Monday, June 17, 2013

Kronologi Penembakan 1 Wartawan dan 6 Mahasiswa di Ternate


TERNATE, KOMPAS.com — Roby Kereley, wartawan sekaligus fotografer harian lokal di Ternate, Maluku Utara, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bousoiri Ternate karena terkena tembakan di paha kiri.

Roby terkena tembakan saat meliput aksi mahasiswa menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah, Senin (17/6/2013). Selain Roby, 6 orang pedemo yang tak lain mahasiswa juga terkena tembakan. Bersama Roby, keenam mahasiswa ini juga terpaksa dilarikan ke RSUD Chasan Bousiri.

Aksi penembakan terjadi saat polisi dan pedemo terlibat bentrok. Polisi yang merasa dilempari pedemo, terpaksa menembaki gas air mata. Polisi juga menembaki peluru karet ke arah pedemo. Korban pun berjatuhan akibat tembakan tersebut.

Para korban di antaranya 6 mahasiswa dan satu wartawan bernama Roby. Roby terkena tembakan saat dirinya tengah meliput peristiwa tersebut. Roby yang tengah berada di kerumunan pedemo, tiba-tiba merasakan kakinya terkena tembakan. Roby baru sadar terkena tembakan setelah melihat kakinya mengeluarkan darah.

"Pertama saya tidak sadar, tiba-tiba kaki sakit dan saya periksa ternyata luka. Saya langsung bilang saya kena tembak," ujar Roby saat berada di RSUD.

"Yang bersangkutan sekarang kita rawat di Rumah Sakit dulu. Yang jelas kita sesali karena ada peristiwa ini," ujar Asri Fabanyo, salah satu pimpinan Harian Mata Publik, media tempat Roby bekerja.

Aksi mahasiswa ini sedianya dilakukan di depan kantor Wali Kota Ternate. Namun, rencana mahasiswa ini justru dihadang polisi. Aparat lebih dulu mepnghalau pedemo di Kelurahan Fitu, Kota Ternate Selatan.

Di lokasi itu, polisi dilempari mahasiswa karena menghalangi unjuk rasa di kantor wali kota. Karena dilempari, polisi pun membubarkan pedemo dengan cara menembaki gas air mata. Bentrokan tak terelakan.
Bentrok antara polisi dengan mahasiswa pun mengundang perhatian warga setempat. Namun warga yang tengah menyaksikan bentrokan ini juga lari menyelamatkan diri saat mendengar tembakan.

"Saya tadi hanya lihat kacau waktu baku lempar, pas saya dengar tembakan langsung saya lari. Makanya saya tidak lihat kalau ada yang kena tembak. Saya juga takut," ujar Agus Musa (29), warga Fitu. Hingga saat ini, sejumlah polisi masih melakukan penjagaan di Kelurahan Fitu.

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons