Kamis, 08 Maret 2012

Di Balik Kasus Bank Century

DARI sekian banyak kasus suap, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan semacamnya, kasus Bank Century kasus yang begitu alot, sulit, dan terkesan berbelit-belit. Akibatnya, dalam benak orang "kecil" pun, dana talangan atau bailout Bank Century bermasalah yang mencapai Rp 6,7 triliun itu mengundang berbagai kecurigaan. Bahkan, tak sedikit yang berspekulasi bahwa sederet pembesar negeri terlibat dalam kasus ini.

Apa yang telah mengkristal dalam benak banyak orang tentunya merugikan pemimpin (pemerintah) di negeri ini. Tidak hanya Wakil Presiden Boediono yang namanya kerap dikait-kaitkan dengan kasus Bank Century ini, ketika beliau menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia (BI), tetapi tak jarang ada "bisik-bisik" bahwa masalah Century juga disebu-sebut melibatkan orang nomor 1 di negeri ini.

Karena itu, apa yang dilakukan sebagian besar anggota DPR terhadap kasus yang mencuat tahun 2008 tersebut, yakni mendesak pemerintah, penegak hukum, terlebih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar secepatnya meningkatkan status hukum kasus Bank Century ke tahap penyidikan, sesungguhnya membantu pemerintah, agar semua jelas, supaya anggapan yang selama ini muncul bisa dipatahkan.

Sayangnya, penanganan kasus Century berjalan seperti keong, membuat tak sabar banyak orang, yang akhirnya menimbulkan kesan bahwa kasus ini memang sengaja diulur-ulur dalam upaya mengamankan beberapa pejabat sedang berkuasa. Mungkin juga menyelamatkan Sri Mulyani, Menteri Keuangan ketika kasus ini terjadi.

Secercah harapan memang masih ada, yakni janji dan janji yang dilontarkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari dulu hingga sekarang. Sayangnya, harapan itu tak lebih bak kerlipan bintang nun jauh di sana, yang tak pernah, atau tak mampu memberi kepastian terhadap yang berharap agar kasus ini segera selesai.

Pimpinan KPK sekarang yang juga berjanji akan meningkatkan status hukum "skandal raksasa" tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan pada tahun ini sesuai rekomendasi DPR, tentunya juga menimbulkan secercah harapan. Tapi apakah sinar yang kerlap-kerlip jauh di angkasa sana akan mampu menerangi harapan banyak orang tenrang pemberantasan hukum di Nusantara? Wallahu a'lam.

Karena itu, jika pemerintah ingin membuktikan bahwa tidak ada apa-apa di balik kasus Bank Century, tidak ada rekayasa, tak pernah ada yang perlu dilindungi, maka pemerintah harus mendorong penuntasan kasus tersebut. Penegak hukum harus bersatu, mendukung KPK untuk membongkar apa sesungguhnya yang terjadi dengan uang yang dikucurkan pemerintah.

Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kita juga berharap Ketua KPK sekarang, Abraham Samad, bersama jajaran pimpinan KPK lainnya-Zulkarnaen, Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, dan Adnan Pandupraja-satu kata untuk mengungkap masalah sesungguhnya. Jangan ada "main mata" dengan pihak lain, atau pemerintah. Katakan benar, jika benar, salah jika memang salah.

Janji pimpinan KPK bahwa kasus Bank Century telah bisa terang benderang paling lambat Desember 2012, mudah-mudahan benar jadi kenyataan. Dengan begitu, semua akan terbuka, termasuk soal dugaan terhadap Sri Mulyani yang sekarang Direktur Eksekutif Bank Dunia dan Beodiono sebagai Wapres RI. Jangan biarkan kasus Century justru berlarut-larut, mengekang kebebasan pemerintah sendiri. Untuk itu, kita juga berharap, semua fraksi di DPR mendukung penuh penanganan masalah ini.***

Sumber: Di Balik Kasus Bank Century (Suara Karya, 8 Maret 2012)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons