran dan terbuka pada pandangan orang lain tentang diri sendiri merupakan langkah awal membuka ruang dialog untuk meminimalkan konflik agar konflik dapat terkendali dan segalanya akan menjadi lebih baik.

____________________________
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons