Rabu, 11 Januari 2012

Inilah Fakta di Balik Skandal 'Mayat Hidup' Century

JAKARTA, RIMANEWS - Skandal bailout Bank Century telah sekian lama terkatung-katung dan tak jelas penyelesaiannya. Hal ini tentunya mengundang pesimisme di kalangan publik akan adanya penegakkan hukum yang tidak pandang bulu di negeri ini. Sehingga tak berlebihan jika ada yang menyebut mega skandal ini sebagai 'mayat hidup' yang tak jelas statusnya.

Sebenarnya apa yang akan terjadi jika Bank Century tidak diselamatkan? Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo membeberkan sejumlah hal yang penting untuk diketahui publik, yaitu:
  1. Dana FPJP yang digelontorkan BI atas dengan mengubah-ubah aturan senilai Rp 632 miliar akan lenyap. Dalam hal ini Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia harus bertanggung jawab.
  2. Dana Budi Sampoerna yang hampir mencapai Rp 2 triliun juga akan hilang dan hanya dijamin sesuai UU Rp 2 miliar.
  3. Ada Lebih dari Rp 560 miliar dana milik perusahaan BUMN seperti Jamsostek dll akan hangus. Dan dapat dipastikan para dirut perusahaan BUMN tersebut akan terseret ke meja hijau krn mereka melanggar ketentuan dengan menempatkan dana di Bank yang tidak sehat.
  4. Demikian juga dana puluhan hingga ratusan miliar milik yayasan BI, koperasi Depkeu, Asabri dll akan hilang dan hanya diganti Rp 2 miliar sesuai ketentuan.
  5. Yang tidak kalah pentingnya adalah adanya dana bantuan lunak dari AS, yaitu GSM 201 senilai ratusan miliar juga akan lenyap.
Jadi pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar langkah BI mem-bailout Bank Century itu untuk penyelamatan ekonomi nasional? Atau hanya penyelamatan pihak-pihak yang memiliki simpanan dana jumbo di bank tersebut sekaligus menyelamatkan diri dari kebijakan yang keliru saat menggelontorkan FPJP senilai Rp 632 miliar ke bank tersebut?

Bambang juga mengungkapkan kekeliruan dalam bailout Century tersebut antara lain penyimpangan:
  1. Surat No 638 tanggal 30 Oktober 2008 tentang permohonan Repo Asset.
  2. Surat No. 658 tanggal 3 November 2008 tentang tambahan data permohonan Repo.
  3. Akte Notaris No 176 tanggal 14 November 2008 berupa Perjanjian Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) antara Pihak BI dengan Bank Century di depan Notaris Buntario Tigris.
  4. Mengubah persyaratan FPJP dari CAR 8% pada PBI 10/26/PBI tanggal 30 Oktober 2008 menjadi CAR 0% atau minimal Positive (+) pada PBI 10/30/PBI tanggal 14 November 2008.
Fakta yang jelas melanggar hukum, Menurut Bambang, adalah Akte yang ditandatangani pada pukul 02.00 WIB tanggal 15 November 2008. Sementara dana FPJP dikucurkan tanggal 14 November 2008 pukul 20.43 WIB. Bagaimana bisa akta kredit belum diteken dan jaminan belum diserahkan, fasilitas pinjaman sudah cair.

Lalu,lanjutnya, surat Gubernur BI kepada Ketua KSSK No 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008 yang ditandatangani Boediono selaku Gubernur BI dan dalam lampirannya yang juga di paraf oleh Boediono, BI mengakui bahwa CAR Bank Century hasil koreksi BI per 31 Oktober 2008 adalah -3,53% (minus) artinya Bank Century tidak layak untuk diselamatkan.

Sri Mulyani Indrayani tentu tak mau disalahkan sendirian. Itu tercermin dalam 3 surat bersifat Sangat Rahasia (SR) yang dikirimkan SMI kepada Presiden SBY. Yaitu;

(1) SR-01 tanggal 25 November 2008.
(2) SR-02 tanggal 04 Februari 2009.
(3) SR-03 tanggal 29 Agustus 2009.

Dalam ketiga suratnya itu, SMI melaporkan kepada Presiden SBY semua perkembangan dan kesalahan data dalam proses bailout Bank Century.[ach]

Sumber: Inilah Fakta di Balik Skandal 'Mayat Hidup' Century (Rima News, 11 Januari 2012 03:24 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons