Kamis, 22 Maret 2012

Unjuk Rasa Penolakan Kenaikan BBM (22 - 25 Maret 2012)

Sejumlah mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat masih terus berunjuk rasa menolak penaikan harga BBM pada 1 April 2012 mendatang oleh pemerintah pusat, meskipun rencana keputusan tersebut masih dapat ditunda tetapi rencana tersebut nampaknya terganjal oleh berbagai faktor akibat kebijakan yang tidak optimal karena korupsi masih terus menghambat proses pembangunan sehingga pengangguran dan kemiskinan meningkat.

Sebelum keberangkatan ke beberapa negara antara lain China, Korea Selatan, dan Hongkong sehubungan dengan kunjungan kenegaraan dan kunjungan kerja selama 22-29 Maret 2012 Presiden SBY mengatakan sebagai berikut seperti yang penulis kutip dari Kompas (22/3) "Saya melihat adanya protes-protes sosial. Saya harap semua berjalan dengan tertib dan damai. Tidak perlu menimbulkan kerusakan yang tidak perlu sehingga menyengsarakan rakyat kita," kata Presiden kepada para wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menjelang keputusan pemerintah perihal kenaikan harga BBM pada 1 April 2012 mendatang diprediksi akan terjadi peningkatan aksi demontrasi diberbagai lokasi di Indonesia, selama beberapa minggu aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat beserta mahasiswa telah terjadi tiga unjuk rasa yang berakhir dengan anarkis, yaitu di Makassar (Sulawesi Selatan), Medan (Sumatera Utara), dan Jakarta.

Di Makassar, terjadi perusakan mobil milik Dinas Kehutanan, mobil tangki BBM, mobil truk pengangkut elpiji, dan mobil pengangkut minuman ringan, stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), dan minimarket. Sedangkan di Medan dan di Jakarta, unjuk rasa diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan.

Berikut ini penulis merangkumkan beberapa aksi protes yang berlangsung hari ini 22 Maret 2012 sampai dengan 25 Maret 2012 di beberapa lokasi di Indonesia yang dikutip dari beberapa sumber media online. (Mohon maaf jika ada gambar aksi yang tidak penulis tampilkan karena kekurangan penulis sendiri)

 22 MARET 2012   

Kantor Walikota Jakarta Utara kali ini kedatangan Aksi unjuk rasa  puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Jalan (SPTJ) Jakarta Utara dan Serikat Buruh Transportasi Indonesia(SBTI) Jakarta Utara, untuk menyampaikan aspirasi mengenai kenaikan Harga BBM dan tarif dasar listrik, langsung di depan Kantor Walikota, Jalan Yos Sudarso, Kamis (22/3/2012). Penyampaian aspirasi ini berawal dari pergerakan konvoi dari  daerah Tanah Merdeka Cilincing, berlanjut ke Pos 8 Koja, Pos 9 JITC Jalan Sulawesi Tanjung Priok, Kantor Walikota Jakarta Utara dan finish terakhir ke Istana Negara untuk bergabung dengan pendemo lainnya. (Lensa Indonesia, 22 Maret 2012)
Ratusan massa Aliansi Masyarakat Peduli Ponorogo (AMPP) dan PMII menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM pertanggal 1 April mendatang. Dalam aksinya demonstran melakukan long march dari sekretariat PMII di Jalan Batoro Katong menuju kantor DPRD dan Kantor Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Dalam unjukrasa kali ini, massa mendapat kawalan ekstra ketat dari aparat kepolisian. (Lensa Indonesia, 22 Maret 2012)
Ratusan ibu yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Malang, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (22/3/2012). Beberapa terlihat tetap menggendong anak-anak yang masih balita. Massa menilai kenaikan harga BBM adalah bentuk kegagalan Pemerintah dalam menyejahterakan rakyat, dan jelas menguntungkan kaum kapitalisme. (Kompas, 22 Maret 2012)
Puluhan perempuan yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia Rabu Pagi melakukan aksi demo di depan Gedung Sate mereka menuntut kebijakan pemerintah yang akan menaikan BBM pada April mendatang. Dalam aksinya para wanita mengutuk kebijakan pemerintah yang akan menaikan harga BBM, karena bila hal tersebut terjadi akan menambah beban hidup masyarakat dan akan semakin menyengsarakan rakyat, khususnya bagi kaum ibu yang akan mengalami dampak kenaikan BBM tersebut. (PJTV, 22 Maret 2012)
Unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kini terus bergulir. Seperti yang dilakukan puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMM) di kawasan Boulevard UGM, Kamis (22/3) karena menyengsarakan rakyat. Koordinator aksi, Nunung Lestari menuturkan, alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM karena terjadi kenaikan harga minyak dunia adalah alasan yang usang. Di sisi lain, sebenarnya Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar termasuk sumber minyak. (Kedaulatan Rakyat, 22 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII DIY dan KBMU Sunan Kalijaga pagi ini melakukan unjuk rasa di pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Mereka kembali menegaskan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. Massa membawa papan ucapan selamat, yang bertuliskan 'Selamat dan Bahagia, Susilo Babi Yono Pengkhianat Bangsa'. Meski belum rusuh, demo cukup panas karena beberapa orator melakukan orasi secara provokatif. Massa juga sempat membentuk lingkaran besar yang menutup akses jalan bagi kendaraan di kawasan tersebut. "Kalau SBY - Boediono sengaja menaikkan harga BBM untuk kepentingan mereka, semoga mereka cepat meninggal dunia dan mati masuk neraka," ujar orator yang diamini massa secara serentak. (Kedaulatan Rakyat, 22 Maret 2012)  Dalam aksi tersebut, mereka juga menuntut revisi UU No 2001 tentang Migas dan UU No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, menasionalisasi aset bangsa, menarik pajak tambahan atas keuntungan perusahaan minyak akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. (Media Indonesia, 22 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung di dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang dan berasal lima Universitas di Malang, bentrok dengan polisi saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (22/3/2012). Saat massa aksi memaksa masuk, untuk menjebol pintu dewan, polisi tegas memblokade. Saat itulah terjadi bentrok. Sempat ada seorang mahasiswa yang diamankan. Namun, karena didesak agar dikembalikan, akhirnya dilepas oleh polisi dan tetap bergabung dengan massa aksi lainnya. (Kompas, 22 Maret 2012)
Sekitar 80 mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia melakukan aksi tolak kenaikan BBM dengan menggelar "Operasi Pasar BBM Murah" di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis. Mereka membawa 150 botol bensin, masing-masing botol berisi 1 liter, untuk dijual kepada masyarakat luas dengan harga Rp 2,500. "Harga tersebut merupakan harga bensin sebelum rezim Susilo Bambang Yudhoyono," kata juru bicara aksi, Anisa M. Pamungkas kepada ANTARA News. (Antara, 22 Maret 2012) 
Aksi demo penolakan kenaikan harga BBM makin anarkis. Mahasiswa GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Pamekasan, membakar 1 unit sepeda motor yang terparkir di halaman gedung DPRD setempat. Pembakaran sepeda motor itu berlangsung cepat. Saat membakar aneka poster dan spanduk demo, tiba-tiba seorang mahasiswa berinisial Z menyeret sepeda motor yang hingga saat ini belum diketahui identitas pemiliknya. Aksi pembakaran sepeda motor itu langsung menyedot perhatian warga dan sejumlah pegawai Sekretariat Dewan dan kantor Sekretariat Kabupaten. Ratusan personel polisi hanya menonton aksi pembakaran. (Detik Surabaya, 22 Maret 2012)
Mahasiswa membawa pocong SBY di Jalan Diponegoro, Jakarta, (22/03). Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gampar SBY ini menuntut dibatalkannya rencana kenaikan harga BBM. (Kabar Kampus, 22 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forbes BEM se-Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan BEM KM Universitas Diponegoro (Undip) menggelar unjuk rasa menolak rencana kenaikan BBM di halaman Balai Kota Surakarta, Rabu (21/3). Demonstrasi itu diwarnai aksi penutupan pintu gerbang utama Balai Kota, serta blokade Jalan Jenderal Sudirman. Aksi itu  sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa, karena tidak berhasil menemui pejabat Pemkot. Penutupan gerbang dan blokade jalan tersebut bermula saat sejumlah perwakilan pengunjukrasa memastikan, Wali Kota Joko Widodo maupun Wawali FX Hadi Rudyatmo, tidak bisa menemui mereka di halaman Balai Kota. Saat itu, demonstran tengah menggelar orasi penolakan rencana kenaikan BBM, yang bakal diberlakukan mulai April. (Suara Merdeka, 22 Maret 2012) 


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat melakukan doa bersama dan membaca Yasin di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (22/3/2012). Aksi tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April. "Kita melihat pemerintah sudah bebal hatinya atas penderitaan rakyat. Doa ini agar mereka dibukakan pintu hatinya dan diberikan hidayah," ujar Edi Rusyandi, Ketua Umum PMII Jabar. Massa yang berjumlah sekitar 70 orang datang ke Gedung Sate pukul 11.20 WIB dengan berjalan kaki. Sebagian mendorong motor, sebagian memakai topeng dan membawa jerigen kosong serta bakul nasi kosong sebagai simbolisasi dampak yang akan dirasakan rakyat jika harga BBM naik. (Tribun News, 22 Maret 2012) Aksi vandalisme dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (22/3/2012). Menggunakan cat semprot, perwakilan massa menulis di tembok pagar sebelah kanan Gedung Sate yang berlokasi di Jalan Diponegoro. Tulisan yang dibuat pun terbilang kasar. Sementara di lantai tepat depan pagar, tertulis 'Cabut Pernyataan Gubernur Tentang Kenaikan BBM'. (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
Salah seorang peserta aksi bertopeng SBY terlihat sedang menginjak peserta aksi lainnya yang diibaratkan sebagai rakyat yang menjadi korban atas naiknya harga BBM, berbagai bentuk aksi teatrikal digelar mahasiswa pada saat demonstrasi yang berlangsung di depan gerbang kampus UPI, Kamis (22/3). (Isola Pos, 22 Maret 2012) Belasan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UPI menggelar aksi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, di depan gerbang kampus UPI, Kamis (22/3/2012). Dalam orasinya, ketua PMII UPI Ahmad Iman menilai bahwa kebijakan penaikan harga BBM akan berdampak sistemik terhadap kehidupan masyarakat, karena akan menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok. (Inilah Jabar, 22 Maret 2012) 
Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang dari lima Universitas di Malang, bentrok dengan polisi saat menggelar aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (22/3/2012). Massa aksi tersebut memaksa untuk menerobos masuk halaman gedung DPRD Kota Malang. Namun, di depan pintu masuk gedung dewan, sudah di blokade ratusan polisi. Akhirnya terjadi adu dorong hingga bentrok dengan polisi. "Kita akan aksi damai. Kita tidak akan anarkis. Namun, kami jangan dihalangi bertemu dengan anggota dewan untuk menyampaikan aspirasi kami. Jangan salahkan kami kalau melawan polisi. Hal ini kami lakukan untuk kepentingan rayat," tegas koordinator aksi, Iwan Junaidi dalam orasinya. (Berita Jatim, 22 Maret 2012)
Puluhan massa dari organisasi mahasiswa dan buruh Subang mengecam rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Massa yang berasal dari BEM se-Subang, GPI, Gemas, PMII, dan Kasbi menilai rencana kenaikan BBM pada April 2011 mendatang bukti pemerintah pimpinan SBY-Boediono tidak sensitif terhadap nasib rakyat. "Mereka tidak pernah merasakan penderitaan yang dialami oleh rakyat. Membuat kebijakan seenaknya. Betul kata Bung Karno, musuh kita saat ini lebih berat karena menghadapi bangsa sendiri," ujar perwakilan demonstran Jaka Arizona, Kamis (22/3/2012). (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
Puluhan pengujuk rasa gabungan dari elemen mahasiswa dan kaum buruh menyandera salah seorang anggota DPRD Subang, Rohmani yang mendukung kenaikan harga BBM, Kamis (22/3/2012). Aksi itu berawal saat puluhan massa sedang berorasi di Gedung DPRD. Salah seorang pengunjukrasa melihat Rohmani masuk kendaraan miliknya dan hendak meninggalkan gedung dewan dan langsung meneriaki anggota Fraksi Demokrat DPRD tersebut. Massa yang semula berorasi langsung mengejar kendaraan yang ditumpangi Rohmani dan memaksa anggota Komisi A tersebut keluar kendaraan untuk digelandang ke tempat semula. (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
DPRD Kabupaten Garut menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya dilakukan pemerintah mulai 1 April mendatang. Penolakan tersebut disampaikan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut saat menerima sekitar seratus massa aktivis sejumlah elemen pergerakan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Garut Jalan Patriot, Kamis (22/3/2012). Beberapa anggota DPRD Garut mewakili masing-masing fraksinya dipaksa menandatangani dan menyampaikan surat pernyataan dukungan terhadap penolakan kenaikan harga BBM di hadapan kerumunan massa. Mereka antara lain Suyatna mewakili Fraksi Partai Golongan Karya, Wawan Kurnia mewakili Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Juju Hartati mewakili Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
Pendukung Hizbut Tahrir Indonesia saat melakukan aksi unjuk rasa tolak kenaikan BBM di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (22/3/2012). Dalam aksinya HTI menuding pemerintah telah berlaku zalim kepada rakyat, bila bersikukuh menaikkan harga BBM. (Viva News, 22 Maret 2012) (Okezone Foto, 22 Maret 2012)
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta terlibat aksi dorong dengan polisi saat berupaya menyegel kantor Pertamina Yogyakarta saat melaksanakan aksi unjuk rasa dan memblokade Jalan Mangkubumi, Jogja, Kamis (22/3/2012). Gelombang unjuk rasa menentang rencana pemerintah untuk menaikkan haga BBM hampir setiap hari terus berlangsung di Jogja. Mereka menganggap kenaikan harga BBM akan berdampak pada naiknya segala sektor kehidupan dan akan menyengsarakan rakyat miskin. (Solo Pos, 22 Maret 2012)
Ratusan mahasiswa di Semarang kembali berunjuk rasa menolak rencana kenaikan BBM. Mereka membakar ban dan keranda putih di depan kantor DPRD Jateng. Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Organisasi Kota Semarang (POROS) mengawali aksinya di gerbang Universitas Diponegoro, Jalan Pleburan, Kamis (22/3/2012). Kemudian, mereka bergeser ke kantor DPRD Jateng, Jalan Pahlawan. Massa berasal dari berbagai organisasi mahasiswa yaitu SMI, GMNI, PMII, HMI MPO, GMKI, dan KAMMI. Mereka berjalan dengan mengusung keranda putih dengan tulisan 'Rakyat' berwarna merah yang menyimbolkan kematian rakyat akibat kenaikan BBM. (Detik News, 22 Maret 2012)

Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar berunjukrasa dengan menutup jalan di depan kampus mereka, Makassar, Sulsel, Kamis (22/3). Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. (Antara, 22 Maret 2012) Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Dari hari ke hari, eskalasi penolakan rencana kenaikan harga BBM terus meningkat seperti terlihat di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/3/2012). Mahasiswa membakar ban bekas dan aksi yang semakin keras. Kemarin, mahasiswa membakar mobil yang melintas. (Detik Foto, 22 Maret 2012) (Media Indonesia Foto, 22 Maret 2012)
Unjuk Rasa menentang rencana kenaikan harga BBM terjadi di mana-mana. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, massa yang tergabung dari berbagai elemen Masyarakat, yaitu: Gerakan Pemuda Islam (GPI), Gerakan Mahasiswa Subang (GEMAS), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), BEM Universitas Subang dan Forum Warga Mendesak DPRD Kabupaten Subang mengeluarkan surat penolakan kenaikan harga BBM secara resmi yang harus ditujukan kepada  presiden SBY dan DPR RI. Dalam aksi teatrikal itu, massa secara simbolis menulis surat dan meminta patung burung garuda yang berada di alun-alun Subang untuk menyampaikan surat ke Presiden SBY. Isi dari surat itu menyatakan bahwa seluruh rakyat kabupaten subang menolak tegas rencana kenaikan BBM. (Pelita Online, 22 Maret 2012)
Aksi unjukrasa mahasiswa di Medan menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM  kembali berlangsung hari ini, Kamis (22/3/2012). Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen menggelar aksi di depan kampus mereka jelang tengah hari. Dalam aksi ini mereka sempat memblokir Jl Perintis Kemerdekaan dan membakar ban-ban bekas. Tak hanya disandera, mobil plat merah ini juga diinjak-injak. Beberapa mahasiswa sambil membawa bendera dan megaphone berorasi di atap mobil. Aksi semakin panas jelang tengah hari,  ratusan polisi anti huru-hara diturunkan. Karena beredar kabar mobil akan dibakar para mahasiswa.  Kabar pembakaran mobil ini sempat meluas melalui BlackBerry Messenger (BBM)  ke redaksi Medan Magazine. (Medan Magazine, 22 Maret 2012) Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Sutomo Merintis Kemerdekaan (FSMK) Medan merusak sebuah mobil dinas yang melintas, saat berunjukrasa di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sumut, Kamis (22/3). Aksi mahasiswa tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (Media Indonesia, 22 Maret 2012)
Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banyumas (Jateng) berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (22/3/2012). Massa melakukan "longmarch" dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto menuju Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas di Purwokerto. Mahasiswa meneriakkan tuntutan penolakan rencana penaikan harga BBM serta membawa sejumlah poster, antara lain bertuliskan "Tangkap Mafia Perminyakan" dan "Revolusi Harga Mati". (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Mahasiswa Universitas Bung Karno Jakarta hari ini mulai menggelar aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak di jalan Diponegoro, depan YLBHI Jakarta, Kamis (22/3/2012). Dalam aksinya puluhan mahasiswa berjas merah ini mengatakan akan melakukan blokir jalan Diponegoro sebagai bentuk kekecewaan mereka pada pemerintah. Aksi tersebut dimulai dengan longmarch mahasiswa dari dalam kampus mereka di Kimia Raya menuju ujung jalan yang berhadapan langsung dengan jalan Diponegoro raya. Dalam aksinya mahasiswa membawa 3 tuntutan yaitu Menolak Kenaikan Harga BBM, Turunkan Harga dan Turunkan SBY-Boediono. (Seruu.com, 22 Maret 2012) (Image Tribun News, 25 Maret 2012)
Puluhan Massa perwakilan dari komunitas Fesbuker Indonesia dan elemen buruh yang tergabung dalam Laskar Rakyat membangun posko rakyat tolak kenaikan BBM di depan gerbang DPR-RI. Tampak juga silih berganti puluhan buruh dari Bekasi, Aliansi Buruh Bekasi Bergerak dan FSPMI serta dari Sekber Buruh juga datang bergantian ke Posko Laskar Rakyat Menolak Kenaikan BBM di depan gedung DPR. Sampai jam 17.00 pantauan seruu.com mereka berencana menginap di depan gedung DPR. (Seruu.com, 22 Maret 201) Ratusan buruh terus melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Mereka pun mulai hari ini mendirikan tenda dan posko tepat di depan gedung DPR, Jakarta. "Posko penolakan kenaikan BBM didirikan di depan gedung DPR mulai hari ini dan terus dihuni buruh setiap hari 24 jam," ujar Anggota Presidium Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), Timboel Siregar kepada Tribunnews.com, Kamis(22/3/2012). (Tribun News, 22 Maret 2012) (Foto Okezone, 22 Maret 2012)
Baru saja didirikan, aparat kepolisian akhirnya membubarkan paksa posko Laskar Rakyat menolak kenaikan BBM yang dibangun oleh buruh dan fesbuker di depan gerbang DPR RI, Kamis (22/3/2012) petang. Puluhan aparat kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang dan Polres Jakarta Selatan nampak merubuhkan sejumlah spanduk dan tenda yang dibangun oleh para aktivis di depan gedung DPR RI. Negosiasi yang coba dibangun oleh perwakilan dari Laskar Rakyat gagal mencapai kesepakatan dengan polisi. Aparat bersikeras aksi mereka tidak mendapatkan izin.
Sempat terjadi ketegangan di lokasi aksi, namun massa tidak melakukan perlawanan berarti karena jumlah aparat yang lebih banyak. (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Seribuan massa dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3), di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat. Dalam aksinya pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk yang berisi kritik pada pemerintah. "Liberalisasi Migas: rakyat buntung asing untung. Sebentar lagi bensin di Indonesia semuanya Bensin campur. Sedia bensin campur; campur penderitaan rakyat, campur kebohongan penguasa, campur tangan asing. Tolak kenaikan BBM tolak liberalisasi Migas. Kenaikan BBM aspirasi rakyat? Bohong!" demikian isi sejumlah spanduk mereka. HTI menuding pemerintah telah berlaku zalim kepada rakyat, bila bersikukuh menaikan harga BBM. "Kami menilai kebijakan ini (menaikkan BBM) adalah zalim dan khianat," kata Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto. (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Bersatu melakukan unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (22/3). Pada unjuk rasa tersebut mereka menuntut tolak demokrasi liberal. (Tempo, 22 Maret 2012) Puluhan pendemo menolak rencana kenaikan harga BBM dan memadati jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (22/3/2012). Aksi ini sempat menyita 3 lajur jalan dan membuat jalan tersebut menjadi macet. (Detik Foto, 22 Maret 2012)
Ribuan simpatisan PDI Perjuangan Kalimantan Timur memadati jalan raya di Samarinda dalam unjukrasa menolak kenaikan BBM, Kamis (22/3). Unjukrasa ini membuat lalu lintas di Kota Samarinda macet. (Tempo, 22 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembatalan rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi dengan melakukan longmarch dari Masjid Raya Dompu menuju Gedung DPRD Dompu,Kamis (22/3), sempat memacetkan pengguna jalan di jalan Soekarno-Hatta Dompu. Sempat terjadi ketegangan antara pengguna jalan dengan mahasiswa, saat mahasiswa melakukan penutupan perempatan depan Koramil Dompu. (RRI, 22 Maret 2012)
Merasa tidak sepaham dengan kebijakan pemerintah dalam hal kenaikan BBM, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK), Kamis (22/3/2012), menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan tersebut. Sambil membentangkan spanduk dan juga poster mereka juga meneriakkan yel-yel anti pemerintah. Dalam aksi yang dipusatkan di halaman Gedung DPRD Kota Cilegon ini, mereka menyebutkan bahwa berbagai bentuk penyelesaian yang diajukan oleh pemerintah pada hakikatnya tidak solutif, dan cenderung menguntungkan pihak asing. (Koran Banten, 22 Maret 2012)
Aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Indramayu (Jawa Barat) dan Semarang (Jawa Tengah) hari ini berlangsung dengan berbagai cara. Di Semarang, unjuk rasa diwarnai kericuhan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang dipicu karena mereka tidak diperbolehkan masuk gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dalam orasinya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Poros Mahasiswa Semarang tersebut menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Pengunjukrasa mengakhiri aksi dengan membakar keranda di jalan depan gubernuran, sebagai simbol matinya rakyat miskin akibat tindakan pemerintahannya sendiri. (Berita Satu, 22 Maret 2012)
Polisi membubarkan unjuk rasa penolakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/3), karena mengganggu ketertiban. Unjuk rasa memaksa petugas SPBU menghentikan pelayanan kepada calon pembeli BBM selama lebih dari satu jam. Akibatnya, sejumlah pengguna kendaraan yang berniat membeli BBM di SPBU itu membatalkan niat mereka karena terhalang aksi pengunjuk rasa dan puluhan polisi. Melihat jumlah polisi yang lebih banyak, akhirnya pengunjuk rasa menghentikan aksi di depan SPBU yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Palu. Selanjutnya mereka kembali ke markas di kantor Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palu dengan berjalan kaki. (Media Indonesia, 22 Maret 2012)
Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak ini, dilakukan puluhan aktifis mahasiswa dengan melakukan sweeping kantor pemerintahan Garut Rabu Pagi. Dalam aksinya, mereka menggunakan topeng foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Presiden Boediono, serta membawa berbagai poster tuntutan penolakan rencana kenaikan harga BBM. Dalam orasinya massa menganggap kepeminpinan SBY Boediono telah sukses menyengsarakan rakyat, karena dengan dinaikannya harga BBM tersebut akan sangat berdampak pada kenaikannya harga-harga kebutuhan bahan pokok dan transportasi. (PJTV, 22 Maret 2012)
Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus menyebar ke sejumlah daerah di Indonesia. Sasaran aksi demonstran juga terus tertuju pada penyerangan aset-aset vital. Halnya di Kota Tangerang, puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat Tangerang mulai melakukan penyegelan SPBU, Kamis (22/03) siang. Beruntung, petugas cepat datang dan menghalau mahasiswa agar tidak melaksanakan niatnya. Kericuhan kecil antara mahasiswa dan petugas kepolisian yang berjaga tak terhindarkan. Mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan polisi. Sempat terjadi perdebatan antara perwakilan mahasiswa dengan polisi. (Banten Post, 22 Maret 2012)
Tiga kelompok massa bergabung menjadi satu dalam aksi menolak kenaikan harga BBM di Pekanbaru, Kamis (22/3/12). Hampir tiap hari demo seperti ini terjadi. (Riau Terkini, 22 Maret 2012) 
Puluhan tukang becak di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/3), berunjuk rasa. Aksi ini berlangsung ricuh karena polisi berupaya memadamkan ban bekas yang dibakar. Lantaran jumlah lebih sedikit, para tukang becak akhirnya kalah. Dalam aksinya, para tukang becak meminta Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, menemui mereka dan mendatangi surat pernyataan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM. Namun, massa harus kecewa karena bupati tidak berada di tempat. Namun, Wakil Bupati Soetadi berjanji menyampaikan keinginan warga ini kepada Bupati Yoyok. (Liputan 6, 23 Maret 2012)    
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (KM BEM) melakukan aksi demo di bundaran tugu depan Pasar Cinde, Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Kamis (22/3). Mereka membentangkan poster, spanduk, dan keranda mayat. Aksi tersebut mendapat kawalan petugas Polresta Palembang dan Polsek karena memacetkan arus lalu lintas. Koordinator aksi, Daud Zen, dalam orasinya menuntut pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM dan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena merupakan bentuk pembodohan terselubung bagi rakyat. (lemabang.wordpress.com, 22 Maret 2012)  
Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Komite Bangkit Asahan berunjuk rasa, menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di depan Kantor Bupati Asahan Rabu (22/3) pukul 10.55 WIB. Para mahasiswa, lebih kurang 40 orang itu, mengendarai sepeda motor mereka menuju pintu utama kantor bupati. Mereka menyampaikan aspirasi, menolak kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah pada 1 April 2012. 
Keinginan mereka, agar aspirasi itu diterima Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP, tidak tercapai, dengan alasan bupati sedang melakukan rapat dan hanya bisa diterima beberapa pejabat penting lainnya para mahasiswa menolak dan memilih melakukan orasi di Jalan Lintas Sumatera yang berada di depan gedung bupati. (Harian Analisa, 24 Maret 2012)
BEM Unand Sumbar tolak kenaikan harga BBM. (Padang Today, 22 Maret 2012) 
  23 MARET 2012 

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan unjuk ras di Gladak, Solo, Jumat (23/3). Mereka menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah pada 1 April 2012 mendatang. (Solo Pos, 23 Maret 2012)
Berbagai cara penolakan terhadap rencana penaikan harga BBM oleh pemerintah dilakukan oleh elemen masyarakat di Banyumas, Jawa Tengah. Jumat (23/3), anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masuk ke pasar-pasar untuk memberikan selebaran berisi penolakan rencana penaikan BBM. Sementara sepanjang Kamis (22/3), berbagai elemen mahasiswa turun ke jalan untuk menolak kebijakan pemerintah yang dinilai akan menyengsarakan masyarakat tersebut. Aktivis HTI Banyumas mulai pukul 06.00 WIB telah menandatangani berbagai tempat keramaian seperti pasar dan terminal bus. (Media Indonesia, 23 Maret 2012) 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak menyatakan enam hal; pertama,  menolak rencana kenaikan harga BBM, kedua mengoptimalisasi pajak tambahan atas keuntungan perusahaan minyak akibat lonjakan harga minyak mentah dunia, ketiga penambahan terhadap kapasitas kilang minyak nasional untuk memenuhi pasokan minyak dalam negeri, keempat menghentikan pembodohan dan pemiskinan terhadap rakyat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), kelima tangkap dan tindak tegas para penimbun BBM, dan keenam mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah kota Pontianak dan anggota DPRD Kota Pontianak untuk menolak kebijakan kenaikan BBM. (Radio Volare, 23 Maret 2012)
Sejumlah mahasiswa di Kalimantan Selatan melakukan mogok makan sebagai bentuk penolakan atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) April mendatang. Aksi tersebut dilakukan di kemah yang mereka bangun di depan gedung DPRD kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin. Aliansi Gerakan Mahasiswa Kalimantan Selatan (AGMKS). Namun dua dari lima mahasiswa yang melakukan aksi itu kini sakit dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Aksi mogok makan dilengkapi dengan melakban mulut mereka. Mereka bertekad akan terus melanjutkan aksi sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatalkan rencana penaikan harga BBM yang dinilai sangat merugikan rakyat. (Media Indonesia, 23 Maret 2012)
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Gowa Raya menutup setengah badan jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/03/2012) sore. Para mahasiswa itu berorasi di tengah jalan menyerukan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mahasiswa juga membakar ban bekas sehingga memacetkan arus lalu lintas trans-Sulawesi dari kota Makassar ke daerah lain di bagian selatan. (Kompas, 23 Maret 2012)
Untuk mendukung perjuangan buruh, mahasiswa, dan seluruh elemen rakyat penolak rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), aktivis Ratna Sarumpaet meresmikan Posko Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC), di depan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat (23/3). Menurutnya, posko tersebut didirikan untuk mendukung perjuangan seluruh elemen masyarakat dalam menuntut keadilan, salah satunya perjuangan aksi menolak kenaikan harga BBM yang kini gencar dilakukan. Dikatakan, posko tersebut merupakan sumbangan non rupiah yang akan memberikan logistik bagi para pengikut aki demonstrasi di Jakarta, seperti menyalurkan air mineral, nasi bungkus, layanan kesehatan, dan lainnya. (Gatra News, 23 Maret 2012)
Rencana kenaikan harga BBM April mendatang terus menuai kecaman dari mahasiswa. Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi unjukrasa penolakan tersebut tetap dilakukan, meski sedang libur nyepi. Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Jumat, (23/3/2012). Aksi tersebut dipusatkan di depan Kampus UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar belasan ban bekas serta menutup penuh jalur Sultan Alauddin dengan melintangkan dua mobil kontainer ditengah jalan. (Seruu.com, 23 Maret 2012) 

Ratusan santri dan ulama di Kota Tasikmalaya turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM (bakan bakar minyak), serta melakukan orasi di tugu Adipura Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Jumat (23/3/12). Mereka yang melakukan aksi unjuk rasa itu umumnya para santri maupun santriwati dari mulai anak-anak didik, pengajar, hingga ulama. Unjuk rasa itu mulai sekitar pukul 8.00 WIB dengan awal rute dari alun-alun kemudian berjalan kaki hingga Tugu Adipura. Di sana mereka mengucapkan yel-yel supaya pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Setelah melakukan orasi di tugu Adipura, selanjutnya mereka menyusuri Jalan KHZ Mustofa, Komplek lapang Dadaha, dan kembali ke alun-alun di Jalan Oto Iskandar Dinata. (Pikiran Rakyat, 23 Maret 2012)

 25 MARET 2012  

Ratusan wanita berjilbab yang mengatasnamakan dirinya Moeslim University Khilafah melakukan Long March dari depan kampus universitas muslim Indonesia jalan Urip Sumoharjo menuju ke bawah jembatan fly over untuk berorasi. Dalam tuntutannya mereka menuntut agar pemerintah membatalkan niatnya untuk menaikkan harga dasar Bahan Bakar minyak dari sebelumnya Rp 4500/liter menjadi Rp 6000/liter nya. (Tribun News, 25 Maret 2012)
 Ribuan Massa HTI menyatakan sikapnya menolak rencana pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Meskipun pemerintah seperti tak bergeming, ribuan massa yang terdiri dari dewasa dan anak-anak ini menegaskan bahwa menaikkan harga BBM adalah kebijakan khianat dan dzalim. 'Allahu akbar, Allahu akbar' teriak massa Hizbut Tahrir Indonesia saat berbaris memenuhi pedestrian depan Gedung Grahadi Surabaya. Hampir 5000 massa ini bahkan telah memenuhi kawasan sepanjang Taman Apsari hingga SDN Kaliasin III sejak pukul 08.00 WIB. (DetikSurabaya, 25 Maret 2012)
 Aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa. Ratusan ibu-ibu sambil membawa anaknya, pada hari Minggu (25/3/2012) ikut turun ke jalan menuntut agar harga BBM urung dinaikkan. Ibu-ibu ini melakukan jalan kaki (longmarch) sejauh 5 kilometer di pusat kota Makassar. Ibu-ibu yang sebagian membawa atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu memulai aksi jalan kaki dari depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, menuju Monumen Mandala yang terletak di Jl Jendral Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan. (Kompas, 25 Maret 2012) (Image Detik, 25 Maret 2012)
 Puluhan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Babel, menggelar aksi damai menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Minggu (25/3/2012). Aksi berlangsung di Taman Merdeka Pangkalpinang dan dijaga sejumlah anggota Polres Pangkalpinang. Juru bicara HTI Babel Fachrudin Halim dalam orasinya mengatakan, kenaikkan harga BBM akan menyengsarakan masyarakat. Kenaikan harga BBM menurutnya, bagian dari pesanan kapitalis asing yang bercokol di Indonesia. (Tribun News, 25 Maret 2012) Aksi long march dimulai dari Alun-alun Taman Merdeka (ATM) menuju perempatan Ramayana. Long march diikuti pria, wanita, dan bahkan anak-anak. Dengan pengawalan polisi, long march berjalan lancar. Arus lalu lintas hanya sedikit tersendat saat massa aksi melewati jalan utama di dalam kota Pangkalpinang. (Bangka Pos, 25 Maret 2012)
Puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid melakukan aksi tolak kenaikan BBM di Malioboro Yogyakarta, Minggu (25/3). Massa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2012 nanti. (Berita Daerah, 25 Maret 2012) 
Tampak terlihat para pendemo yang menolak akan kenaikan harga BBM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 25 Maret 2012, Pukul 14.30 WIB. (Berita Daerah, 25 Maret 2012)
Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia, Kota Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal menggelar unjuk rasa untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan diberlakukan pemerintah mulai awal April 2012. Hal itu mereka lakukan karena menilai kenaikan harga BBM akan merugikan rakyat dan kebijakan tersebut merupakan bentuk kebijakan kapitalistik yang membuat negeri ini menjadi semakin tidak mandiri. Unjuk rasa dimulai dari perempatan RSUD Kardinah. Dengan membawa berbagai macam poster, spanduk dan bendera, peserta aksi yang sebagian besar kaum perempuan dan anak-anak berjalan kaki menyusuri Jalan Sultan Agung dan AR Hakim. Tepat di depan Bank BCA mereka berhenti sejenak untuk menyampaikan orasi. (Suara Merdeka, 25 Maret 2012)

Mahasiswa BEM Priatim,yang terdiri dari BEM Unsil, STHG, STAI, HMI, dan PMII, melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden SBY yang akan menghadiri Muktamar XIV Persis di Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/9). (Pikiran Rakyat, 25 Maret 2012)
Sumber Referensi:
Presiden Minta Demo BBM Tertib (Kompas, 22 Maret 2012)
Unjuk Rasa Tolak Harga BBM Terus Berlangsung (Kedaulatan Rakyat, 22 Maret 2012)
Lagi-lagi, Mahasiswa UIN Tolak Kenaikan Harga BBM (Kedaulatan Rakyat, 22 Maret 2012) 
Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh (Surabaya Pagi ,22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM (Antara, 22 Maret 2012)
Mahasiswa Tutup Gerbang Balai Kota (Suara Merdeka, 22 Maret 2012)
Mahasiswa Baca Yasiin dan Berdoa Bersama (Tribun News, 22 Maret 2012)
Lagi, Mahasiswa Yogyakarta Unjuk Rasa Tolak Penaikan BBM (Media Indonesia, 22 Maret 2012)

Ganggu SPBU, Unjuk Rasa Mahasiswa Dibubarkan Paksa (Media Indonesia, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Kalsel Mogok Makan (Media Indonesia, 23 Maret 2012)
Massa di Subang Kecam Rencana Kenaikan BBM (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
DPRD Garut Tolak Kenaikan Harga BBM (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
Pendemo Paksa Anggota Dewan Artikan DPRD (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)

Penolak BBM Naik Coret-coret Tembok Gedung Sate (Inilah Jabar, 22 Maret 2012)
Aktivis PMII Malang Bentrok dengan Polisi (Berita Jatim, 22 Maret 2012)
Takbir: Hizbut Tahrir Tolak BBM Naik (Viva News, 22 Maret 2012)
SEGEL KANTOR PERTAMINA (Solo Pos, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Mahasiswa Semarang Bakar Ban & Keranda (Detik News, 22 Maret 2012)
Di Subang, Para Aktivis Kecam Rencana Kenaikan BBM (Pelita Online, 22 Maret 2012)
Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Medan Rusak Mobil Pemerintah (Medan Magazine, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM Mahasiswa UBK Siap Blokir Jalan Diponegoro (Seruu.com, 22 Maret 2012)
PMII Banyumas : BBM Naik, Revolusi Harga Mati !! (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Blokir Jalan (Seruu.com, 23 Maret 2012)
Polisi Bubarkan Paksa Posko Laskar Rakyat Menolak Kenaikan BBM di DPR (Seruu.com, 22 Maret 2012)
HTI : Kenaikan BBM Untungkan Asing dan Zalimi Rakyat, Defisit APBN Hanya Retorika SBY! (Seruu.com, 22 Maret 2012)
Foto-foto Peristiwa Hari Ini (22/3) (Tempo, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan Harga BBM Mahasiswa Bakar Sepeda Motor (Detik Surabaya, 22 Maret 2012) 
HMI Dompu Gelar Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM (RRI, 22 Maret 2012)
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa (Koran Banten, 22 Maret 2012)
Di Semarang Bakar Keranda, di Indramayu Tutup SPBU (Berita Satu, 22 Maret 2012)
Puluhan Perempuan HTI Tolak Kenaikan BBM (PJTV, 22 Maret 2012)
Puluhan Mahasiswa Garut Sweeping Kantor Pemda Guna Menolak Kenaikan BBM (PJTV, 22 Maret 2012)
Aksi Mahasiswa Tangerang Tolak Kenaikan BBM Bentrok (Banten Post, 22 Maret 2012)
DEMO BBM (Solo Pos, 23 Maret 2012)
HTI Bagikan Selebaran Tolak Penolakan Penaikan Harga BBM (Media Indonesia, 23 Maret 2012) 
PMII Kota Pontianak Gelar Aksi Penolakan Kenaikan BBM (Radio Volare, 23 Maret 2012)
Tukang Becak juga Menolak Kenaikan Harga BBM (Liputan 6, 23 Maret 2012)
Posko RSCC Dukung Logistik Demonstran BBM (Gatra News, 23 Maret 2012)
Demo BBM, Mahasiswa UMI Jalan Kaki ke Fly Over (Tribun News, 25 Maret 2012)
Kenaikan Harga BBM Pesanan Asing (Tribun News, 25 Maret 2012)
Hizbut Tahrir Indonesia Tolak Kenaikkan Harga BBM (DetikSurabaya, 25 Maret 2012)
Aksi Tolak Kenaikan BBM di Yogyakarta (Berita Daerah, 25 Maret 2012)
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM (Berita Daerah, 25 Maret 2012)
KM BEM Tolak Harga BBM Naik  (lemabang.wordpress.com, 22 Maret 2012) 
HTI Babel Long March Tolak Kenaikkan Harga BBM (Bangka Pos, 25 Maret 2012)
Mahasiswa Asahan Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM (Harian Analisa, 24 Maret 2012)
Ratusan Anggota Hizbut Tahrir Tolak Kenaikan Harga BBM (Suara Merdeka, 25 Maret 2012)
Ratusan Santri dan Ulama Turun Tolak Kenaikan Harga BBM (Pikiran Rakyat, 23 Maret 2012)
Gambar diunduh dari berbagai sumber media.

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons