Minggu, 12 Februari 2012

Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2009

Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki luas ± 1,904,570 km dengan mayoritas penduduknya bekerja di bidang pertanian dan industri dengan latar belakang pendidikan yang beragam, juga dengan pendapatan yang minimum, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut data strategis badan pusat statistik, banyaknya penduduk di Indonesia yang pada tahun 2007 sebanyak 225,640 juta orang, tahun 2008 sebanyak 228, 523 juta orang, tahun 2009 sebanyak 231,370 juta orang dengan tingkat kepadatan penduduk terbanyak di pulau jawa pada tahun 2007 sebesar 1,017 juta orang dan pada tahun 2008 sebesar 1,027 juta orang, kepadatan penduduk yang terbanyak tersebut berada di provinsi DKI Jakarta yaitu sebanyak 12,355 juta orang.

Peran pemerintah yang telah dilakukan adalah pembangunan ekonomi ditingkat mikro dan makro terasa masih kurang merata, mengingat kepadatan penduduk dari tahun ke tahun semakin bertambah sehingga jika pembangunan yang diimplementasikan tidak memiliki arah yang jelas pastilah tidak akan dapat mencapai tujuan secara maksimal. Pada sektor mikro dengan meningkatkan penawaran dan permintaan di pasar melalui produk-produk domestik untuk konsumsi rumah tangga, belum tentu dapat memberikan keadilan bagi masyarakat miskin, karena jumlah tingkat kemiskinan di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2007, 2008, dan 2009 masing-masing sebesar 37,17 juta orang, 34,96 juta orang, dan 32,53 juta orang. Jumlah tersebut telah menurun dari tahun ke tahun sejak 2007 hingga tahun 2009, namun kenyataan di lapangan berbeda dengan data tersebut, masih terjadinya kurang meratanya pendapatan dan tingkat pengangguranyang tinggi menjadi penyebab sulitnya masyarakat melakukan kegiatan ekonomi bagi dirinya sendiri dan bagi masa depannya. Pada sektor makro dengan meningkatkan ekspor untuk menghasilkan peningkatan PDB menjadi tidak maksimal, karena pada triwulan 1 tahun 2009 terjadi penurunan ekspor akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi di negara mitra bisnis Indonesia, seperti Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Uni Eropa, dan Cina akibat kondisi ekonomi di negara-negara tersebut sedang kurang stabil.

Pembangunan ekonomi melalui strategi kebijakan moneter dan fiskal mempunyai peran penting pula untuk menurunkan tingkat inflasi, misalnya pada November tahun 2008 sebesar 11,68% menjadi sebesar 2,41% pada bulan November 2009, meskipun hampir berjarak satu tahun (year-on-year), menurunnya inflasi tersebut mempengaruhi sektor rumah tangga dan perusahaan untuk pengambilan keputusan dimasa depan. Bagi rumah tangga, inflasi memberikan pengukuran untuk melakukan konsumsi dengan pendapatan saat ini yang relatif tetap, kemudian bagi perusahaan, inflasi menjadi landasan unutuk pengambilan keputusan pengeluaran belanja dan membuat kontrak kerja baru untuk memperoleh sumber daya yang  memberikan manfaat lebih besar untuk proses produksi dimasa mendatang.

Pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2008 sebesar 9,39 juta orang berkurang sebesar 331 ribu orang dibandingkan Februari 2008 sebesar 9,43 juta orang dan berkurang sebesar 717 ribu orang dibandingkan pada Agustus 2007 yaitu sebesar 10,01 juta orang. Pada Februari 2009 sebesar 9,26 juta orang atau mengalami penurunan sebesar 169 ribu orang (1,79%) dibandingkan keadaan Februari 2008 yang besarnya 9,43 juta orang. Naik turunnya jumlah pengangguran di Indonesia lebih diakibatkan pada pembangunan ekonomi dalam ketersediaannya lapangan pekerjaan yang tersedia bagi penggangguran, pasaran kerja di Indonesia semakin bersaing dengan semakin dibutuhkannya tenaga kerja terampil untuk mengimbangi penggunaan teknologi yang digunakan oleh perusahaan guna proses produksi barang dan jasa untuk kebutuhan ekspor dan konsumsi domestik. Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inflasi yang terkendali telah mendorong turunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. Meskipun demikian, kerja keras untuk terus menurunkan angka pengangguran dan jumah penduduk miskin masih diperlukan. Hal ini mengingat masih banyak permasalahan struktural yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia. 

Dari sisi permintaan, tulang punggung pertumbuhan ekonomi masih berasal dari konsumsi, naiknya pendapatan minimum regional meningkatkan konsumsi dan tabungan oleh rumah tangga. Tenaga kerja merupakan modal bagi bergeraknya pembangunan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang bekerja menurut sektor lapangan kerja yang paling dominan adalah sektor pertanian sebesar 43,03 juta orang dan sektor perdagangan sebesar 21,84 juta orang, ini berarti peningkatan permintaan akan barang dan jasa untuk kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari dapat tersedia dan konsumen akan menggunakan kelebihan pendapatannya untuk konsumsi marginal.

Pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2007 sebesar 6,2%, pada tahun 2008 sebesar 6,1%, dan pada tahun 2009 sebesar 4,4% pada triwulan 1. Indikasi terjadinya penurunan dari persentasi jumlah produksi barang dan jasa dari sembilan sektor formal menyatakan bahwa telah menurunkan pula pendapatan di sektor tersebut, ini lebih dikarenakan oleh belum stabilnya ekonomi dunia akibat perubahan struktur kebijakan ekonomi di negara maju dan berkembang dengan pengalokasian kembali sumber daya baru untuk proses produksi.  

Kita masih harus menghadapi kenyataan bahwa kenaikan demand menghasilkan tekanan yang cukup kuat pada inflasi dan neraca pembayaran. Jika tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup untuk mengurangi pengangguran, maka infrastruktur pendidikan harus bisa menjadi sarana alternatif yang tersedia untuk belajar dan memperoleh pengetahun agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang optimal supaya dapat membangun usaha sendiri.

Sumber Pustaka

Data Strategis Badan Pusat Statistik, Agustus 2009. 
Dr. Tulus T. H. Tambunan, Perekonomian Indonesia, Penerbit: Ghalia Indonesia, 2009.
Photo from rainbowgrp dan corbisimages
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons