Sunday, February 12, 2012

Rokok dan Merokok

Merokok bagi sebagian orang akan mengganggu kesehatan dan sebagian orang yang lain dianggap hal yang wajar, karena diseluruh dunia setiap orang mengetahui kebaikan dan keburukan dari merokok serta berbagai hal yang dilakukan untuk menyadarkan para perokok dengan kampanye anti rokok, iklan atau peraturan pemerintah hanya dianggap sebagai sosialisasi saja, dimana merokok dinilai kurang baik bagi orang-orang tertentu seperti seorang ibu yang sedang hamil atau pun orang yang memiliki penyakit yang dilarang untuk merokok karena dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Tetapi merokok juga sebagai gaya hidup dengan bermacam-macam rokok yang diproduksi diseluruh negara maju dan negara berkembang, juga produksi rokok ini turut menjadi pendorong perekonomian sehingga jika terdapat pro dan kontra tentang merokok hanya menjadi wacana saja dan meskipun setiap orang menyadari dampak merokok bagi kesehatan.

Rokok telah melegenda sejak abad ke-16, bahkan mungkin sebelum abad tersebut hingga saat ini setiap orang menikmati setiap hisapan rokok dengan cita rasa yang berbeda-beda tergantung pada jenis rokok yang dihisapnya. Di Indonesia para penggemar rokok memiliki cita rasa yang beragam pula karena berbagai merek rokok yang diproduksi dengan harga yang bervariasi pula telah membuat setiap orang memiliki pilihan untuk membeli rokok yang disesuaikan dengan pendapatan atau uang yang sengaja disisihkan untuk merokok.

Perokok juga banyak berasal dari berbagai usia dan tidak membatasi jenis kelamin si perokok, bisa wanita dan laki-laki, dan anak berusia belasan tahun pun sudah berani merokok. Merokok juga merupakan gaya hidup sehingga akan terus ada perokok dan merokok karena hal tersebut bukan pilihan tetapi gaya hidup dan ada pula merokok yang berasal dari pengaruh lingkungan karena sebagian besar orang tua dilingkungan sekitarnya banyak yang merokok sehingga memberikan pengaruh bagi anak muda dengan berbagai tingkat usia sudah mulai berani merokok, meskipun dibatasi oleh uang saku namun terkadang dari persahabatan mereka dapat menggunakan rokok temannya yang suatu saat nanti temannya juga dapat menggunakan rokoknya.

Kalau rokok ingin dikurangi agar tidak mengganggu orang lain yang tidak merokok alangkah lebih bijak dilakukan oleh pemerintah dengan menyediakan tempat merokok seperti yang sudah dilakukan selama ini karena dengan begitu para perokok juga akan sadar bahwa saat merokok harus terisolasi dari lingkungan umum. Kalau merokok akan dipidanakan atau dimasukkan dalam KUHP sepertinya tidak mungkin karena akan menimbulkan kontoversi dan akan mematikan usaha pengusaha rokok juga pedagang rokok. Sepertinya rokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup saja sehingga tidak perlu dilakukan penindakan melalui peraturan pemerintah karena itu tidak menjadi efek jera bagi perokok, tetapi dengan tersedianya tempat khusus untuk merokok itu akan menjadi lebih baik.

Sayangnya penyediaan tempat khusus merokok tersebut bagi perusahaan dan pemerintah akan mengeluarkan biaya tambahan untuk memberikan ruang khusus dengan pembangunan ruang baru di kantor-kantor dan fasilitas umum lainnya, namun ini lebih baik daripada harus mengeluarkan peraturan tentang larang merokok yang dinilai sangat kontroversial karena orang merokok bukan kejahatan, meskipun dianggap sebagai peristiwa konkrit (das sein) dan jika merokok didalam area yang dilarang merokok sehingga menyebabkan kebakaran maka si perokok yang akan dihukum.
____________________

Tulisan ini pernah dimuat di kompasiana

Image from corbisimages
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons