Wednesday, June 1, 2011

Pernyataan Sikap Mahasiswa Indonesia: Turunkan SBY-Boediono Pengkhianat Pancasila

Setelah 66 tahun  Indonesia  Merdeka, situasi bangsa Indonesia telah semakin jauh dari cita-cita nasional yang telah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945. Bangsa Indonesia yang memiliki harapan besar -setidaknya sejak perjuangan Reformasi Total 1998- untuk segera terwujudnya kedaulatan dan kemandirian sebagai jalan bagi kesejahteraan rakyat. Namun harapan dan cita-cita tersebut saat ini telah dibajak oleh kekuatan Neoliberalisme yang memperosokkan kehidupan bangsa dalam jurang kehancuran (kemiskinan, keterbelakangan dan kehancuran karakter).

Atas dasar itulah, dalam menyambut peringatan hari lahirnya Panca Sila 1 Juni 1945, kami mengajak kepada  seluruh Rakyat Indonesia agar bersatu MENURUNKAN REJIM  PENGKHIANAT PANCASILA : SBY–BOEDIONO.

Rejim  SBY-BOEDIONO selama berkuasa di negeri ini telah banyak sekali mengeluarkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan (Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial dan Budaya) yang mengkhianati Panca Sila dan Konstitusi :

1. Mengkhianati Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Bukti : Tidak melindungi kebebasan beragama dan pemeluknya agar dapat melakukan ibadahnya  sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Bahkan membiarkan terjadinya kekerasan-kekerasan  terhadap pemeluk agama dan keyakinan lain yang melanggar hak azasi warganegara untuk beribadah yang dijamin konstitusi. Dibawah Pemerintahan SBY-BOEDIONO telah nyata dilakukan pembiaran terjadinya kekerasan atas nama agama terhadap warga negaranya. 

2.    Mengkhianati Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 

Bukti : SBY-BOEDIONO tidak berniat untuk menuntaskan  kasus-kasus pelanggaran berat HAM. Disisi lain, selama pemerintahan SBY-Boediono justru semakin banyak yang menjadi korban dari praktek penegakkan hukum tebang pilih yang begitu tajam kepada rakyat namun tumpul dihadapan pejabat.

Selain itu pelaksanaan ekonomi Neoliberal  berakibat menyingkirkan masyarakat menengah bawah sehingga jumlah masyarakat miskin dan mendekati miskin mencapai 100 juta orang, tetapi untuk pencitraan SBY-BOEDIONO memasukkan masyarakat yang berpendapatan $ 2/hari sebagai kelas menengah. Hal ini jelas  sangat bertentangan dengan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. 

3. Mengkhianati Sila Persatuan Indonesia 

Bukti : Dengan dilaksanakannya kebijakan-kebijakan Neoliberal dibawah Rejim SBY-Boediono telah mengakibatkan Dominasi Asing dan golongan super kaya dalam perekonomian Indonesia. Sementara mayoritas rakyat hanya bisa bertahan hidup dengan kondisi dibawah garis kemiskinan, telah menumbuhkan benih-benih perseteruan atau konflik perebutan kue ekonomi akan mengancam Persatuan Indonesia. Akibat kemiskinan kronis yang terjadi akhir-akhir ini telah menimbulkan konflik SARA. Belum lagi ditambah penggusuran-penggusuran, hukum yang pilih kasih,Kasus Century dan Mafia Pajak diredam, Kasus Antasari direkayasa, makin menguatnya  Mafia  Hukum, Kepala2 Daerah yang korupsi berlindung di Partai Demokrat dsb. 

4.Mengkhianati Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan (Demokrasi)

Bukti : Setgab yang dipimpin SBY menguasai lebih dari 70 % kursi DPR  dan terus menerus  hanya melaksanakan Demokrasi Prosedural dan bahkan Demokrasi Kriminal yang jelas2 merupakan manipulasi Kedaulatan Rakyat. Partai2 Politik terus menerus menggerogoti APBN, elite politik yang kebal hukum,  bahkan  berusaha kembali ke otoriterianisme terselubung dengan  mengajukan RUU Intelijen, UU ITE (yang mengancam pers), RUU Kerahasiaan  Negara dsb. menunjukkan pengkhianatan terhadap Sila ke 4 Panca Sila. 

5. Mengkhianati  Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bukti : SBY sampai saat ini sudah 7 tahun  tidak bersedia melaksanakan UU SJSN (Sistim Jaminan Sosial Nasional). Bahkan UU BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial) yang sekarang sedang dibahas diplintir agar menjadi BUMN yang nantinya bisa menjadi sapi perah kekuasaan. Garis ekonomi Neoliberal yang mempertajam kesenjangan kaya–miskin juga tidak adil bagi seluruh Rakyat Indonesia. Ditambah lagi dengan diajukannya RUU Tanah Untuk Pembangunan (TUP) oleh pemerintah yang melegalisasir perampasan tanah rakyat oleh swasta. Hal2 seperti itu jelas mengkhianati Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Oleh karena itu kami akan mengadakan Aksi Gabungan di Jakarta  dan  15 kota diseluruh Indonesia (Palembang, Bandar Lampung, Jogyakarta, Makassar, Majene, Mataram, Bima, Kupang, Ende, Kendari, Palopo, Pare-pare, Palu, Manado, Ternate, ) untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia Menurunkan Rejim Pengkhianat Panca Sila pada

Hari SELASA, 31 Mei 2011, Pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

Hari  RABU, 1 Juni  2011, Pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

Aksi tersebut diikuti oleh Gabungan Organisasi Mahasiswa yaitu LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), HMI MPO (Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi), BEM se-Jakarta , HAMAS–UNAS, FAM-UMT, KM-UBK. 

Salam Perjuangan !

Jakarta ,30 Mei 2011
Gerakan Aksi Bersama Mahasiswa  Indonesia

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons