Selasa, 11 Juni 2013

Buruh: Waspada! Kenaikan BBM untuk Biaya Politik (Liputan 6 News, 11 Juni 2013)


Liputan6.com, Jakarta : Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hampir pasti dinaikan pemerintah, karena total suara di DPR yang mendukung kebijakan itu sebanyak 366 anggota. Gelombang penolakan kenaikan harga BBM pun menguat.

"Namun, kenaikan harga BBM itu harus diikuti dengan kewaspadaan masyarakat agar kenaikan tersebut tidak digunakan untuk biaya politik," ucap Ketua Bidang Komunikasi DPP Federasi Pekerja Industri-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FPI-SPSI) Teguh Maianto kepada Liputan6.com, Selasa (11/6/2013).

Pada awal Juni 2013 ini, ungkapnya, terjadi penurunan harga minyak mentah dunia (CPO) akibat sentimen negatif menurunnya permintaan minyak mentah dunia oleh China. 

"Ini hal yang aneh ketika harga minyak turun malah pemerintah dan DPR kita menaikkan harga BBM, irrasional policy," kata Teguh.

Kewaspadaan masyarakat, menurutnya, harus ditunjukkan dengan melihat Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau program bansos lainnya lebih kritis. "Bisa jadi hanya ajang pencitraan jelang Pilpres 2014," ujar Teguh.

Menurut Teguh, BBM tidak perlu dinaikkan karena masih ada cara lain untuk berhemat. "Masih banyak cara yang bisa ditempuh, seperti penghematan anggaran birokrasi, benahi kebocoran anggaran, serta berantas korupsi sistemik pada pajak rakyat," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Teguh, penolakan BBM kali ini lebih pada fungsi kontrol masyarakat agar APBN tidak menjadi dana parpol untuk Pilpres 2014 mendatang. (Mut)

Sumber : Buruh: Waspada! Kenaikan BBM untuk Biaya Politik (Liputan 6 News, 11 Juni 2013)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons