Thursday, January 17, 2013

Perspektif Wajah Korupsi 2013 (Suara Merdeka, 03 Januari 2013)


Adakah harapan korupsi di Indonesia bakal mereda pada tahun 2013 ini? Dari perspektif  harapan, kita tentu tidak boleh kehilangan optimisme, karena yakin dalam kepe­katan belantara penegakan hukum masalah korupsi, masih ada orang-orang dengan kekuatan integritas yang memberi warna. Setidak-tidaknya, di tengah gelombang pelemahannya, masih ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai gantungan harapan utama melawan kejahatan luar biasa itu.

Akan tetapi, dari perspektif  kehi-dupan politik wajar pula apabila kita dirundung skeptisisme. Tahun ini merupakan pintu masuk ke kontestasi politik 2014 yang membutuhkan konsentrasi biaya besar. Logika politiknya, dibutuhkan pengerahan sumberdaya yang luar biasa dari para kontestan secara individual dan partai-partai politik untuk memainkan eksistensi dalam kompetisi. Apakah ini gambaran suram bahwa para "pemain lama" tetap mewarnai percaturan korupsi 2013?

Penanganan sejumlah kasus besar korupsi pada 2011 dan 2012 masih akan berlanjut pada tahun ini. Aroma politiknya akan tetap terbaui, walaupun realitas hukum memang memaparkan keterlibatan sejumlah elite politik, yang tanpa kemasan politisasi pun sebenarnya terdapat mata rantai keterkaitan dengan kader, elite dan partai.  Permainan dalam pengawalan anggaran, menciptakan proyek, dan penggarapan proyek merupakan modus utama korupsi.

Apakah korupsi akan bergerak sebagai "rutinitas" walaupun suara masyarakat terus menggempur secara kritis, dan KPK merepresentasikan kehendak rakyat? Peneliti Indonesia Corruption Watch Apung Widadi mencatat, korupsi dalam skala besar selalu terjadi setiap menjelang pemilihan umum. Mengum­pulkan dana kampanye, itulah orientasi mobilisasinya. Para politikus dinilai potensial menyalahgunakan dana APBN dan infrastruktur demi kepentingan partainya.

Sejatinya, kita berharap kete­rung­kapan kasus Wisma Atlet SEA Games, kongkalikong di Badan Anggaran DPR, atau kasus proyek Hambalang menjadi momentum positif untuk membangun efek jera. Artinya, serapi apa pun jalinan mafia dalam proyek-proyek dan proses penganggarannya tetap bisa dikawal dengan kredibilitas akuntansi. Na­mun rupanya, mentalitas penggang­siran uang negara lebih kuat menguasai mind set mereka yang me-rasa punya kekuatan kewenangan.

Dari perkiraan-perkiraan dan argumentasi itulah kita memprediksi tahun ini atmosfer perkorupsian di Tanah Air belum bakal beranjak menjadi lebih mencerahkan. Bukankah kita masih terbebani oleh sandera kasus-kasus lama, sementara ba­nyak kemungkinan skandal seperti Hambalang juga memunculkan nama-nama baru? Konsistensi sikap dan komitmen perang mela-wan korupsi harus terus dijaga, dan eksistensi KPK mesti dikawal dengan dukungan kuat rakyat.

Sumber: Perspektif Wajah Korupsi 2013 (Suara Merdeka, 03 Januari 2013)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons