Selasa, 18 Juni 2013

Demo Tolak BBM Naik, Kampus Diserbu Warga Makassar

TEMPO.CO, Makassar -Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Islam Negeri di depan kampusnya, jalan Sultan Alauddin, Makassar, berbuntut panjang. Setelah beberapa jam lalu dipukul mundur oleh aparat polisi, giliran warga sekitar kampus yang berhadapan dengan mahasiswa. Tiga motor mahasiswa jadi korban pembakaran.

Merasa kesal dengan aksi mahasiswa sore sebelumnya yang menutup badan jalan, warga sekitar Alauddin menyerbu kampus UIN pada malam hari. Mereka melemparkan batu ke arah kampus, tempat mahasiswa bersembunyi setelah disisir polisi.

Benturan antara kedua kelompok pun tak terhindarkan. Dari dalam kampus, mahasiswa membalas serangan dengan batu. Berkali-kali juga terdengar suara letusan, namun belum jelas dari mana asalnya. Orang-orang yang tadinya tinggal menyaksikan bentrok, akhirnya meninggalkan lokasi.

Situasi di kampus UIN beberapa kali kondusif, namun beberapa saat berselang kembali mencekam. Sekitar pukul 20.00 WITA, bentrok mencapai puncaknya. Warga yang menyerbu masuk ke dalam kampus, menarik keluar tiga sepeda motor dari tempat parkir. Motor tersebut dibawa ke badan jalan dan dibakar.

Belum jelas identitas pemilik motor itu. Pihak kampus juga belum bersedia memberi keterangan kepada wartawan. Namun saat berita dihimpun, bentrokan sudah mereda. Warga sudah meninggalkan lokasi.

Di saat bersamaan, juga terjadi dua bentrok lain antara warga dengan mahasiswa. Masing-masing di Universitas Negeri Makassan Gunung Sari serta 
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Polisi belum memiliki data korban yang ditimbulkan.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Burhanuddin Andi, ditemui di depan Kampus UIN, menyayangkan bentrokan yang terjadi. Padahal menurut dia, polisi sudah berusaha membubarkan mahasiswa melalui petugas Pengendali Massa. "Berdasarkan kesepakatan dengan pihak masing-masing kampus, unjuk rasa harus berakhir pukul enam. Namun nyatanya terus berlanjut hingga kami terpaksa membubarkan," katanya.

Burhanuddin memastikan polisi telah menahan sekitar sepuluh mahasiswa yang kedapatan membawa senjata tajam saat berdemonstrasi. Mereka kini dibawa ke markas polisi. Mengenai pembakaran motor, ia membantah pihaknya melakukan pembiaran. Sebab saat kejadian, konsentrasi aparat terpecah di sejumlah kampus yang sama-sama bergejolak. "Itu di luar kehendak kami."

Sumber : Demo Tolak BBM Naik, Kampus Diserbu Warga Makassar (Tempo, 17 Juni 2013)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons