Senin, 26 Desember 2011

Rizal Ramli: SBY-Boediono Sarat Kekerasan dan Gagal, Harus Diakhiri. Rakyat Ingin Pemilu Dipercepat 2012

JAKARTA, RIMANEWS - Tokoh nasional Rizal Ramli PhD menyatakan bahwa Presiden SBYdan Boediono  sudah tidak mampu memimpin bangsa ini, dengan berbagai kasus kekerasan, korupsi dan kekacauan yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. ''Pemilu harus dipercepat 2012, rezim korup SBY-Boediono harus diakhiri, dan rakyat ingin pemilu dipercepat 2012,'' tegasnya daam wawancara Metro TV Senin malam (26/12).

Rizal melihat, para aparat yang mestinya loyal kepada negara malah bergeser loyal pada pemodal, dan membunuh rakyat dengan cara yang keji. ''Aparat harusnya melindungi rakyat, bukan malah membunuh rakyat demi kepentingan pemodal,'' kata Rizal, mantan menko ekuin itu.

Rizal juga melihat, bola panas Kasus Bank Century diprediksi akan semakin dahsyat di tahun 2012. Bola tersebut juga bisa meledak hingga berujung pada berhentinya pemerintahan SBY-Boediono.

Rizal Ramli ingin keadilan dan kebenaran ditegakkan, dan seluruh pemimpin (elite aparat) yang  terlibat kasus kekerasan di Bima, Mesuji dan Papua diproses hukum.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bijaksana dalam menyikapi insiden kekerasan di Bima, Nusa Tenggara Barat.  Nampak jelas SBY tak ada upaya dan inisiatif  untuk meminimalisir konflik berdarah antarwarga maupun warga dengan aparat keamanan. ''SBY  sudah gagal  dalam mengatasi korupsi dan kekerasan serta gagal menyikapi konflik berdarah yang terjadi di sejumlah daerah akhir-akhir ini, baik di Papua, Mesuji, dan terakhir di Bima,'' katanya.

Presiden tidak boleh lepas tangan karena alasan otonomi daerah, sebaliknya Presiden harus proaktif berkomunikasi dengan kepala-kepala daerah yang menjadi lokasi peristiwa berdarah itu.

Terpisah

Di tempat terpisah, kasus Century kembali dibongkar. '' Hasil audit forensik BPK yang diserahkan ke DPR tak ada yang baru dan akan lebih mendorong kepada Hak Menyatakan Pendapat. Presiden SBY tidak akan dapat menyelesaikan masa tugasnya hingga 2014," kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi partai Golkar, Bambang Soesatyo, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Senin (26/12).

Ia menambahkan, pada tahun depan, SBY tidak akan memiliki ruang untuk menciptakan situasi hukum yang kondusif. Hal tersebut, kata Bambang, merupakan akibat politik sandera yang memang diterapkan SBY sendiri sejak 2009.

"Itu karena politik sandera yang diterapkan oleh SBY sendiri sejak 2009 dan akan terus mewarnai hingga tahun depan. Tarik menarik kepentingan akan terus terjadi dan penegakan hukum tidak berjalan. Kasus korupsi besar tak akan terselesaikan dengan baik," kata Bambang.

Kasus-kasus besar seperti Bank Century, kasus suap Cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur BI, mafia pajak, korupsi Wisma Atlet, pemalsuan surat MK, pengetatan remisi, kasus Mesuji dan terakhir penembakan terhadap warga oleh polisi di Bima, NTB, yang terjadi di tahun 2011 akan terus menjadi batu sandungan bagi Presiden SBY untuk melanjutkan kepemimpinannya. Pasalnya, kasus-kasus tersebut sudah bergulir dan menimbulkan reaksi keras baik di parlemen maupun di kalangan masyarakat.

"Kasus-kasus itu akan terus menghantui dan merongrong SBY selama 2012 mendatang," kata.

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons