Rabu, 04 April 2012

Reza Mengaku Dipukul dan Dibakar

Jakarta - Nanda Reza, salah seorang mahasiswa aktivis Konami dari Universitas Satya Negara Indonesia (Usni), mengaku menjadi korban tindak kekerasan saat penggrebekan Kantor YLBHI Jakarta, Kamis malam (29/3), pasca-pembakaran mobil milik kepolisian (Resmob).

"Saat penangkapan, pers tidak boleh naik ke atas. Di lantai empat polisi membabi buta melakukan pemukulan, pake bambu dan laras senjata," ungkapnya, saat melaporkan tindak kekerasan polisi ke Komnas HAM, didampingi Ratna Sarumpaet Crisis Center, dan Tim Advokasi Mahasiswa dan Rakyat, Selasa (3/4).

Reza, yang mengaku masih trauma menuturkan, saat digerebek, seluruh mahasiswa yang ada di Kantor YLBHI yang berjumlah sekitar 46 orang dikumpulkan di lantai empat. Teman-teman yang ada di basement dipaksa naik ke lantai empat.

Setelah dikumpulkan di lantai ini, seluruh mahasiswa diperintahkan menghadap tembok dan dipukuli polisi. Bahkan, menurut Reza, ada temannya yang dibenturkan kepalanya ke tembok.

Peristiwa pemukulan itu berlangsung cukup lama, sampai ada perintah penghentian tindak kekerasan. "Walaupun sudah diperintahkan tidak memukul, tetap saja ada polisi yang melakukan pemukulan," bebernya.

Polisi juga mendobrak ruangan, walaupun tidak ada mahasiswa di dalamnya dan menimbulkan beberapa pintu rusak dan pecahan kaca berserakan.

Bukan hanya itu. Punggung Reza dibakar oknum polisi dengan menggunakan korek gas. "Punggung saya dibakar pakai korek gas," ujarnya, sambil menunjukan luka bakar di punggungnya.

Setelah dipukuli, puluhan mahasiswa itu langsung digiring ke Polda Metro Jaya, untuk diperiksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polisi.

Saat di-BAP, mahasiswa dipaksa mengaku melawan aparat kepolisian saat ditangkap. Padahal menurut Reza, seluruh mahasiswa tidak melakukan perlawanan.

"Saat di-BAP, ada kawan yang dipukul, saya juga dipukul. Bahasa 'kebun binatang' (kata-kata makian menggunakan nama hewan, Red.) keluar, dan kami diperiksa tanpa didampingi pengacara," akunya.

Polisi melakukan penggrebekan terhadap kantor YLBHI, saat pembubaran aksi unjuk rasa menentang kenaikan BBM di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (29/3), yang berakhir rusuh dengan dibakarnya satu unit mobil Resmob.

Pada Jumat dinihari, Menko Polhukam Djoko Suyatno menggelar konferensi pers dan menyatakan polisi tidak menduduki YLBHI. Polisi hanya mengejar pelaku pembakar mobil tersebut. "Walaupun larinya ke istana pelaku harus ditangkap," tegas Djoko. [IS]

Sumber: Reza Mengaku Dipukul dan Dibakar (Gatra News, 04 April 2012 14:02)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons