Saturday, June 15, 2013

Tolak Kenaikan BBM, KNTI Ajak Berantas Mafia Migas


JAKARTA – Masyarakat Nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengkritik keras kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Ini disebabkan kebijakan itu akan memukul rakyat, khususnya para nelayan yang hampir 60 persennya mengeluarkan biaya produksi untuk penyediaan BBM.

"Kami menyadari negara terpuruk dalam utang namun jawabannya bukan menaikan BBM. Melainkan berantas mafia migas dan koreksi secara fundamental kesalahan penghitungan harga migas yang berakibat Indonesia dijebak dalam skema harga pasar dan menderita kerugian sangat besar," ujar Dewan Pembina KNTI, M. Riza Damanik di Jakarta, Jumat (14/6).

Damanik menegaskan BBM tidak seharusnya naik jika pemerintah mampu menghentikan pemborosan dan korupsi dalam program rakyat, termasuk proyek pengadaan 1000 kapal dan revitalisasi tambak Denfarm Pantura Jawa. Damanik menilai, akibat kesalahan pemerintah mengurus negara, maka rakyat dipaksa membayarnya melalui skema utang luar negeri dan penghapusan subsidi BBM.

“Ada dua alasan kenapa nelayan dan petambak tradisional yang merupakan tulang punggung pemenuhan pangan dan perekonomian nasional mendesak rencana menaikkan harga BBM harus dibatalkan, “ tambahnya.
Pertama, secara klimatologi, naiknya harga BBM pada semester II 2013 tidak tepat. Sebab, saat ini Indonesia tengah dipengaruhi oleh maiden-julian oscillation dan dipole mode negatif di Samudera Hindia, membuat musim hujan dan kemarau makin tidak menentu waktunya. Dalam situasi seperti ini ekonomi nelayan mengalami pelambatan.

“Kedua, secara ideologis naiknya harga BBM adalah praktik ketidakadilan dan melanggar Konstitusi. Sebab kenyataannya, pemerintah belum pernah sungguh-sungguh menyelenggarakan sistim logistik terpadu untuk nelayan dan petambak, “ terangnya.

Damanik menegaskan selama ini BBM bersubsidi kepada nelayan belum tersalurkan. Selain itu bantuan modal usaha tidak terselenggara, sistem informasi produksi, pemasaran, hingga perlindungan usaha bagi nelayan dan petambak tidak tersedia.

"Atas kondisi ini, kenaikan BBM akan memicu naiknya nilai impor pangan perikanan hingga sebesar 40 persen, angka kemiskinan di kampung nelayan bertambah 50 persen, dan pencurian ikan berpeluang naik 40 persen dari yang terjadi tahun 2012," pungkasnya.

Sumber: Tolak Kenaikan BBM, KNTI Ajak Berantas Mafia Migas (Berita99.com, 15 Juni 2013)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons