Selasa, 03 April 2012

Mei, Target Mahasiswa Turunkan SBY-Boediono?

JAKARTA, RIMANEWS - Hasil sidang paripurna terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai hanya sebagai bentuk panggung sandiwara yang dipertontonkan kepada masyarakat Indonesia. Hasil tersebut dirasakan sebagai bentuk penipuan semata. Keputusan maupun sikap DPR dan Pemerintah tersebut masih menuai kecaman. Bukan hanya masyarakat, Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) mengecam hal tersebut.

Konami menyatakan tetap menyerukan perjuangan rakyat Indonesia belum selesai. Kesatuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia ini menganggap penipuan dan penderitaan masyarakat justru akan semakin parah dengan hasil paripurna DPR tersebut. Pasalnya dengan pwngalihan wewenang terhadap rezim SBY-Boediono untuk mengurus harga BBM maka kontrol terhadap harga BBM yang menyentuh kebutuhan hidup masyarakat hanya berada di tangan pemerintah dan bukan DPR. "Hasil Paripurna DPR yang sesungguhnya tidak lain adalah akal-akalan yang penuh tipu daya. Untuk itu kami serukan dan tegaskan bahwa perjuangan rakyat Indonesia belum selesai," kata juru bicara KONAMI Firmana Tri Andika di Jakarta, Senin (02/4/2012).

Selain itu dalam pandangan Konami, kegagalan SBY memimpin negara ini bukan hanya soal BBM, tetapi juga rentetan peristiwa kekerasan dan penindasan di daerah seperti kasus Mesuji, Lampung. Kemudian melemahnya ekonomi kerakyatan karena kehadiran investor asing yang malah diprioritaskan oleh pemerintah. "Melemahnya ekonomi kerakyatan karena investor asing, meningkatnya korupsi, jumlah pengangguran dan jumlah rakyat miskin, seluruhnya menjadi alasan bahwa rezim SBY sesungguhnya telah gagal dan berkhianat pada rakyat," tegas Firmana.

Buat KONAMI, target perjuangan mereka sejak menggulirkan Maklumat KONAMI pada 27 Januari 2012 lalu adalah menghentikan penindasan dan penipuan sitematis yang dilakukan negara terhadap rakyatnya. Karena pada dasarnya semua kekuatan politik yang menghuni tampuk kekuasaan saat ini jelas sedang bersiasat untuk terus membodohi dan menipu rakyat Indonesia dengan segala cara. "Tidak hanya melakukan penipuan secara pencitraan. Tapi secara sistematis kekuasaan saat ini telah melakukan penipuan dan pelanggaran konstitusi secara nyata dan terang - benderang. Mereka memakai semua alat kekuasaan, legislatif hingga yudikatif lewat aparat penegak hukum untuk melegitimasi pebuatan dan keinginan mereka yang tidak lain dan tidak bukan didasari keinginan dari para pemilik modal di luar negeri dan kepentingan asing yang selama ini mendudukan mereka di tampuk kekuasaan," tandas Firmana.

Yang utama bagi KONAMI, untuk urusan BBM seharusnya langkah yang paling tepat dan terukur adalah melakukan nasionalisasi asset asing dan keberanian pemerintah dan pemimpin di negeri ini melawan tekanan yang diciptakan IMF, Bank Dunia serta seluruh perjanjian yang dibuat di jaman Soeharto yang kemudian memuluskan penjajahan ekonomi yang dilakukan negara adidaya terhadap republik ini. "Visi dan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menjauhkan bangsa ini dari amanat Reformasi dan perjuangan melawan penindasan oleh bangsa sendiri yang menjadi cita-cita rakyat dan akhirnya menyatukan gerakan mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998 lalu," paparnya.

Konami, tegas Firman, mendesak agar SBY-Boediono turun dari tampuk kekuasaan. Bagi Firman, seluruh mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian adalah pahlawan perjuangan rakyat yang telah menoreh tapak-tapak sejarah bangsa dengan tinta darah dan keringat. "Tuntutan kami, turunkan SBY-Boediono serta cabut mandatnya!" tegas dia.[ian/seruu]

Sumber: Mei, Target Mahasiswa Turunkan SBY-Boediono? (Rima News, 3 Apr 2012 07:36 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons