Kamis, 21 Maret 2013

Polri Didesak Turun Kelas di Bawah Kemendagri


JAKARTA – Posisi Polri yang berada dibawah kekuasaan presiden membuat polisi merasa sejajar dengan kementerian, karenanya posisi itu harus diturunkan dan ditempatkan di bawah Kemendagri hingga mereka menjadi lebih fokus dalam mengayomi masyarakat.

Kasus penyerangan Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan oleh prajurit Armed 15/76 Tarik Martapura Kodam II/Sriwijaya adalah contoh yang tak boleh terulang, yang konsekuensinya posisi Polri harus secepatnya direformasi.

Mantan menteri perekonomian pada pemerintahan Presiden Adurrahman Wahid, Dr Rizal Ramli mengusulkan reformasi di tubuh Polri ditunjukkan dengan cara menempatkan institusi kepolisian di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Seharusnya Polri ada dibawah kendali Kementerian Dalam Negeri. Sama halnya dengan posisi TNI yang berada di bawah Kementerian Pertahanan. Kebijakan itu harus diambil untuk mengembalikan pemisahan fungsi keamanan dan pertahanan. Dengan berada dibawah kendali Kemendagri polisi polisi akan lebih fokus menjaga Kamtibmas,” kata Rizal, kemarin.

Dia mengatakan, penyerbuan kantor Mapolresta OKU Sumatera Selatan, sesungguhnya tidak boleh terjadi, karena TNI dan Polri, sama-sama aparat keamanan. Jika TNI adalah kekuatan tempur untuk menghadapi ancamanan keamanan dari negara lain, maka polisi adalah penjaga kamtibmas.

Latar belakang dipisahkan Polri dari TNI oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2000, katanya dimaksudkan agar polisi tidak menadi militeristik dan bias lebih manusiawi seperti polisi di Inggris.

Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) ini menjelaskan, polisi di Inggris tidak dilengkapi senjata api, hanya bersenjata pentungan, tapi dihormati karena mengayomi rakyat.

Tetapi setelah dipisa dari TNI, menurut dia, Polri berada langsung di bawah presiden yang fasilitasnya lebih baik, sehingga menimbulkan kecemburuan. “Saya mengimbau presiden agar bisa membentuk Polri seperti polisi Inggris yang lebih manusiawi.” katanya.

Doktor ekonomi alumni Amerika Serikat ini mengusulkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera melakukan reformasi Polri dengan menempatkannya di bawah Kemendagri sehingga lebih fokus pada tugasnya menjaga Kamtibmas.

Rizal juga menyoroti beberapa kelamahan di tubub Polri yakni sistem rekruitmen dan promosi anggota polisi yang kurang profesional. “Sudah menjadi rahasia umum, untuk menjadi taruna Polri harus membayar sejumlah uang. Ini akan merusakkan sistem,” katanya.

SETARA MENTERI

Sementara pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro mendukung keinginan Rizal. Menurut dia, sebaiknya Polri memang bernaung di bawah Kemendagri, seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar dan maju.

“Dengan posisi sekarang polisi dibawah presiden, Polri merasa dirinya menjadi setara dengan menteri, padahal tidaki walau sama-sama dibawah presiden. Yang jadi persoalan sekarang apakah Kemendagri sudah mampu mampu menaungi Polri lantaran banyaknya persoalan di kementerian tersebut yang juga belum beres,” tegas Siti Zuhro.

Dia mencontohkan di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, kepolisian berada di bawah naungan Menteri Dalam Negeri. Posisi Polri di daerah pun nantinya juga di bawah kepala daerah.

Lebih lanjut dia mengatakan, karena posisi Polri berada di bawah naungan kepala daerah (pemerintah daerah), maka keberadaan Satpol PP bisa diintegrasikan dengan Polri, bahkan mungkin juga bisa dihapus.

Karena keberadaannya di bawah Kemendagri, katanya, maka Polri juga harus benar-benar berubah menjadi institusi sipil dan segala pendekatan yang diberlakukan pada masyarakat juga pendekatan persuasif, bukan represif seperti yang sering dipertotonkan selama ini.

Dampak dari perubahan Polri yang menjadi institusi sipil itu, kata dia, kurikulum sekolah tinggi kepolisian maupun pendidikannya juga harus diubah dan disesuaikan. “Kalau selama ini kurikulum dan pendekatan yang diberlakukan di sekolah kepolisian adalah pendekatan dengan gaya militer, ke depan harus diubah menjadi lebih humanis,” ujarnya.

Editor — Maghfur Ghazali

Sumber: Polri Didesak Turun Kelas di Bawah Kemendagri (Harian Terbit, Rabu, 13 Maret 2013 09:59 WIB)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons