Sabtu, 03 Maret 2012

Rekening Gendut PNS Muda "Dhana Widyatmika" (2)

Tersangka kasus korupsi Dhana Widyamika Methana telah resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait kepemilikan rekening tidak wajar sebesar lebih dari Rp 60 Miliar dengan status pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil golongan IIIC pada hari Jum'at (02/03). Dengan adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana maka Dhana ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba dalam proses pemeriksaan di Kejagung terhitung hingga tanggal 2 - 20 Februari 2012 dalam perkara Perkara Tindak Pidana Korupsi & Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Kejaksaan Agung juga telah memblokir semua rekening Dhana di 5 Bank yang berbeda yang diperkirakan jumlahnya Rp 60 Miliar. Juga sejumlah truk juga disita oleh penyidik tim satuan khusus (satsus) dari showroom milik Dhana, PT Mitra Mandiri Mobilindo yang akan akan dititipkan di  Rumah Barang dan Sitaan Negara (Rubasan) di Cilincing, Jakarta Utara. Selain kendaraan truk, Kejagung juga menyita beberapa barang bukti lain diantaranya, dokumen, uang, emas dan mobil Chrysler milik Dhana.

Dalam siaran pers yang dikutip dari situs Kejaksaan Agung pada tanggal 1 Maret 2012 mengenai perkembangan penanganan perkara terkait tindak pidana korupsi dan pencucian uang oleh Dhana Widyamika Methana diuraikan sebagai berikut:
Perkembangan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi & Tindak Pidana Pencucian Uang An. Tersangka Dhana Widyatmika
Sehubungan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Tersangka Dhana Widyatmika, disampaikan Siaran Pers sebagai berikut :
1). Bahwa Penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/02/2012 tanggal 16 Februari 2012 terhadap Tersangka Dhana Widyatmika, SE. Msi mengingat:
  • Seorang PNS yang saat menjabat selaku Account Representative pada kantor Pelayanan Pajak di Ditjen Kementerian Keuangan diduga telah melakukan penyimpangan sebagai pemeriksa pajak yaitu pada proses pemeriksaan pajak sampai dengan keberatan tersebut diajukan ke Pengadilan Pajak.
  • Seorang PNS dengan gol III/C melakukan transaksi dengan volume yang relatif besar yaitu antara Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) s/d Rp.1.950.000.000 (satu milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah) dalam bentuk transaksi tunai dari tahun 2005 – 2011. Kegiatan transaksi-transaksi tersebut terlihat terdapat dugaan pada upaya menyamarkan asal-usul uang dengan mempergunakan PT. Mitra Modern Mobilindo dengan penghasilan 1,5 milyar pertahun padahal PT tersebut baru didirikan pada tahun 2006.
2). Sebelumnya pada hari Selasa, 21 Februari 2012 telah dilakukan penggeledahan (berikut penyitaan) di 5 (lima) lokasi yaitu :
  • Ruang kerja Tersangka Dhana Widyatmika, di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua, Jl. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat;
  • Ruang kerja isteri Tersangka Dian Anggraeni, (PNS/Penelaah Keberatan Saksi Banding dan Gugatan Selain Wilayah II Direktorat Keberatan dan Banding), Direktorat Jenderal Pajak, Jl. Jend Gator Subroto Kav.40-42 Jakarta Selatan;
  • Bank Mandiri, Jl. Jend Gator Subroto Kav.36-38 Jakarta Selatan;
  • PT. Mitra Modern Mobilindo, Jl. Raya Dermaga No.38 Duren Sawit Klender Jakarta Timur; dan
  • Rumah Tersangka, Jl. Elang Indopura, Blok A7/15, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar Jakarta Timur.
3). Pada hari Rabu, tanggal 29 Februari 2012 telah dilakukan penyitaan dan penitipan terhadap 17 unit Truk ke Kantor PT. Mitra Modern Mobilindo, untuk sementara waktu yang selanjutnya akan ditempatkan ke Rubasan.
4). Pada hari ini, Kamis tanggal 01 Maret 2012, dari rencana pemeriksaan terhadap Tersangka dan 3 (tiga) orang saksi yaitu istri Tersangka, Jamaluddin dan Sofandi Arifin (pengendali Teknis pada Sekretariat Inspektorat Jendral Kemenkeu RI) namun yang hadir hanya Tersangka, Jamaluddin dan Sofandi Arifin sedangkan isteri Tersangka berhalangan hadir dengan alasan anaknya yang masih kecil tidak ada yang menjaga sedangkan suaminya Tersangka juga dipanggil untuk diperiksa dan  belum mendapat ijin cuti, namun yang akan untuk memenuhi panggilan pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2012.
5). Hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap Tersangka, Jamaluddin dan Sofandi Arifin oleh tim penyidik masih berlangsung.
Selain Dhana juga ada istrinya Diah Angraini yang juga seorang pegawai di Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak yang terkait dengan penemuan oleh  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Istrinya Diah Angraini diduga memiliki simpanan di 18 bank dengan jumlah di luar kepatutan. Satu kali transfer yang masuk ke rekening DA misalnya sebanyak 250.000 dollar AS. 

Dhana dengan didampingi oleh 2 pengacaranya yaitu Daniel Alfredo dan Reza Edwijanto diperiksa oleh Tim penyidik tindak pidana khusus terkait kepemilikan rekening di Bank Mandiri Jalan Gatot Subroto Jakarta, seperti diketahui bahwa Dhana memiliki 5 rekening di 5 Bank yang berbeda diantaranya adalah Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Mega, Bank Bukopin, dan Bank BCA. Reza Edwijanto yang sebagai pengacara Dhana mengatakan bahwa jumlah  rekening pribadi Dhana jumlahnya tak lebih dari Rp 400 juta yang tersimpan di 5 bank tersebut sedangkan rumah senilai Rp 1,2 Miliar seperti jumlah yang dilaporkan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Selain bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Ditjen Pajak, Dhana miliki bisnis usaha jual-beli mobil yang dirintisnya sejak masih kuliah di STAN tahun 1990-1993 dan saat ini Dhana memiliki mobil Mazda Vantrend tahun 1994 senilai Rp 15,000,000 dan mobil Kijang Innova tahun 2008 senilai Rp 150,000,000 yang masing-masing mobil tersebut berasal dari hasil sendiri serta ada mobil impor asal Amerika Serikat bermerek Chrysler yang dibeli pada tahun 2001 yang harganya sekitar Rp 165,000,000. Pengacaranya Daniel Alfredo menjelaskan asal muasal kekayaan Dhana dari berbagai sumber dengan bermenjelaskan bahwa mertua Dhana adalah seorang  pengusaha rest area di jalan tol dan juga harta warisan dari orang tua Dhana yang telah meninggal. 

Dhana baru mengakui ada 2 perusahaan yang menjadi wajib pajaknya namun dikatakan bahwa salah satu perusahaan tersebut berada di Jakarta yang bergerak di bidang angkutan. Menurut pengacaranya Reza Dwijanto menjelaskan soal adanya dugaan penggelapan pajak mengatakan bahwa kliennya bekerja sebagai Account Representative di kantor Pajak di wilayah Jakarta. 

Sumber Referensi

Image from Tempo, Tribun News,  Okezone, Sindikasi Net, 
Kejagung Resmi Menahan DW (Kejaksaan.go.id)

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons