Wednesday, March 21, 2012

Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan BBM (21 Maret 2012)

Demo kenaikan BBM semakin meluas menuntut pemerintah untuk merubah rencana kebijakan menaikkan harga BBM pada 1 April 2012 mendatang. Aksi dari berbagai elemen massa terus bergulir di berbagai daerah dengan berbagai tuntutan yang intinya adalah menolak kenaikan harga BBM, namun tuntutan tersebut sudah berbuntut pada isu politik terkait kebijakan pemerintah SBY-Boediono jika tetap menaikkan harga BBM.

Hari ini 21 Maret 2012 polisi mengerahkan 14 ribu personilnya untuk mengamankan unjuk rasa kenaikan harga BBM yang  dikabarkan akan ada puluhan ribu massa unjuk rasa kenaikan harga BBM dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) hingga Istana Negara. Tujuan polisi untuk mengamankan unjuk rasa hari ini mengharapkan unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dapat berjalan sesuai dengan aturan.

Unjuk rasa juga jangan sampai terjadi aksi anarkistis dengan melakukan pengrusakan fasilitas negara. Polisi dalam hal ini akan mengajak berdialog dengan buruh, mahasiswa dan rektor menyusul maraknya aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk mengantisipasi gelombang unjuk rasa sejumlah ratusan personel TNI mulai berjaga di depan Istana Negara, mereka membawa tameng dan pentungan berjaga persis di depan gerbang Istana.



Aksi protes kenaikkan harga BBM untuk menuntut pertanggungjawaban terkait kebijakan pemerintah yang berencana akan menaikkan harga BBM meskipun dipahami oleh berbagai elemen massa bahwa kebijakan ini adalah imbas dari konflik politik timur tengah yang kian memanas namun diharapkan pemerintah tidak mengikuti kebijakan kenaikkan BBM atas dasar situasi harga minyak yang terus berfluktuasi melebihi dari asumsi awal sebesar USD 90/barel melebihi asumsi awal tersebut menjadi USD 119/barel. (baca juga: Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan BBM (Bagian 2)

Penulis merangkum beberapa aksi unjuk rasa kenaikkan harga BBM dari berbagai surat kabar online pada hari ini Rabu 21 Maret 2012 di berbagai lokasi di Indonesia.

 21 MARET 2012 

Ribuan buruh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Buruh, berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta. Aksi ribuan buruh ini merupakan aksi untuk menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak per 1 April 2012. Para buruh tersebut melakukan aksi untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan akan diberlakukan awal April 2012 mendatang. Kenaikan tersebut dianggap bertentangan dengan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012. (Kompas, 21 Maret 2012) Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Istana Negara, Jakarta. Dalam aksinya mereka menyerukan aksi mogok nasional apabila pemerintah tetap menaikkan harga BBM pada April mendatang. (Viva News, 21 Maret 2012) Puluhan organisasi buruh di antaranya KASBI, FPBJ, PPBI, SBTPI, SPTBG, GSBI, SbIJ, SPKAJ, GESBURI, FSPOI, KPO, PRP, PPR SMI, KPOP, LASKI,LMND, FMN, SBMI, dan Aliansi SP/SP. Dalam selembar kertas, protes para buruh tercurahkan berupa penolakan atas alasan kenaikan ВВ​М yang dinilai tidak masuk akal. Mereka menyebut Indonesia sebagai salah satu pemasok minyak dunia. (Pelita Online, 21 Maret 2012) (Foto Okezone, 21 Maret 2012)
Para buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI) menggelar demonstrasi menolak kenaikan BBM dan TDL, serta menolak hubungan mitra kerja. Mereka berkendara motor dan metromini, puluhan buruh berkonvoi menyerukan penolakan BBM. Mereka berdemo di depan kantor walikota. Gerbang kantor walikota ditutup dan dijaga ketat puluhan petugas polisi dan satpol pp. Mereka berbaris memagari gerbang mencegah pendemo memasuki kantor secara paksa. (Republika, 21 Maret 2012)

Ratusan perempuan dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan memasak di depan pintu masuk Gedung Sate, Bandung. Dengan mengenakan ikat kepala dan berbaju hitam, di bawah terik matahari, seorang ibu tampak memperagakan aksi memasak menggunakan alat dapur seperti wajan, bakul nasi, dan kompor dengan ekspresi wajah sedih. (Antara, 21 Maret 2012) 
Unjuk rasa mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Serang, Banten, berlangsung ricuh. Mahasiswa menghalang-halangi polisi yang berusaha membubarkan aksi. Kericuhan terjadi di depan Gedung DPRD Banten, Rabu (21/3). Kericuhan bermula saat polisi mengamankan seorang mahasiswa yang dianggap sebagai provokator. Mahasiswa lain tak terima dan berusaha menyelamatkan teman mereka. (Metro TV, 21 Maret 2012)
Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang dikoordinir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setempat kembali menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku menyusul kegiatan serupa pada hari Jumat 16 Maret 2012,  ketika itu para demonstran sejumlah oknum mahasiswa IAIN memukul Kapolres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, AKBP Suharwiyono saat melerai aksi mengarah anarkhis di depan pintu masuk ke kantor Gubernur Maluku. (Antara, 21 Maret 2012) 
Gabungan dari kelompok mahasiswa, Aliansi Buruh Jawa Timur, Front Perjuangan Rakyat Surabaya, dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pengunjukrasa menyerukan penolakan rencana kenaikan BBM. Mereka berasal dari Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya. (Suara Surabaya, 21 Maret 2012) 
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Garut melakukan aksi unjuk rasa untuk menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah pusat pada April mendatang. Selain itu, mereka juga menuntut agar para anggota DPRD Garut bersedia membubuhkan tanda tangan dukungan untuk menolak rencana kenaikan harga BBM pada selembar spanduk yang dibawa para mahasiswa. Mahasiswa pun kemudian meminta agar para wakil rakyat keluar dari gedung dan bersedia membubuhkan tanda tangannya di spanduk. (Tribun News, 21 Maret 2012) 
Beberapa petugas kepolisian mengamankan seorang pengunjuk rasa dari Front Mahasiswa Sumatera Utara (FROM SU) ketika terjadi bentrokan antara petugas kepolisian dengan para demonstran, di kawasan gedung DPRD Sumatera Utara, di Medan, Rabu (21/3). Sedikitnya 25 mahasiswa diamankan dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berakhir bentrok tersebut. (Antara, 21 Maret 2012) Sekitar 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Mereka membawa serta sepeda motor yang mogok, yang menggambarkan ketidakmampuan membeli BBM. Para mahasiswa itu menamakan dirinya Front Mahasiswa Sumatera Utara (FROMSU). Aksi mereka dimulai dari bundaran Jalan Gatot Subroto dengan membakar ban bekas dan menggelar aksi teatrikal. Selain membawa sepeda motor mogok, ada juga dua mahasiswa yang memikul keranjang berat bertuliskan BBM. (Detik News, 21 Maret 2012) Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisnu Amat Sastro (kanan) berbincang dengan para mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sumatera Utara (FROM SU) ketika melakukan aksi solidaritas, di Mapolresta Medan, Sumut, Rabu (21/3). Para mahasiswa meminta pihak kepolisian memulangkan rekan mereka yang diamankan, menyusul bentrokan yang terjadi antara mahasiswa dengan pihak kepolisian dalam unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. (Antara, 22 Maret 2012) Mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung dewan, sementara polisi berupaya menahan mereka. Berawal dari saling dorong, aksi meningkat menjadi saling lempar batu. Polisi akhirnya memecah konsentrasi massa dengan menggunakan water cannon. Mahasiswa pun kocar kacir dan berusaha menyelamatkan diri ke gedung-gedung di kawasan tersebut, termasuk ke pusat perbelanjaan Grand Palladium Mall, Hotel Arya Duta, Kantor Walikota Medan. Sebanyak 30an orang mahasiswa diamankan polisi dalam insiden bentrokan ini. (Medan Magazine, 21 Maret 2012) Puluhan mahasiswa yang melakukan aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut siang tadi melanjutkan aksinya dengan memblokir Jalan Gedung Arca Medan, di depan Kampus ITM. Mereka memprotes penangkapan puluhan mahasiswa yang masih ditahan di Polresta Medan. Terlihat juga di lokasi sekitar yakni di depan Kampus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), mobil plat merah terpampang dengan tempelan-tempelan spanduk penolakan kenaikan BBM (Medan Magazine, 21 Maret 2012) (Plural Foto, 21 Maret 2012)
Lebih dari 2.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cimahi melakukan aksi unjuk rasa menolak penaikan BBM di halaman kantor DPRD Cimahi. Tidak hanya berorasi terkait penolakan keras terhadap penaikan BBM, mereka juga membawa sejumlah spanduk yang isinya mengecam kebijakan pemerintah yang memaksakan kehendak demi kepentingan segelintir orang. (Media Indonesia, 21 Maret 2012) Sekitar 3.000 orang dari berbagai serikat buruh berunjuk rasa di gedung DPRD Kota Cimahi di Jalan Djuleha Karmita, Rabu (21/3/2012). Mereka yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu menyatakan menolak terkait rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). (Inilah.com, 21 Maret 2012) 
Puluhan mahasiswa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Mahasiswa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Jawa Tengah melakukan aksi damai menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM menjadi Rp.6.000,- atau Rp.5.500,- sebagaimana yang ramai dibicarakan melalui media TV. Dalam spanduk yang dibawa para peserta aksi, banyak sekali tulisan yang mengecam rencana Pemerintah untuk menaikkan BBM. Diantara tulisan tersebut adalah “BLT adalah PEMBODOHAN”, “BBM Kejahatan Nasional”, “Politik Pembodohan HAM”, “Jangan Samakan Kami dengan Tikus Sialan”, “BBM Naik, Rakyat semakin Terjepit, Pendidikan Mahasiswa Naik” dan lain-lain. (Era Muslim, 22 Maret 2012) Mereka menggelar unjuk rasa menentang kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) di halaman Gedung DPRD Klaten. Sebagian mahasiswa pun memainkan aksi teatrikal yang menggambarkan kesulitan warga mendapatkan BBM dengan harga tinggi. (Solo Pos, 21 Maret 2012) 
 Aksi dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komisariat ITN Malang, di Jalan veteran Malang.  Mereka sempat memblokir jalan. Namun, langsung diadang oleh polisi yang mengamankan demo. Aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak kembali terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Kali ini, "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono" dipaksa untuk makan kerupuk di hadapan para mahasiswa yang menggelar aksi. (Kompas, 21 Maret 2012)
Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyerukan kepada masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM itu dengan cara turun ke jalan. Menurutnya, Kenaikan BBM yang diwacanakan pemerintah sampai kapanpun tidak bisa diterima oleh rakyat Indonesia. Sebab, Kenaikan itu justru akan menyengsarakan rakyat. (Tribun News, 21 Maret 2012)
Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Medan. Hari ini aksi unjuk rasa dilakukan berbagai elemen mahasiswa di Medan dengan mengambil titik kumpul Simpang Majestik Jl. Gatot Subroto. Mahasiswa melanjutkan aksi dengan long march menuju Kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol. Ratusan mahasiswa saat ini memadati jalanan di depan Kantor DPRD Sumut dan mendesak masuk ke dalam. Mahasiswa menuntut DPRD Sumut untuk bersuara menolak kenaikan harga BBM. (Medan Magazine, 21 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa, Solo, Jogjakarta, Purwokerto (Jogloseto) menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),1 April 2012 dengan cara memblokade ruas jalan Sudirman, mulai Balaikota hingga perempatan kantor pos besar. (Foto Okezone, 21 Maret 2012) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan BEM Universitas Diponegoro Semarang menggelar unjuk rasa di Kota Solo. Sikap protes mereka ditandai dengan jalan mundur dari Bundaran Gladag hingga ke depan Balai Kota Solo. Aksi mereka juga diikuti sejumlah tukang becak yang ikut menarik becak mereka sambil berjalan mundur. (Kompas, 21 Maret 2012) 
Unjukrasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan berlangsung ricuh. Sebuah mobil kendaraan dinas serta mobil tangki pengangkut BBM jadi sasaran pengrusakan dalam aksi tersebut. Kericuhan terjadi di depan Kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Puluhan mahasiswa yang berunjukrasa tersebut melakukan aksi anarkis dengan merusak sebuah mobil kendaraan plat merah jenis sedan. (Seruu.com, 21 Maret 2012) Sejumlah mahasiswa melempari truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina dan sebuah SPBU saat berunjuk rasa di kampus Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (21/3). Aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan atas rencana penaikan harga BBM oleh pemerintah pada 1 April 2012. (Media Indonesia, 21 Maret 2012) Sebuah truk milik PT Coca Cola dibakar mahasiswa Makassar dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan kampus Unhas, Rabu (21/3/12). (Tribun News, 22 Maret 2012) Sejumlah mahasiswa melempar ke arah polisi saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel, Rabu (21/3). Bentrokan terjadi saat ratusan mahasiswa melakukan aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan akibat bentrokan tersebut sejumlah polisi dan mahasiswa mengalami luka-luka. (Antara, 21 Maret 2012) Seorang mahasiswa melepaskan anak panah dengan menggunakan ketapel ke arah polisi saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel, Rabu (21/3). (Antara, 21 Maret 2012) Kepolisian Resort Kota besar (Polrestabes) Makassar menyatakan akan menuntaskan kasus penjarahan dan pembakaran mobil PT Coca Cola di depan Kampus Tamalanrea, Universitas Hasanuddin, Rabu (21/3) kemarin. Kepala Polrestabes Makassar Kombes Pol Erwin Triwanto mengatakan, perbuatan anarkis mahasiswa tersebut merupakan pelanggaran pidana. Makanya, pihaknya akan mengusut dan mencari pelaku pembakaran tersebut. (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Mahasiswa kembali meng­­gelar aksi unjuk rasa menolak kenai­kan Bahan Bakar Minyak (BBM) di persimpangan Bagindo Azis Chan, Rabu (21/3). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Mahasiswa dan Pengkajian Masyarakat (LAM & PK) sempat melakukan berbagai aksi teatrikal yang didukung dengan busana, dan perlengkapan masyarakat kecil seperti perlengkapan petani dan ibu rumah tangga dengan tema penderitaan rakyat atas kenaikan BBM. (Harian Haluan, 22 Maret 2012) 
Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Azzahra, melakukan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kampusnya, di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, berlangsung ricuh. Kericuhan berawal saat puluhan mahasiswa yang tergabung dari Universitas Azzahra, Universitas Islam Jakarta, Universitas Jayabaya dan sejumlah perguruan tinggi lainnya, berusaha membakar ban bekas ditengah jalan. (Tribun News, 21 Maret 2012) 
Mahasiswa yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi seprti BEM se Kabupaten Berau, KAMMI dan HMI ini sudah berkumpul di halaman kantor bupati sejak pukul 13.00 dengan menggunakan atributnya masing-masing. Mereka juga membawa spanduk dan pamflet yang ditempelkan di kendaraan, berisi penolakan mereka terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM karena dinilai hal itu semakin menyengsarakan rakyat kecil. (Tribun News, 21 Maret 2012)
Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Pantura menggelar aksi demo menolak kenaikan harga BBM di Jalur Pantura, Babat, Kabupaten Lamongan. Demo tersebut diikuti oleh perwakilan gabungan PMII dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan Gresik. (Blog Bojonegoro, 21 Maret 2012) Selain itu di sepanjang jalan, mahasiswa juga seringkali terlibat adu dorong dengan polisi karena berusaha memblokir jalur pantura. Tak cukup sampai di situ, saat mahasiswa di traffic light Depot Mira, kericuhan kembali terjadi. Kali ini, kericuhan dipicu saat mahasiswa membawa 2 keranda mayat dan membakarnya. Polisi yang berusaha memadamkan api, dihalang-halangi mahasiswa yang melingkar di kobaran api. (Detik Surabaya, 21 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa UIN Jakarta, memblokir Jalan Raya Juanda Ciputat dengan tidur di jalan. Menurut kordinator aksi, Danu, aksi ini merupakan bentuk penolakan mahasiswa terhadap rezim SBY-Boediono yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang. Setelah blokir jalan, mahasiswa terus berorasi menuntut pemerintah tidak menaikan harga BBM. (Viva News, 21 Maret 2012)
Unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Cianjur, di depan gedung DPRD Kabupaten  Cianjur, yang menolak rencana kenaikan harga BBM bulan April mendatang, berujung bentrok dengan pihak kepolisian. Bentrokan tersebut terjadi, saat pengunjuk rasa memaksa merangsek dan memaksa masuk ke gedung DPRD, tetapi karena dihadang petugas, bentrokan pun akhirnya tidak dapat dihindari. Aksi saling kejar dan pukul pun tak terelakkan antara petugas dan pengunjuk rasa. Beruntung kericuhan tersebut tak berlangsung lama, setelah kedua belah pihak mampu mengendalikan emosi. (PJTV, 21 Maret 2012)
Sumber Referensi:
Amankan Demo BBM, Polisi Kerahkan 14 Ribu Personel (Republika, 21 Maret 2012)
Buruh Demo BBM Mulai Geruduk Istana (Republika, 21 Maret 2012) 
Mahasiswa IAIN Ambon unjuk rasa tolak kenaikan BBM (Antara, 21 Maret 2012)
Bakar Mobil (Antara, 21 Maret 2012)
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Berakhir Bentrok (Antara, 21 Maret 2012)
Para Perempuan pun Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM (Tribun News, 21 Maret 2012)
DPRD Garut Dihadiahi Celana Dalam (Tribun News, 21 Maret 2012)
TNI Belum Perlu Dilibatkan Hadapi Penolak Kenaikan BBM (Tribun News, 21 Maret 2012)
Rieke Akan ‘Turun Gunung’ Bersama Buruh Tolak Kenaikan BBM (Tribun News, 21 Maret 2012)
Ketua DPRD Sulsel Ajak Mahasiswa Duel  (Tribun News, 21 Maret 2012)
Ricuh Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM di Kampung Melayu (Tribun News, 21 Maret 2012)
Mahasiswa Berau Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM (Tribun News, 21 Maret 2012)
'Presidan SBY' Dipaksa Makan Kerupuk (Kompas, 21 Maret 2012)
Demonstrasi Buruh Dijaga 4.000 Aparat (Kompas, 21 Maret 2012)
Mahasiswa dan Tukang Becak Solo Jalan Mundur (Kompas, 21 Maret 2012)
Demo Mahasiswa di DPRD Sumut Ricuh (Kompas, 21 Maret 2012)
Mahasiswa Merusak SPBU dan Truk Tangki BBM (Media Indonesia, 21 Maret 2012)
Ribuan Buruh Cimahi Tolak Penaikan BBM (Media Indonesia, 21 Maret 2012) 
Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Medan Demo Bawa Motor Mogok (Detik News, 21 Maret 2012)
HARGA BBM NAIK: Puluhan Mahasiswa Unwidha Klaten Tolak Kenaikan BBM (Solo Pos, 21 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Sumut (Medan Magazine, 21 Maret 2012)
Mahasiswa – Polisi Medan Bentrok (Medan Magazine, 21 Maret 2012)
Protes Penangkapan Rekannya, Mahasiswa ITM Demo Hingga Malam (Medan Magazine, 21 Maret 2012) 
Demo Tolak Penaikan BBM, Mahasiswa Makassar Rusak Mobil Dinas dan Mobil Tangki (Seruu.com, 21 Maret 2012)
Buruh Bersatu Tak Bisa Dikalahkan (Vivanews, 21 Maret 2012)
5000 Buruh Sebut Alasan Kenaikan BBM tak Masuk Akal (Pelita Online, 21 Maret 2012)
AKSI DEMO MACETKAN JALAN (Harian Haluan, 22 Maret 2012) 
http://www.kaskus.us/ (Kaskus, 21 Maret 2012)
PMII Demo di Jalur Pantura (Blog Bojonegoro, 21 Maret 2012)
Aksi Mahasiswa di Jalur Poros Lamongan Tolak BBM Naik Ricuh (Detik Surabaya, 21 Maret 2012)
UIN Jakarta Newsmaker (Alil El Gosta21 Maret 2012)
Mahasiswa Tidur di Jalan, Ciputat Raya Macet (Viva News, 21 Maret 2012)
Polisi Cari Pembakar Mobil Coca Cola Lewat Rekaman (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Mahasiswa Unwidha Klaten Tolak Kenaikan BBM & Serukan Revolusi (Era Muslim, 22 Maret 2012)
Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM Di Cianjur Kembali Berlangsung Ricuh (PJTV, 21 Maret 2012)
Ribuan Buruh Geruduk DPRD Cimahi Tolak BBM Naik (Inilah.com, 21 Maret 2012)
Image from Gettyimage, Kompas, Tribun News, Solo Pos, Medan Magazine, Seruu.com, Vivanews, Antara dan berbagai media lainnya.
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons