Sunday, February 12, 2012

Interupsi Untuk KKN (Kolusi Korupsi Nepotisme)

Wabah korupsi, kolusi dan nepotisme yang menggerus moral bangsa dan negara dalam tindakannya memanipulasi data dan fakta mengenai keadaan sebenarnya dalam konteks penyimpangan keadilan terhadap norma dan nilai yang telah dikodifikasi ke dalam Undang-Undang yang bersifat kovensional. Ketiga jenis wabah ini telah menempati ruang di pikiran masyarakat, sehingga tidak jarang pula tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat juga banyak meskipun tidak semua menyangkut korupsi. Korupsi masih dipandang oleh masyarakat sebagai kejahatan kerah putih yang berkonotasi dengan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang penting atau pejabat di birokrasi.

Di lingkungan masyarakat kolusi tidak begitu dianggap penting, sama dengan korupsi, kolusi juga dipandang sebagai kejahatan kerah putih dalam hal transaksi perebutan tender bisnis atau yang lebih ekstrim dari kolusi adalah usaha untuk melakukan tindakan yang sangat tidak terpuji, seperti penculikan dan pembunuhan. Ada kalanya pada kasus kolusi memang selalu melibatkan orang-orang penting karena dengan adanya keterlibatan orang-orang penting atau pejabat tinggi didalamnya maka aksi kolusi semakin tidak nampak ke permukaan, bahkan dikaburkan dengan tindakan pengalihan isu.

Nepotisme juga merupakan salah satu wabah yang kronis, terutama di dalam dunia bisnis. Nepotisme lebih berpihak pada orang-orang terdekat dalam arti lebih mengutamakan kroni dan keluarganya. Kasus nepotisme dalam dunia bisnis terutama didalam penerimaan pekerja baru, lebih sering terjadi, karena sulitnya untuk memasuki lapangan kerja dengan persaingan diantara pelamar lainnya dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Dalam perusahaan tindakan nepotisme dianggap merugikan karena seseorang yang memiliki hubungan dengan pegawai didalam suatu perusahaan tersebut bisa langsung bekerja tanpat harus mengajukan lamaran pekerjaan atau walaupun dengan membuat lamaran pekerjaan itu hanya sebagai alasan formalitas semata. Sedangkan dari sekian banyaknya pelamar pada bidang pekerjaan tersebut ada juga yang lebih memiliki kemampuan dan pengalaman yang jauh lebih baik tetapi justru diabaikan.

Lalu apakah korupsi, kolusi dan nepotisme sudah dapat dikurangi atau justru masih menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan kesejahteraan pribadi dengan cara-cara yang inkonstitusional atau sengaja untuk mendiskreditkan pihak lain dengan alasan yang tidak rasional. Dengan berbagai alasan untuk menghapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme maka semua tindakan itu akan menjadikan negara ini bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga berjalannya kehidupan berbangsa dan bernegara semakin baik dan pembangunan dapat terus berjalan.
___________

Tulisan ini pernah dimuat di kompasiana

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons