Rabu, 11 April 2012

Mahasiswa Protes RUU Pendidikan Tinggi

TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Rabu, 11 April 2012 siang, menggelar demonstrasi di depan gerbang gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk protes atas draft terbaru Rancangan Undang-undang Pendidikan Tinggi. 

Salah satu pasal dalam RUU Pendidikan Tinggi yang diprotes mahasiswa anggota BEM UI adalah sumber pendanaan perguruan tinggi. Ketua BEM UI Faldo Maldini menilai dalam RUU tersebut pemerintah terkesan lepas tangan mendanai biaya operasional perguruan tinggi. “Kampus disuruh cari uang sendiri,” kata Faldo di sela-sela demonstrasi.

Mahasiswa berharap UU Pendidikan Tinggi nanti justru dapat mengalokasikan dana yang lebih besar kepada perguruan tinggi agar biaya kuliah tidak membengkak. Dengan demikian pendidikan tinggi bisa dicapai juga oleh masyarakat miskin. “Kami minta subsidi yang lebih besar,” katanya.

Dalam RUU versi 4 April 2012, dalam Pasal 89 ayat 3 disebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan dana bantuan operasional perguruan tinggi negeri paling sedikit 2,5 persen dari anggaran fungsi pendidikan. Dana tersebut diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pebdapatan dan belanja daerah (APBD). Adapun dasar pemerintah mengalokasikan dana bagi perguruan tinggi adalah standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi. 

Ada tiga variabel yang menentukan besaran satuan biaya operasional itu, yaitu standar nasional pendidikan tinggi, jenis program studi, dan indeks kemahalan wilayah perguruan tinggi. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 88 RUU Pendidikan Tinggi versi 4 April 2012. Standar serupa juga dijadikan acuan untuk menentukan besar biaya kuliah yang harus ditanggung oleh mahasiswa yang akan diatur lebih rinci dalam peraturan menteri. 

BEM UI juga memprotes otonomisasi perguruan tinggi, khususnya otonomi non-akademik yang mencakup pengelolaan keuangan. Menurut Faldo, poin otonomisasi pengelolaan keuangan ini sama saja mengkomersialisasikan pendidikan tinggi. “Tidak ada peran negara. Negara lepas tanggung jawab,” katanya. 

ANANDA BADUDU 

Sumber: Mahasiswa Protes RUU Pendidikan Tinggi (Tempo, 11 April 2012 13:06 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons