Tuesday, April 3, 2012

Rizal: Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Hilang

JAKARTA (Suara Karya): Tokoh Nasional yang juga Mantan Menko Perekonomian menilai bahwa penolakan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh masyarakat dari berbagai kalangan, merupakan cermin dari akumulasi ketidakpercayaan rakyat terhadap rezim SBY-Boediono yang ditengarai korup dan tidak berpihak kepada rakyat.

"Digagalkannya rencana penaikan harga BBM pada 1 April 2012 oleh DPR dalam Sidang Paripurna yang digelar pada 30 Maret lalu, lebih menjelaskan kepada kita betapa rezim SBY-Boediono ini telah kehilangan kredibilitas, akuntabilitas serta legitimasi moral dan politik," katanya dalam siaran tertulis kepada Suara Karya kemarin.

Menurutnya, kekecewaan dan penderitaan rakyat kian hari akan kian meningkat, sebagaimana telah dan akan diekspresikan civil society dalam berbagai bentuknya, mulai dari yang jenaka, santun, hingga pernyataan yang keras dan melampaui batas akibat kekecewaan mereka tidak pernah direspon oleh para penyelenggara negara yang telah menutup mata, telinga dan hati bagi jeritan rakyat.

"Masyarakat semakin kehilangan kepercayaan pemerintah, juga rasa aman dan masa depan secara berkepanjangan karena, pemerintah telah gagal menjalankan amanat UUD 1945, dan mengkhianati cita-cita Proklamasi Kemerdekaan," katanya.

Aktivis perubahan ini juga menilai bahwa pemerintah telah membiarkan dan bahkan menjadi pelaku dalam berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM), baik yang dilakukan aparat maupun sesama warga bangsa.

"Pemerintah juga gagal mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang ditandai dengan diterbitkannya berbagai undang-undang dan peraturan yang lebih berpihak kepada pemilik modal besar dan asing, dan tidak berpihak kepada rakyat," ujar Rizal.

Rizal menambahkan juga bahwa pemerintah saat ini juga membiarkan korupsi meluas dan merajalela, melibatkan para pejabatnya, mulai dari pusat kekuasaan sampai ke pejabat-pejabat di daerah terpencil.

"Sekarang korupsi dilakukan secara transparan dan berjamaah di kalangan para penyelenggara negara dan orang-orang partai penguasa. Korupsi sudah dimulai saat masih dalam tingkat perencanaan di Eksekutif, di tingkat pembahasan anggaran di Legislatif," ujranya. (Rully)

Sumber: Rizal: Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Hilang (Suara Karya, 3 April 2012)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons