Tuesday, April 10, 2012

RUU Pendidikan Tinggi Batal Disahkan

JAKARTA-Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menangani bidang pendidikan, kebudayaan, dan olahraga sepakat menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Tinggi. RUU yang sudah dibahas selama tiga masa sidang ini ditunda pengesahannya karena permintaan pemerintah. 
“Dengan catatan pemerintah menjamin RUU Pendidikan Tinggi tidak akan dilakukan pembatalan,” kata Ketua Komisi X Mahyuddin saat membacakan kesimpulan rapat kerja dengan pemerintah di ruang rapat komisi pada Senin (9/4).

Mahyuddin mengatakan RUU ini akan dibahas kembali di masa sidang keempat. Dalam masa sidang tersebut DPR meminta pemerintah tidak mengubah substansi RUU Pendidikan Tinggi. Anggota Dewan juga meminta pemerintah segera menyampaikan paparan dan penjelasan komprehensif saat mengusulkan pasal-pasal baru kepada DPR.

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh meminta DPR menunda pengesahan RUU Pendidikan Tinggi. Nuh mengatakan RUU tersebut belum lengkap betul dan pemerintah hendak mengajukan pasal-pasal tambahan. “Undang-undang ini sangat strategis, pemerintah ingin tambah beberapa peran lagi agar sempurna,” katanya. 

Nuh mengatakan ada tiga peran pendidikan tinggi yang ingin ditambah pemerintah dalam RUU tersebut. Pertama adalah peran mencetak pemimpin bangsa di masa mendatang. Kedua, Nuh berharap jika disahkan undang-undang itu bisa mengarahkan pendidikan tinggi mengambil peran mengawal demokrasi. Ketiga, pemerintah ingin agar RUU berperan menyiapkan pendidikan tinggi menghadapi konvergensi budaya dan peradaban dunia. 

Alasan lain pemerintah meminta penundaan, karena penyerahan draf RUU oleh Komisi X kepada pemerintah dinilai terlalu mepet dengan rapat paripurna pengesahan. Semula, jika Dewan dan pemerintah sepakat, RUU ini akan disahkan pada Rabu 11 April 2012. Karena waktu yang mepet itu, Nuh mengatakan pemerintah belum sempat mencermati draf RUU. “Kami baru terima draft pada tanggal 4 April. Keesokan harinya baru saya bawa ke rapat kabinet,” katanya. 

Penundaan ini, kata Nuh, juga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mensosialisasikan draf versi 4 April 2012 kepada khalayak. “Draf terbaru ini berbeda jauh dengan draf sebelumnya yang dibikin Februari lalu,” katanya. tmp

Sumber: RUU Pendidikan Tinggi Batal Disahkan (Surabaya Post, 10 April 2012 12:14 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons