Minggu, 12 Februari 2012

Wacana Capres Independen: Realitas Dalam Fatamorgana Politis

Capres independen atau capres perseorangan hanyalah sebuah wacana, jika ingin memperbaiki tata politik untuk memperbaiki kinerja partai politik yang selama ini belum mampu menjadi motor penggerak aspirasi rakyat, kenapa harus ada wacana capres independen. Inikan seperti sedang mencari jarum di lautan, sedangkan yang sedang ingin diperbaiki adalah tata politik kepartaian atau bagaimana agar partai politik menjadi organisasi politik yang elegan dan dapat menjadi gerbong aspirasi rakyat di parlemen.

Jika capres independen dapat diwujudkan maka harus diperlukan aturan dan syarat yang tepat sehingga implementasinya nanti tidak menemukan kendala, karena jumlah orang yang ingin menjadi peserta pemilu pastinya akan banyak sekali dari tiap provinsi atau kabupaten atau kota. Lalu apa kriteria yang cocok untuk mengikuti pemilu bagi calon presiden independen? Ada banyak kriteria yang harus ditentukan, seperti misalnya tingkat pendidikan dan minimal jumlah pendukung calon independen tersebut juga harus ditentukan batasannya untuk dapat mengikuti pemilu, misalnya 10.000 orang pendukung yang sudah menjadi pendukung tetap dari calon independen tersebut.  Karena dari tiap calon independen nantinya bisa diseleksi lagi menurut 3 besar atau 5 besar tergantung bagaimana pelaksanaan nanti di aturan yang telah disepakati untuk calon independen di pemilu.

Calon independen dalam pemilu merupakan perseorangan yang mengajukan diri dalam pemilihan umum sebagai calon legislatif dan eksekutif, meskipun baru wacana sehingga masih harus terus dikaji dan didiskusikan didalam partai dan masyarakat. Maka menurut saya jika menjadikan wacana tersebut memiliki kritik dan masukan dari setiap masyarakat diharapkan dapat menghasilkan aturan dan prosedur yang jelas bagi calon independen tersebut karena ini terkait kehidupan berdemokrasi berbangsa dan bernegara. Tentunya wacana capres indepeden ini berkembang bukan hanya untuk menginisiatifkan setiap orang untuk menjadi calon peserta pada pemilu legislatif dan eksekutif tetapi justru wacana capres independen ini lebih bersifat profesional dan politis, karena capres independen nantinya akan menjadi efektif dengan hanya memilih dari beberapa calon independen yang memiliki suara mayoritas terpusat pada suatu daerah pemilihan tertentu dan itu pun akan diseleksi hingga hanya beberapa calon independen saja yang mengikuti pemilu.

Jika wacana calon independen ini hanya untuk mengaburkan 'politik pencitraan' maka seharusnya yang diteliti lebih dulu apakah politik pencitraan itu berkaitan dengan wacana capres independen tersebut, atau karena politik pencitraan itu tidak pernah mampu mendefinisikan dirinya sendiri dihadapan publik sedangkan pikiran dan aspirasi masyarakat berkembang terus dan faktanya politik pencitraan it hanya melelapkan motivasi padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan dari sumber daya di Indonesia, tetapi sebenarnya itu pun tidak pernah teralisasi. 

Tulisan ini pernah dimuat di kompasiana
______________
Image from corbisimages
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons