Thursday, June 13, 2013

Ada Banyak Kebohongan SBY di Balik Kenaikan Harga BBM (Java News, 24 May 2013)

Javanews.co, Jakarta – Ada berlapis-lapis kebohongan yang dilakukan oleh pemerintahan SBY sebagai alasan menaikkan harga bakar banyak minyak (BBM).

“Kebohongan ini bermuara korupsi dalam bisnis BBM yang melibatkan Presiden, Menteri Keuangan, Pertamina dan Petral, untuk memperkaya diri pribadi dan keluarga, dan memperkaya perusahaan asing yang menerima limpahan dana bagi hasil minyak dan dana cost recovery,” kata pengamat ekonomi politik, Salamuddin Daeng, beberapa saat lalu (Jumat, 24/5).

Di antara kebohongan tersebut, ungkap Salamuddin, terkait dengan isu APBN yang jebol. Padahal faktanya APBN Indonesia tidak pernah turun. APBN selalu meningkat pesat setiap tahun sebab pemerintah selalu menaikkan pajak, cukai dan berbagai pungutan untuk menaikkan APBN setiap tahun. Pemerintah juga menambah utang luar negeri untuk menaikkan APBN setiap tahun.

“Namun sistem APBN ini pelit untuk rakyat, loyal kepada penguasa, pengusaha dan asing,” ungkap Salamuddin.

Kebohongan yang lain, lanjut Salamuddin, juga datang dengan alasan APBN defisit. Padahal faktanya sistem dalam APBN memang dibuat defisit agar pemerintah dapat menambah utang. Dengan demikian, makelar utang terus mendapatkan pekerjaan dan pendapatan dari kebiasaan negara berutang, dan agar DPR tetap dapat merampok APBN memainkan angka defisit, memainkan APBNP, dan lain sebagainya.

“Kebohongan kadang tentang dana subsidi BBM yang dicabut akan dikembalikan untuk rakyat miskin. Padahal faktanya bantuan untuk rakyat miskin diambil dari program utang luar negeri berupa cash transfer, beras miskin, PNPM, yang diambil dari bank Dunia dan ADB. Dan faktanya pencabutan Subsidi karena desakan Bank Dunia, ADB dan negara-negara maju,” jelas Salamuddin.

Kebohongan selanjutnya, masih kata Salamuddin, adalah ketidakterusterangan pemerintah bahwa kenaikan BBM yang dipaksakan di saat tidak ada gejolak harga BBM internasional dan tidak ada gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jadilah kenaikan harga BBM sebagai sesajen untuk dua pertemuan yang disponsori oleh kapitalis internasional. Pertemuan yang dimaksud adalah pertemuan APEC pada Oktober 2013 di Bali dan pertemuan WTO pada Desember 2013 di Bali.

“Dua pertemuan ini menjadi saksi bahwa Rezim SBY adalah budak nekolim,” demikian Salamuddin. [ysa]

Sumber : Ada Banyak Kebohongan SBY di Balik Kenaikan Harga BBM (Java News, 24 May 2013)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons