Senin, 13 Februari 2012

SBY Bantah BPK soal Centurygate. Kata SBY Tak Ada kerugian Negara. SBY atau BPK Yang Benar?

JAKARTA- Hingga saat ini, kata SBY, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menemukan adanya kerugian negara. Penyelesaian politik kasus ini di DPR juga telah menyimpulkan belum adanya unsur pidana. Namun SBY mengakui adik iparnya, nasabah Bank Century.  SBY membantah, adik kandung Ani Yudhoyono tersebut terlibat dalam dana talangan senilai Rp6,7 triliun.

Dijelaskan SBY, adik iparnya telah menjadi nasabah Bank Century sejak dua tahun sebelum terjadinya bailout yang dialami bank Century. "Saya sudah mengikuti proses itu. Memang yang bersangkutan menjadi nasabah Bank Century jauh sebelum krisis 2008," ungkap SBY, dalam tanya jawab bersama wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2012).

Meski demikian SBY membantah, adik iparnya disebut-sebut terlibat dalam aliran dana talangan pemerintah kepada Bank Century senilai Rp 6.7 triliun.

SIKAP BPK

BPK menemukan adanya kucuran dana sebesar Rp 809 miliar, yang tak sesuai dengan peruntukan di Bank Century. Kini semakin jelas, negara memang dirugikan.

Sungguh masuk akal, jika penawaran yang diajukan oleh Yawadwipa mengundang banyak pertanyaan. Bukan hanya lantaran perusahaan yang baru ‘menetas’ itu berani mengajukan penawaran yang sangat tinggi. Tapi juga karena bank ini sedang ditelisik oleh Tim Pengawas Century DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan. Pada awal Februari lalu, BPK menyerahkan hasil audit tahap II.

Badan pemeriksa ini, akhir 2011 lalu,juga telah menyerahkan hasil audit forensik pertama skandal Bank Century ke DPR. Hasil audit itu menyimpulkan, adanya 9 temuan terkait aliran dana Bank Century.

Pada rapat awal Februari, Hasan Bisri Wakil Ketua BPK mengungkapkan 13 temuan yang merupakan hasil audit investigasi lanjutan tahap II. Temuan BPK di antaranya menyebut soal dana pencairan kredit sebesar Rp 809 miliar kepada 11 debitur yang tidak digunakan sesuai peruntukan pemberian kredit.

Menurut Hasan, dalam investigasi kali ini, BPK memeriksa 86 juta transaksi, 80 ribu rekening, 60 ribu nasabah yang semuanya berasal dari 33 bank umum dengan rata-rata transaksi sebanyak 6 lapis.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa para debitur yang mendapat pinjaman untuk investasi, ternyata uangnya tidak dipergunakan sesuai peruntukan, tapi justru mengalir ke perusahaan terafiliasi Bank Century.

Sebut saja soal dana dari PT CBI sebagai pihak terafiliasi dengan Bank Century kepada BM sebesar Rp 1 miliar yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Atau penambahan rekening PT ADI, juga sebagai pihak yang berafiliasi di Bank Century, sebesar Rp 23 miliar tanpa ada aliran dana masuk ke Bank Century.

Ada pula soal transaksi pengalihan dana hasil penjualan surat berharga US Treasury Strips (UTS) Bank Century sebesar US$ 7 juta yang dijadikan deposit PT AI di Bank Century, ternyata belakangan justru merugikan bank tersebut.

Atau surat berharga yang diajukan dalam skema AMA sebesar US$ 163,48 juta yang telah jatuh tempo namun tidak dapat dicairkan. “Surat-surat berharga itu tidak jadi dibeli dan akhirnya menjadi tanggungjawab bank itu. Maka surat itu dinyatakan sebagai kerugian Bank Century," kata Hasan.

Ada juga soal DT, pemegang saham Bank Century, yang menutup ketekoran dana valas sebesar US$ 18 juta dengan deposito milik BS, salah seorang nasabah Bank Century. Sebagian dana valas yang diduga digelapkan oleh DT, di antaranya mengalir ke ZEM (Ketua Komisi IX dari PDIP) pada tahun 2008 sebesar US$ 392,110.

Bahkan BPK menemukan adanya aliran dana dari Bank Century kepada AR yang dinilai tidak wajar. "Karena tidak ada transaksi yang mendasarinya,"kata Hasan.

Menurut Taufiequrachman Ruki, anggota BPK, seluruh hasil investigasi tahap I dan II sudah diserahkan kepada KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. “Jika aparat penegak hukum ingin mendalami, kami siap melayani. Kami akan buka semua masalahnya,”kata Ruki.

Nah, kini bola ada di tangan aparat penegak hukum. Jadi tinggal kita tunggu, apakah ada keberanian dari mereka untuk membuka kasus ini secara transparan?

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons