Sunday, February 5, 2012

Penurunan Pengangguran Hanya Beralih ke Pengangguran Terselubung

Jika tidak dilakukan upaya kebijakan perluasan kesempatan kerja, maka pengangguran terselubung akan terus meningkat dari 18,7 juta orang pada 2011 menjadi 20,30 juta orang pada 2014. _Angga Bratadharma

Jakarta–LP3E Kadin menilai, klaim pemerintah yang menyatakan tingkat penggangguran turun tidak seluruhnya benar. Pasalnya, penurunan pengangguran tersebut hanya beralih ke dalam kelompok pengangguran terselubung.

“Pemerintah klaim bahwa pengangguran terbuka menurun, sekitar 7,7 juta pada 2011, tapi itu hanya peralihan saja ke kelompok pengangguran terselubung”, tandas Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Kadin Indonesia Didik J. Rachbini, kepada wartawan, di Menara Kadin, Jakarta, Jumat 3 Februari 2012.

Menurutnya, LP3E Kadin telah melakukan proyeksi, jika tidak dilakukan upaya kebijakan perluasan kesempatan kerja, maka pengangguran terselubung akan terus meningkat dari 18,7 juta orang pada 2011 menjadi 20,30 juta orang pada 2014.

‘Ini berasoisasi kuat dengan kondisi kemiskinan di Indonesia dan bisa menjadi masalah sosial”, tukasnya.

Ia menuturkan, masalah pengangguran ini juga diakibatkan kondisi industri Indonesia yang lemah. Ujungnya, tidak ada perluasan lapangan dalam kesempatan kerja, parahnya berdampak kepada demonstrasi buruh akhir-akhir ini.

“Sekiranya ada tiga hal, yaitu sektor industri tidak berhasil didorong karena tidak ada kebijakan industri yang komprehensif, sektor industri tidak dilindungi dan dibiarkan terdesak oleh produk China, dan iklim usaha yang menjadi momok bagi dunia usaha selama ini”, tukasnya.

Menurutnya, salah satu pelemahan dalam sektor industri diindikasikan tingginya biaya transaksi perijinan memulai usaha di Indonesia. Bila di Singapura hanya membutuhkan waktu 3 hari membuat izin usaha, namun tidak demikian dengan Indonesia, yang membutuhkan 45 hari.

“Biayanya untuk Singapura 0,7%. Untuk Indonesia cukup tinggi, yaitu 17,9%. Hampir sama dengan Filipina yang mencapai 19,2p”, tuturnya.

Pada akhirnya, ditemukan garis besar dari permasalahan pengangguran di Indonesia, yaitu perkembangan sektor industri yang lambat menyebabkan perkembangan tingkat upah riil berkembang lambat pula, masalah harus dijawab dengan kebijakan pemerintah secara komprehensif, kurangnya penyediaan lapangan pekerjaan, dan akar masalah dari tekanan terhadap pengangguran tidak hanya pada perkembangan sektor industri yang lambat.

“Lihat saja, iklim usaha Indonesia berada dipapan bawah, pada peringkat 129. Sangat disayangkan. Karenanya harus ada penyediaan lapangan kerja sebagai cara mengurangi tingkat kemiskinan secara hakiki”, tutupnya. (*)

Sumber: Penurunan Pengangguran Hanya Beralih ke Pengangguran Terselubung (Infobank News, 5 Februari 2012 09:27 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons