Friday, March 2, 2012

Harga BBM Merangkak Naik

Rencana pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012 tampaknya akan terealisasi karena adanya opsi yang dibuat untuk rencana kenaikan harga BBM tersebut. Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Menteri ESDM Jero Wacik memaparkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM dengan pengajuan dua opsi, yaitu opsi pertama adalah kenaikan harga jual eceran untuk premium dan solar yang masing-masing sebesar Rp 1,500 per liter atau menjadi Rp 6,000 per liter, sedangkan opsi kedua adalah memberikan subsidi tetap dengan kenaikan maksimum sebesar Rp 2,000 per liter baik untuk jenis premium maupun solar.

Kenaikan harga BBM tersebut dinilai akan membebankan rakyat miskin mengingat jumlah penduduk miskin kota dan desa di Indonesia masih tinggi pada tahun 2011 saja tercatat oleh BPS sebesar 30,018,000.93 jiwa yang turun hanya sebesar 3,35% dari tahun 2009 yang sebesar 31,023,000.40 jiwa atau turun sebesar 1,004,999.47 jiwa. Namun lagi-lagi hal biasa yang terjadi apabila harga BBM naik tentunya akan diikuti oleh kenaikan harga barang-barang pokok terutama barang kebutuhan pokok masyarakat, selain itu juga biaya hidup lainnya juga akan terseret naik sebagai efek domino akibat kenaikan BBM tersebut. Menurut Menteri ESDM Jero Wacik saat ini pemerintah juga sudah sedang menyiapkan rencana pemberian kompensasi bagi rakyat miskin akibat kenaikan BBM ini dengan cara pemberian pangan seperti penambahan beras untuk rakyat miskin, kompensasi transportasi seperti pemberian kupon gratis untuk siswa, dan kompensasi pendidikan berupa penambahan beasiswa untuk siswa miskin. Tetapi, pemberian kompensasi tersebut masih dinilai belum cukup dapat memberikan jaminan sosial bagi rakyat miskin karena tidak diimbangi pula dengan upaya pemerintah untuk membuka lapangan kerja bagi rakyat sehingga dampak kenaikan BBM pada kebutuhan bahan pokok tidak terasa memberatkan masyarakat. 

Rencana pemerintah untuk menaikkan BBM pada tahun 2012 tentunya memiliki opsi lain yang diberikan diantaranya (1) kenaikan BBM, (2) pembatasan konsumsi premium, dan (3) konversi BBG. Untuk opsi pertama jika kenaikan BBM dilakukan tentunya pemerintah harus konsisten dengan risiko yang akan dihadapi seperti inflasi dan dampak sosial lainnya, sedangkan untuk pembatasan konsumsi premium pada opsi kedua dihadapkan pada dua pilihan diantara pembatasan BBM atau kenaikan BBM. Pada opsi kedua ini ada beberapa pengamat ekonomi yang perpendapat berbeda diantaranya adalah pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin Muhammad Idrus Taba menilai pilihan untuk menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi adalah opsi yang lebih tepat untuk dilakukan dibandingkan dengan opsi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan pengamat ekonomi dari Econit Hendri Saparini menyatakan kebijakan pemerintah mengenai BBM hendaknya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tidak hanya berorientasi pada penghematan anggaran. Lain halnya dengan pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Norsy yang mengatakan bahwa jumlah subsidi yang diberikan pemerintah selama ini hanya 14,7 persen atau Rp 208 triliun dari jumlah APBN yang mencapai Rp 1.400 triliun. Kemudian beliau juga mempertanyakan soal kenapa negara seakan tak bisa lepas dari sistem tersebut dan mengambil opsi, menaikkan harga BBM.

Dalam rapat kerja "Pembahasan Pengaturan Pembatasan BBM Bersubsidi tahun 2012" di Jakarta antara Pemerintah dengan komisi VII DPR RI, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pengendalian konsumsi BBM Bersubsidi tahun 2012, mulai April 2012 kendaraan dinas Pemerintah, BUMN dan BUMD diwajibkan untuk tidak menggunakan premium. Dan pengendalian yang akan dilakukan adalah dengan membatasi premium bersubsidi untuk mobil pribadi di wilayah Jabodetabek yang akan dilaksanakan oleh Tim Koordinasi penanggulangan Penyalahgunaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM (TKP4BBM) dari BPH Migas. 

Pada opsi ketiga dengan melakukan konversi BBG dengan masih terkendala tersedianya 'converter kit' dan lokasi pendistribusian gas, untuk melaksanakan opsi ketiga ini pemerintah melalui tiga departemen kementerian yang berbeda bekerjasama dalam mewujudkan konversi BBG tersebut yang diantaranya adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan. Ketiga kementerian tersebut masing-masing akan melakukan kegiatan yang berbeda sejalan dengan program konversi BBG ini dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertugas membangun lokasi pendistribusian gas, sedangkan Kementerian Perindustrian akan bertanggung jawab dalam penyediaan alat 'converter kit' beserta tabungnya, dan Kementerian Perhubungan akan menyiapkan persyaratan teknis layak jalan bagi kendaraan dan mengenai besaran kenaikan tarif angkutan. namun hal tersebut belum diputuskan oleh EE. Mangindaan selaku Menteri Perhubungan. Menurut Evita H. Legowo dari Dirjen Migas Kementerian ESDM bahwa pemerintah akan berupaya mendorong tersedianya dua jenis BBG, yakni compressed natural gas (CNG) dan liquid gas for vehicle (LGV atau Vigas). "Kalau CNG lebih diarahkan ke angkutan umum. Mengenai hal tersebut Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan  CNG utamanya untuk angkutan umum perkotaan di daerah yang sumber gas dan infrastrukturnya memadai sedangkan LGV diutamakan untuk kendaraan umum di daerah yang tidak tersedia CNG, angkutan umum eksekutif, serta kendaraan pribadi.


Kenaikan harga BBM ini merupakan dampak dari memburuknya situasi politik di kawasan timur tengah akibat konflik di selat Hormuz  yang memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) berada diantara Teluk Oman dan Teluk Persia yang kian memanas, pasalnya kebijakan strategis yang diimplementasikan oleh Iran untuk mempertahankan integritas teritorialnya seperti yang dikatakan oleh komandan militer senior Iran, Brigadir Jenderal Yahya Rahim-Safavi yang juga mengatakan bahwa selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak dan energi global dengan sekitar 15-17 juta barel minyak yang setara dengan 23-28 persen minyak dunia melintasi selat tersebut. 

Dalam pengesahan APBN 2012 pemerintah dan DPR RI telah menyepakati besaran asumsi dasar ekonomi makro yaitu:
  1. Pertumbuhan ekonomi 6,7 persen.
  2. Inflasi 5,3 persen. 
  3. Nilai tukar kurs Rp 8,800 per dolar AS. 
  4. Tingkat bunga SPN 3 bulan 6,0 persen. 
  5. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 90 per barel.
  6. Lifting minyak 950 ribu barel per hari.
Kemudian rencana pemerintah menaikkan harga BBM tentunya akan mengajukan RUU APBN-P 2012 yang akan merubah besaran asumsi ekonomi makro tersebut. Menteri Keuangan Agus Martowardjojo mengatakan pertumbuhan ekonomi mungkin lebih rendah dari 6,7 persen dan lifting minyak akan lebih rendah dari 950 ribu barel per hari serta nilai tukar lebih lemah dari Rp 8,800 per USD dan harga minyak lebih tinggi dari $US 95 per barel. 

Menurut pengamat ekonomi Aviliani kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bakal memicu tingkat inflasi nasional menjadi 6,5 persen pada tahun ini dan kenaikan BBM tersebut juga harus diimbangi dengan stabilitas nilai Rupiah sekitar Rp 8,500 - Rp 9,000 untuk menjaga agar konsumsi masyarakat tetap tinggi sehingga pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran 6 persen.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan bahwa jbila kenaikan BBM melebihi diatas Rp 1,000 diberlakukan, maka akan menaikkan inflasi yang melebihi target inflasi yang telah ditentukan BI pada 2012 ini, yaitu 4,5±1% menjadi bisa diatas 5,5%.

Pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Norsy mengatakan jumlah subsidi yang diberikan pemerintah selama ini hanya 14,7 persen atau Rp 208 triliun dari jumlah APBN yang mencapai Rp 1,400 triliun. Beliau juga mengatakan bahwa "Harga BBM naik terus. Ini, akibat ada sejumlah petinggi negara telah menjadi pengkhianat bangsa. Datanya sudah saya sampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 November 2008. Mau ditindaklanjuti atau tidak, itu di tangan KPK.”

Sumber Referensi

DPR Sepakai APBN 2012 (Format News) 
Dilema Harga BBM 2012 (Gema Nurani)
UU No. 22/ 2011 tetang APBN 2012 (Biro Hukum Sekertariat Jenderal Departemen Keuangan)
Image from corbisimage dan esdm.co.id

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons