Minggu, 04 Maret 2012

Isu Nuklir dan Sabotase Barat Terhadap Iran

Konflik yang melanda timur tengah semakin memanas seiring meningkatnya ketegangan soal isu nuklir Iran dan sabotase Barat terkait perundingan antar kedua belah pihak telah mendorong Amerika dan Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap minyak Tehran, dimana konsumen minyak Iran di Eropa akan menghentikan impornya pada bulan Juli mendatang. Namun Negara Republik Islam Iran telah lebih dulu mengembargo selat Harmuz sebagai langkah strategis untuk melawan sanksi barat terkait dengan soal isu nuklir Iran namun isu tersebut justru membuat Amerika Serikat dan Israel berulang kali terus menuduh Iran sedang mengembangkan program nuklirnya untuk tujuan militer. 

Pada 4 Februari 2006 Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) kemudian melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB sebagai respon dari kekhawatiran negara-negara barat akan program nuklir Iran. Amerika Serikat dan Israel juga telah mengancam akan menyerang fasilitas nuklir di Teheran namun Iran berpendapat bahwa pada penandatanganan Perjanjian Non-Proliferasi (Non-Proliferation Treaty) Negara yang dipimpin Ahmad Nejad itu memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai. 

Akibat dari konflik politik di kawasan Timur Tengah tersebut telah membuat pasokan minyak beberapa Negara Uni Eropa dan Asia yang sebagian persediaan minyaknya bergantung dari impor menjadi terganggu dan beberapa negara dalam kawasan tersebut meminta pembebasan dari embargo minyak Iran tersebut diantaranya adalah Turki, Jepang, Cina, Korea Selatan dan India. Yunani yang datang dengan kapal tanker untuk memindahkan 500.000 barel minyak Iran ke kilang minyak Yunani ternyata pulang dengan tangan hampa karena Iran menolak memberikan pasokan minyaknya kepada Yunani dan Iran juga telah menghentikan ekspor minyak ke Prancis dan Inggris serta mengancam akan menghentikan pengiriman minyak mentah ke negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman, Spanyol, Italia, Portugal dan Belanda karena Iran adalah pemasok sebagian besar minyak untuk Eropa sekitar 68 persen dari impor minyak mentah Eropa diimpor dari Republik Islam Iran. Berbeda perlakuannya kepada Pakistan yang perekonomiannya sedang kekurangan energi untuk menggerakkan sektor industrinya justru ditawarkan untuk memasok 80 ribu barel minyak setiap hari ke Pakistan serta Iran juga memberikan penangguhan atas pembayarannya minyak itu.

Pada tanggal 25 Desember 2011, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang bertujuan untuk mencegah negara-negara lain mengimpor minyak dan melakukan transaksi dengan Bank Sentral Iran sedangkan embargo yang dilakukan Uni Eropa terhadap Iran meliputi larangan impor minyak dari Iran, membekukan aset Bank Sentral negara itu di negara-negara anggota Uni Eropa, dan larangan menjual biji-bijian, berlian, emas, dan logam berharga lainnya ke Tehran. 

Pada 24 Februari 2012 harga minyak pasar dunia melonjak lagi di tengah ketegangan yang meningkat mengenai upaya Barat untuk menghentikan program nuklir Iran, harga minyak mentah di Amerika Serikat meningkat menjadi US$ 109,77 per barel (tertinggi selama 9 bulan) dan minyak mentah Brent di pasar London naik menjadi US$ 125,47 per barel. Kenaikan harga minyak tersebut turut menaikkan harga bensin di Amerika Serikat dan juga menuai pendapat para analis ekonomi yang berpendapat bahwa harga minyak terus naik seiring dengan upaya Amerika Serikat, Israel dan Eropa terus menuduh Iran membuat persenjataan nuklir untuk tujuan militer bahkan akan terjadi perang baru di kawasan Timur Tengah.

Amerika dan Uni Eropa selama bertahun-tahun telah menekan Republik Islam Iran, namun tampaknya upaya mereka saat ini justru menggiringnya ke jurang krisis yang telah mereka ciptakan sendiri. Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Ali Akbar Salehi menilai sanksi anti Iran yang diterapkan Barat akan berdampak negatif bagi mereka sendiri. Bersamaan dengan melonjaknya harga minyak mentah dan produk-produk petrokimia, devisa asing Iran juga mengalami peningkatan signifikan. Sementara, kondisi ini telah mencekik negara-negara Eropa dan memperparah krisis ekonomi Barat. Dengan begitu, sanksi-sanksi yang mereka terapkan terhadap Iran justru merugikan mereka sendiri.

Sanksi ekspor minyak Iran dari Barat telah berlaku namun kerjasama Iran dengan beberapa negara di Timur Tengah tak mengindahkan sanksi tersebut terbukti dengan Uni Emirat Arab pada hari Rabu (29/2), Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dari UEA dan Ali Akbar Salehi dari Iran memperluas hubungan dan meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan, serta kampanye melawan perdagangan narkoba.

Eskalasi konflik di Timur Tengah dengan isu nuklir Iran telah membuat Hizbullah Lebanon tidak akan tinggal diam apabila Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran akan menyeret seluruh Timur Tengah ke dalam perang. Beliau juga menilai bahwa Israel tidak memiliki kemampuan maupun keberanian untuk berperang sendiri dengan Iran, juga keraguan Amerika Serikat mengingat bahaya yang ditimbulkan dan pemilu presiden mendatang di Negara itu.

Memanasnya konflik di Timur Tengah itu memicu spekulasi bahwa Israel akan lenyap dari peta dunia apabila terjadi perang antara Iran dan Barat, karena Amerika Serikat juga tidak akan melindungi Israel dan dianggap sebagai kesalahan terbesar bagi Amerika Serikat jika melindungi Israel. Walaupun eskalasi ancaman terhadap Iran memang tidak terlepas dari pengembangan teknologi nuklir mereka dan Amerika Serikat, Israel, dan negara sekutu lainnya menuduh Iran menggunakan teknologi nuklir demi kepentingan militer padahal Iran tetap bersikeras bahwa program nuklir mereka murni digunakan untuk kepentingan damai, yakni untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan listrik rakyatnya.

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Rahimi memperingatkan dunia barat yang berniat untuk memberikan sanksi kepada Iran, bahwa negaranya akan menutup Selat Hormuz bila sanksi dijatuhkan. Padahal Selat Hormuz adalah perairan penting yang menjadi penghubung tanker-tanker minyak dunia.

____________________
Image from corbisimage

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons