Selasa, 20 Maret 2012

Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan BBM (20 Maret 2012)

Kelanjutan aksi penolakan kenaikan harga BBM masih terus digelar diberbagai lokasi di Indonesia, walaupun perihal kenaikan harga BBM tersebut masih terbuka untuk penundaan yang rencananya akan dilakukan pada 1 April 2012 mendatang, tapi itu tidak lantas dapat membuat surut tuntutan dari sejumlah mahasiswa serta aktivis yang tergabung dalam elemen mahasiswa yang terus menuntut pembatalan kenaikan harga BBM.

Unjuk rasa yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa dan kelompok organisasi masyarakat walaupun seringkali bentrok dengan aparat dengan alasan para demonstran anarkis dan dalam aksinya telah mengganggu ketertiban masyarakat namun nampaknya itu tidak membuat patah semangat perjuangan para agen perubahan (baca: revolusioner kampus) untuk terus berorasi menuntut pembatalan kenaikan harga BBM.

Sebagai bagian dari masyarakat yang demokratis diharapkan untuk bersikap toleran pada setiap perubahan serta bertindak adil pada setiap ketidakadilan yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM diikuti dengan tetap mencari solusi alternatif walaupun sejumlah alternatif yang ditawarkan sebagai kompensasi kepada rakyat miskin masih dinilai tidak akan bisa memberikan keuntungan kepada rakyat apalagi selama ini rakyat  miskin terus yang dikorbankan.

Jika harga BBM naik maka harga-harga bahan kebutuhan pokok akan pula ikut naik dan ini menjadi tanggungjawab pemerintah bersama rakyat sebagai perwujudan dari asas demokrasi yang selama ini digunakan oleh rezim berkuasa. 

Dalam jangka pendek kenaikan harga BBM akan memberikan keguncangan perekonomian berupa tambahan tingkat inflasi  sebesar 2,15%, angka kemiskinan bertambah 0,98%, penurunan daya beli sebesar 2,10%, dan penghematan subsidi sebesar Rp 31, 58 triliun. Alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah sehubungan dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil) mencapai angka sebesar USD 119/barel yang jauh dari asumsi pada APBN 2012 sebesar USD 90/barel.

Untuk rencana kenaikan harga BBM ini pemerintah akan memasukkan pasal 7 ayat 4 pada APBN 2011 dengan alasan bahwa pasal 7 ayat 4 pada UU No.10 tahun 2010 tentang APBN 2011 selama ini tidak pernah diterapkan karena ICP tidak melewati asumsi dalam APBN-P yang diterapkan sebesar USD 95. UU No.10 tahun 2010 tentang APBN 2011 pasal 7 ayat 4 yang isinya sebagai berikut:  
Dalam hal perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia [Indonesian Crude Price (ICP)] dalam 1 (satu) tahun mengalami kenaikan lebih dari 10% (sepuluh persen) dari harga yang diasumsikan dalam APBN 2011, Pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. 
Rencananya pemerintah akan mengajukan asumsi ICP sebesar USD 105 pada APBN-P 2012 dengan menurunkan deviasi sebesar 10% pada APBN-P 2011 menjadi 5%, ketika terjadi kenaikan ICP sebesar 5% dari USD 105 yaitu USD 5,25 maka pemerintah akan menaikkan BBM tanpa meminta persetujuan DPR. dan sebaliknya ketika terjadi penurunan sebesar 5% maka pemerintah akan menurunkan harga BBM sesuai tingkat deviasi.

Kebijakan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah karena fluktuasi harga minyak mentah dunia masih belum stabil, rencananya pada 1 April 2012 pemerintah akan menaikkan harga BBM dengan harga yang diajukan kenaikan sebesar Rp 1,500/liter tetapi pemerintah memiliki opsi lain yang menurutnya terbaik dengan memberi subsidi tetap sebesar Rp 2,000/liter. (baca juga: Harga BBM Merangkak Naik)

Kenaikan harga-harga diberbagai tempat yang berbeda sudah mulai merangkak naik padahal harga BBM masih dapat ditunda. Berikut ini beberapa aksi penolakan kenaikan harga BBM yang digelar dibeberapa lokasi di Indonesia hari ini tanggal 20 Maret 2012 yang penulis kutip dari beberapa surat kabar online.

 20 MARET 2012  

Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung melakukan aksi unjuk rasa di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (20/03/2012). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan harga dasar BBM pada April mendatang. (Viva News, 20 Maret 2012)  Mahasiswa yang tergabung dalam HMI, PMII, GMNI dan KAMTRI melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2012).  Dalam aksinya, mereka menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menurutnya akan mencekik rakyat kecil. Sambil membawa sejumlah atribut demo, massa melakukan aksi long march menuju Istana Negara. (Foto Okezone, 20 Maret 2012)
Setelah menyegel dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tangerang, ribuan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SPSB) se-Tangerang Raya kembali menyegel SPBU di Kota Tangerang. Penyegelan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). (Satelit News, 20 Maret 2012)     
Polisi berusaha mencegah aksi bakar ban tersebut, kericuhan pun terjadi. Massa dari FAM Unitomo berdemo menolak kenaikan BBM di DPRD Surabaya, Selasa (20/3/2012). Demo ini berlangsung ricuh ketika polisi berusaha membubarkan demonstran. (Detik Foto, 20 Maret 2012) 
Seratusan massa yang berasal dari berbagai elemen organisasi mahasiwa dan BEM universitas se-Riau menggelar aksi ke Gedung DPRD Riau. Dalam orasinya, mahasiswa membawa isu penolakan atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). (Tribun News, 20 Maret 2012)
Ratusan massa dari organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan tiba di depan gedung DPRD Balikpapan pukul 11.14 WIB, berbagai organisasi yang tergabung antara lain HMI, PMII, KAMMI, LMND, GMKI, BEM Uniba, BEM Poltekba, BEM STT Migas, BEM Untri, Gepak, Garda Bangsa, Gasak Libas, Pena, SBSI, PRD, Koppad, KPADK, Permahi, dan Laskar Pangeran Antasari. Mereka berjalan kaki selama 15 menit dari gedung Nasional menuju kantor DPRD. Massa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya kesejahteraan rakyat.  (Tribun News, 20 Maret 2012)
Di Kota Pasuruan, sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur. Mereka mendesak para wakil rakyat yang ada di daerah juga mendukung penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. (Kompas, 20 Maret 2012)
Ketua DPRD Solo, YF Soekasno membacakan surat pernyataan sikap di Gedung DPRD, Jl Adi Sucipto, Solo, Selasa (20/3) yang dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dari enam fraksi yang ada di DPRD Solo, lima diantaranya menolak kebijakan pemerintah pusat yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). (Solo Pos, 20 Maret 2012) 
 Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus meluas. Di Bandung, 5 elemen mahasiswa yang berasal dari GMKI, GMNI, HMI, PMKI, dan BEM se-Bandung Raya ikut menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Aksi dimulai sekitar pukul 11.45, Selasa 20 Maret 2012. Seratusan mahasiswa itu menggelar aksi tepat di depan akses masuk dan keluar Tol Pasteur, Bandung. (Vivanews.com, 20 Maret 2012) Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di jembatan layang Pasteur-Surapati (Paspati) Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3). Aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa dari berbagai elemen itu, sempat mengganggu arus lalu-lintas karena menutup sebagian ruas jalan dan menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut. (Bisnis Jabar, 20 Maret 2012) Para mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengggelar aksi menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik di Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3/2012). Rencana kenaikan BBM pada 1 April yang disusul kenaikan TDL pada 1 Mei mendatang ini dinilai merupakan kegagalan pemerintah menjalankan pemerintahan dengan tidak menghitung dampak yang dirasakan masyarakat atas kenaikan harga-harga tersebut. (Kompas, 21 Maret 2012)
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sambil mengelar poster  dengan berbagai kecaman  untuk wakil rakyat mapun pemerintah. Pendemo menolak rencana harga kenaikan  Bahan Bakar Minyak (BBM). Tampak dalam aksi seorang ibu rumahtangga berorasi sambil menggendong bayi. (Poskota, 20 Maret 2012)
Sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Solo. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM karena bakal menambah beban hidup masyarakat. (Solo Pos, 20 Maret 2012) Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Soloraya saat menggelar aksi di Bundaran Gladak, Solo, beberapa waktu lalu. Aksi tersebut diawali dengan pembacaan surat Alquran. Puluhan pendemo tersebut membawa spanduk dan poster yang bertuliskan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat. Beberapa dari mereka membawa serta anak-anak mereka yang masih Balita. (Solo Pos, 20 Maret 2012)
Sejumlah ibu rumahtangga berunjukrasa di Palembang, Sumatera Selatan, untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Kelompok pertama terdiri dari sekitar 50 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumsel. Di sela orasi, mereka menggelar aksi teatrikal dengan alat-alat dapur dan menggendong bayi yang tak mendapat susu karena harganya terlalu mahal. (Kompas, 20 Maret 2012)  
Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Sema Unimed), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia dan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya, menggelar aksi penolakan terhadap rencana kenaikan  Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (20/3). (Sumut Pos, 21 Maret 2012)
Demo tolak kenaikan BBM kembali bentrok. Seorang aktivis mengalami luka memar di kepala akibat terkena pukulan senapan gas air mata aparat Kepolisian. Aksi dengan massa gabungan dari 11 organisasi kemahasiswaan serta organisasi masyarakat, antara lain, LBHC, SRMI, FAM, IMA AMS, HIMA Kosgoro, Garda Pemuda Nasdem, Repdem, BEM KM Unsur, LMND dan Satgas PDIP ini melakukan Long March dari Parkiran Hypermart ke Gedung DPRD di Jalan KHR Abdullah bin Nuh, Cianjur dengan pengawalan petugas. (Radar Sukabumi, 20 Maret 2012)
Lebih seratus mahasiswa dari berbagai organisasi berdemo di DPRD Riau, mereka melanjutkan aksi penolakan rencana pemerintah menaikan harga BBM mulai 1 April 2012 mendatang. Pendemo yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan organisasi mahasiswa lainnya berdemo di depan pintu gerbang utama yang terkunci rapat, namun kemudian Sekretaris DPRD Riau Zulkarnain Kadir meminpa aparat membuka pintu gerbang dan mempersilahkan pendemo masuk ke tangga utama gedung dewan. (Lintas Patroli, 20 Maret 2012) (Riau Terkini, 20 Maret 2012)
Aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Cipayung yang mewadahi beberapa gerakan mahasiswa diantara nya HMI, PMKRI, GMKI, dan PMII di Gedung DPRD Sumbar, mendapat sambutan dari tujuh orang perwakilan anggota DPRD Sumbar diantaranya adalah Wakil Ketua Trianda Farhan, Irdinansyah Tarmizi, Zailis Usman, Siti Izzati Azis, M Tauhid, M Nurnas, dan Abel Tasman. Kesemua anggota DPRD Sumbar diminta untuk ikut menandatangani surat pernyataan sikap. Ini maksudnya sebagai bukti bahwa DPRD Sumbar ikut mendukung penolakan kenaikkan BBM yang dilakukan mahasiswa. (Padang Today, 20 Maret 2012)
Demo menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan dari FAM Unitomo di DPRD Surabaya berakhir ricuh, Selasa (20/3/2012). Mahasiswa yang membakar ban bekas sepeda motor di depan pintu utara kantor dewan, sempat dibubarkan aparat kepolisian. Dua aktivis sempat digelandang polisi di dalam pos keamanan DPRD. (Detik Surabaya, 20 Maret 2012) 
Aliansi Mahasiswa Madiun Bersatu (AMMUBA), melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mendesak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) turun dari jabatannya sebagai Presiden RI jika tetap menaikkan harga BBM. Aksi unjuk rasa itu, dilakukan oleh puluhan mahasiswa di Alon Alon kota Madiun, Jawa Timur pada hari Selasa 20 Maret 2012. Dalam aksi tersebut, berbagai poster dan spanduk dibentangkan mengecam kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Diantaranya bertuliskan, "BBM NAIK, SBY TURUN", "SBY GALAU, DIMANA HATI NURANIMU", "BBM=BOLAK BALIK MUNDAK", BBM MELANGIT, RAKYAT SAKIT", serta "BBM=BIKIN BINGUNG MASYARAKAT". (Rimanews, 21 Maret 2012)  
Kericuhan antara petugas kepolisian dengan pengunjuk rasa ini terjadi saat para pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Bandung Barat, merangsek masuk ke dalam Depot Pertamina Padalarang, namun aksi tersebut dihadang petugas sehingga kericuhan pun tidak dapat dihindari. Dalam kericuhan tersebut, seorang pengunjuk rasa yang akan melakukan aksi bakar diri menggunakan ban bekas dan mengguyur tubuhnya dengan bensin, diamankan petugas ke kantor Depot Pertamina. Beruntung kericuhan tersebut tidak berlangsung lama setelah ke 2 belah pihak mampu menahan diri. (PJTV, 20 Maret 2012)
Gelombang unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Sukabumi Jawa Barat terus terjadi . Kali ini ratusan ormas islam serta pemuda Sukabumi menggelar aksi mimbar terbuka di pusat Kota Sukabumi, menuntut pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM. Ratusan massa yang tergabung dalam HTI Sukabumi, FPI serta Forum Rakyat Miskin Bersatu, Minggu pukul sepuluh pagi menggelar aksi damai menolak dan mendesak pemerintah agar menolak kenaikan harga BBM, di Jalan A Yani Kota Sukabumi. Dalam aksinya tersebut mereka menuntut agar pemerintah  segera membatalkan rencana kenaikan BBM. (PJTV, 20 Maret 2012)
Jika pada aksi-aksi sebelumnya sang oratornya kaum pria, pada aksi kali ini perempuan berambut panjang dengan ikat kepala GMNI, mengangkat microphone dan meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM. Sulastri, nama perempuan itu. Dengan suara lantang dan tegas mengecam rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Mahasiswa Universitas Subang itu menilai kebijakan menaikkan harga BBM itu tidak pro rakyat. (Inilah Jabar, 20 Maret 2012)
Sejumlah pengunjuk rasa dari Gerakan Tolak Kenaikan Harga BBM yang merupakan gabungan dari beberpa LSM dan nelayan membentangkan spanduk sambil meneriakan tuntutannya, saat berunjuk rasa di Semarang, Jateng, Selasa (20/3). Mereka menuntut pemerintah agar membatalkan rencana kenaikan harga BBM karena akan semakin membenani masyarakat, terutama dari kalangan buruh, petani, dan nelayan. (Bisnis Jateng, 20 Maret 2012)
Sekitar kurang lebih lima puluh orang mendatangi DPRD Provinsi Sulawesi Barat, yang tergabung dalam Aliansi OKP (organisasi Kepemudaan) Sulawesi Barat yang melakukan aksi penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal april mendatang, Mamuju, Selasa (20/03/2012). (Berita Daerah, 20 Maret 2012) 

Ratusan pendemo dari Front Mahasiswa Palembang Untuk Kedaulatan Rakyat membakar foto SBY dan Boediono usai melakukan Teatrikal, Orasi dan membacakan peryataan menolak kenaikan BBM, Tumbangkan SBY - Boediono di halaman gedung DPRD Sumsel, Selasa (20/3/2012).  Aksi mahasiswa gabungan dari LMND,PMKRI,LMN, BMF Syariah, BEMF Adab, BEMF Syariah GMKI,PB, FRABAM, dan IKAMI Sulsel sempat membuat macet pengguna jalan di perempatan RK Charitas dan perempatan Kampus Jalan Kapten A Rivai dengan aksi Teatrikalnya dengan melumurkan lumpur, membawa jerigen dan sayur-sayuran. (Sriwijaya Post, 20 Maret 2012)
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Jawa Barat menolak kebijakan pemerintah tentang pembatasan BBM bersubsidi pada 1 April 2012 mendatang. HTI menuding, kebijakan tersebut hanya akal bulus pemerintah saja.Penolakan pembatasan BBM bersubsidi itu diungkapkan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan sekira 500 aktivis  HTI Jabar di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (20/1/2012). (Seruu.com, 20 Maret 2012)
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung menaiki truk tangki minyak, ketika melintas di kawasan Bundaran Majestik, saat para mahasiswa berunjuk rasa menolak rencana kenainakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Medan, Sumut, Selasa 20 Maret 2012. Mereka menolak rencana kenaikan harga BBM karena kenaikan BBM akan berpengaruh pada naiknya harga bahan pokok. Mereka juga menghalang mobil dinas “plat merah” yang melintas di kawasan Bundaran Majestik, ketika para mahasiswa berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Medan, Sumut, Selasa 20 Maret 2012. (Plural Foto, 20 Maret 2012) 
Ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yogyakarta membawa perlengkapan rumah tangga seperti wajan dan panci saat mengikuti demonstrasi menentang rencana kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (20/3/2012). Dalam orasinya mereka berpendapat bahwa jika harga BBM dinaikkan maka akan menyengsarakan rakyat terutama kaum ibu rumah tangga. (Sragen Pos, 23 Maret 2012)
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta Banten  melakukan aksi menolak rencana kenaikan harga BBM pada awal April mendatang di depan Gedung DPRD Banten, Selasa (20/3). Dalam aksi unjuk rasa itu, polisi menghujani para mahasiswa dengan tembakan gas air mata. Akibatnya, para mahasiswa terpaksa membubarkan diri karena tidak tahan dengan perihnya gas air mata yang semprotkan oleh petugas kepolisian. (Suara Pembaruan, 20 Maret 2012)
Massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY) berorasi menolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung Pertamina, Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, Selasa (20/03/2012). Dalam aksinya mereka menuntun sepeda motornya sebagai simbol ketidak mampuan rakyat membeli bensin jika harganya dinaikkan. (Tribun Jogja, 20 Maret 2012)
Sumber Referensi:
Kenaikan BBM Bisa Lebih Dari Sekali (Koran Seputar Indonesia/Nanang Wijayanto/Bernadette Lilia, 7 Maret 2012)
Ratusan Mahasiswa 'Geruduk' DPRD Balikpapan (Tribun News, 20 Maret 2012)
Mahasiswa Pasuruan Juga Gelar Demo BBM (Kompas, 20 Maret 2012)
Ibu-Ibu Demo Tolak Kenaikan Harga BBM (Kompas, 20 Maret 2012)
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Makassar (Kompas,  20 Maret 2012)
Presiden Minta Demo BBM Tertib (Kompas, 22 Maret 2012) 
Demo BBM, Mahasiswa Blokir Tol Pasteur (Vivanews.com, 20 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM (Solo Pos, 20 Maret 2012)
DEMO BBM: Muslimah Hizbut Tahrir Demo BBM Di DPRD Solo (Solo Pos, 20 Maret 2012)
Blokir Pintu Masuk Tol (Rakyat Merdeka, 20 Maret 2012)
Pendemo Tolak Harga BBM Naik (Poskota, 20 Maret 2012)
Demo tolak BBM naik tak berhenti di Sumut (Waspada Online, 20 Maret 2012)
Demo Tolak Kenaikan BBM Bentrok (Radar Sukabumi, 20 Maret 2012)
Dua Belas Tuntutan Kelompok Cipayung (Padang Today, 20 Maret 2012)
Demo Tolak Kenaikan BBM di DPRD Surabaya Ricuh (Detik Surabaya, 20 Maret 2012)
Mahasiswa Tetap Menolak BBM Naik (Oke Zone, 20 Maret 2012)
Demo BBM di Serang Diwarnai Bentrok (Metro TV, 20 Maret 2012)
Mendesak SBY-Boediono Mundur (Rimanews, 21 Maret 2012)
FOTO: Tolak kenaikan BBM, mahasiswa blokir Jalan Pasteur (Bisnis Jabar, 20 Maret 2012)
Ibu-ibu Bawa Alat Masak ke Gedung Dewan (Sumut Pos, 21 Maret 2012)
Aksi Unjuk Rasa Menolak Kenaikan BBM Di Di Depot Pertamina Di Padalarang Berakhir Ricuh (PJTV, 20 Maret 2012)
Ratusan Ormas Di Sukabumi Gelar Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM (PJTV, 20 Maret 2012)
Perempuan Cantik Ikut Aksi Tolak kenaikan BBM (Inilah Jabar, 20 Maret 2012)
Pernyataan sikap (Solo Pos, 20 Maret 2012)
Aliansi OKP Sulbar Tolak Kenaikan BBM (Berita Daerah, 20 Maret 2012)
HTI Jabar Tuding Pembatasan BBM Hanya Akal Bulus Pemerintahan Neolib (Seruu.com, 20 Maret 2012)
Mahasiswa Tetap Menolak BBM Naik (Foto Okezone, 20 Maret 2012)
Gambar diunduh dari Corbisimage, Tribun News, Kompas, Vivanews, Poskota, Suara Merdeka, Lintas Patroli, Padang Today, Detik Surabaya, Bisnis Jabar, Bisnis Jateng, Okezone.

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons