Wednesday, November 21, 2001

Warga Papua Eropa Sampaikan Petisi

Den Haag, Kompas

Sebuah petisi yang ditandatangani oleh 80 wakil warga Papua yang bermukim di Eropa dan ditujukan kepada Presiden RI telah disampaikan melalui KBRI di Den Haag oleh wakil Presidium Dewan Papua (PDP) untuk Eropa, Viktor Kaisiepo, baru-baru ini.

Petisi tersebut diajukan sebagai bentuk solidaritas mereka bagi warga Papua di Irian Jaya, dan juga sebagai rasa duka cita atas tewasnya seorang pemimpin mereka, Theys Hiyo Eluay baru-baru ini. PDP di Eropa menyebut peristiwa pembunuhan Theys -yang dipandang sebagai "ondoafolo" warga Papua itu-sebagai political assassination (pembunuhan politik). Dan mereka mencurigai aparat terlibat.

Koresponden Kompas di Den Haag, Denny Sutoyo Gerberding melaporkan semalam, petisi PDP Eropa itu memuat tiga butir imbauan. Pertama, hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan hak asasi manusia.

Pemerintahan Megawati harus segera membentuk komisi khusus, tanpa mengikutsertakan TNI/Polri dan dengan partisipasi internasional dalam mengumpulkan bukti atas "pembunuhan politik" ini dan menyeret pelakunya ke meja pengadilan.

Selain kasus Theys, hukuman harus dijatuhkan terhadap para pelaku kejahatan atas Arnold Ap (April 1984), Thomas Wanggai (1996), pembantaian di Biak (Juli 1998), peristiwa berdarah di Wamena (Oktober 2000), kekerasan di Jayapura (Desember 2000), terbunuhnya Simon Alom dan Willem Onde (2001), dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Manokwari, Wasior, dan Ilaga baru-baru ini.

Kekebalan para pelaku kejahatan di RI harus diakhiri, mereka juga harus diseret ke pengadilan dan dihukum.

Butir kedua mengenai penarikan satuan militer dari Papua. Pemerintah RI diimbau segera menghentikan seluruh operasi militer TNI/Polri di Papua dan menginstruksikan Angkatan Bersenjata agar menarik kembali tambahan pasukan yang telah dikirim ke Papua. Pemerintahan Megawati, menurut petisi itu, dinilai bertanggung jawab untuk segera mengembalikan kedamaian di Papua, dan meminta aparat keamanan agar dengan tuntas menyelidiki tindakan yang mereka sebut sebagai state terrorism, dan dilakukan oleh sementara oknum aparat keamanan.

Pihak militer, menurut mereka, juga harus menghentikan upaya di luar jalur hukum dalam mengingkari kenyataan makin meningkatnya rasa percaya diri, pembebasan dan jatidiri berbagai suku di Papua.

Butir ketiga adalah imbauan untuk mengakhiri isolasi di Papua. Papua harus bebas untuk dikunjungi para pengamat internasional, guna menyelidiki berbagai kejahatan yang menyalahi hak asasi manusia. Papua tak boleh lagi dibiarkan terisolir. Seluruh wilayah Papua harus bebas bagi akses wakil media/pers dan organisasi HAM, dan para wisatawan.

Presiden Megawati dan kabinetnya diimbau segera bertindak, dalam tanggung jawabnya, baik secara resmi maupun struktural, untuk memulai dialog politik secara demokratis dengan rakyat Papua, di bawah pimpinan PDP.

Viktor Kaisiepo sebagai anggota dan wakil PDP di Eropa menyayangkan bahwa pembunuhan Theys telah menodai proses dialog politik dalam rangka pembebasan Papua secara damai, adil, dan demokrasi, yang telah dengan susah payah dibina sejak tahun 1998. *

Sumber: Warga Papua Eropa Sampaikan Petisi (Kompas, 21 November 2001)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons