Monday, March 26, 2012

Menjaga Integritas Demo Mahasiswa (Suara Merdeka, 26 Maret 2012)

Rencana demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa besok, direspons berlebihan oleh pemerintah. Seolah-olah cenderung paranoid, pemerintah menerjunkan TNI untuk ikut mengamankan unjuk rasa berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa. Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menyentil demo mahasiswa tidak sejalan dengan intelektualitas kampus sebagai masyarakat ilmiah.

Belakangan demo beratribut mahasiswa memang cenderung anarki, jauh dari bayangan identitas mahasiswa sebagai masyarakat akademik. Apakah fenomena ini sejalan dengan etimologi idonomik, korelasi antara kebutuhan ekonomi dan pemanfaatan massa untuk suatu kepentingan? Faktor ini agaknya memicu melemahnya ideologi aktivis mahasiswa, menjadi bingkai fatamorgana, tidak mengkristal menjadi integritas akademik.

Namun tidaklah bijak jika tuduhan itu digeneralisasi, mengingat aksi mereka bisa dipisahkan antara tindakan pribadi dan kampus sebagai institusi. Bagaimanapun, demo merupakan medium berpendapat, mendukung, atau kritik dalam bentuk penolakan demi mewujudkan keadilan. Unjuk rasa harga BBM menjadi momentum tepat untuk melawan pemerintahan yang korup, serta lemahnya moral dan integritas aparatur.

Tentu kita tidak ingin demo menjadi aksi anarkis yang mengaburkan esensi karena sekadar menghujat, meneriakkan tuntutan tanpa mendalami latar belakang masalah. Aksi penyampaian aspirasi bisa menjadi hantu bagi masyarakat jika tak menghiraukan kepentingan publik dan tidak taat hukum. Kiranya mahasiswa perlu introspeksi dan men-setting ulang pola pikir mereka dalam berjuang atas nama rakyat.

Jagalah integritas mahasiswa sebagai pribadi dan masyarakat akademik yang berciri kritis, menemukan pemecahan masalah melalui kajian kebenaran ilmiah yang bebas dari prasangka. Kampus sebagai kekuatan moral menjunjung tinggi martabat manusia, bukan legitimasi kepentingan penguasa, politik, uang, ambisi pribadi, dan konspirasi kekuatan untuk menghancurkan integritas bangsa sendiri.

Demokrasi yang berkedaulatan rakyat mengajarkan kepentingan rakyat harus diutamakan oleh para wakil rakyat dan mendidik bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita ingin unjuk rasa terarah ke tujuan awal yang mulia, dan mahasiswa setia mengawal dengan totalitas perjuangan: memperjuangkan jeritan rakyat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dan martabat tanpa melanggar hukum. (/) 

Sumber: Menjaga Integritas Demo Mahasiswa (Suara Merdeka, 26 Maret 2012)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons