Sabtu, 21 September 2013

Jokowi Sudah Nyatakan Siap jadi Capres 2014. Dahsyat Dampaknya. Beranikah Basmi Korupsi dan Mafia?


JAKARTA-Jokowi sudah menyatkaan'' siap'' jadi capres Kamis kemarin di acara Sugeng Sarjadi School of Governance. Ini kejutan karena sudah ditunggu publik. Apa gagasannya? Apa dampaknya?

Sudah banyak berita, opini, dan komentar tentang Jokowi di berbagai media. Cara kerja Jokowi dengan jurus BLUSUKAN ternyata mampu menjadi magnet media untuk terus menguntitnya. Yang suka menyanjungnya, yang tidak suka menunggu kesempatan untuk menyerangnya. Begitulah bila ada tokoh sedang naik daun, pro kontra mewarnai hari-harinya.

Kalau Jokowi berhasil menjadi Presiden RI, satu lagi trah Jawa mendominasi kepemimpinan di Republik ini. Apakah politik dan budaya kekuasaan Jawa masih bersifat kratonik hingga menimbulkan salah tafsir terhadap budaya Jawa?

Sering dianggap budaya Jawa itu patrimonialisme, lihat saja era Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Megawati, SBY, budaya bapakisme alias budaya loyal buta bisa menjadi embrio birokrasi korup yang tak ada habisnya. Sifat semu budaya Jawa sering menjadi kendala, budaya upeti pada zaman raja-raja selalu saja ada, hingga menimbulkan gaya otoriter yang ujung-ujungnya mempertahankan status quo.

Budaya korupsi di negeri ini, walau di amputasi dengan fatwa haram pun tetap menjadi tradisi busuk yang sulit disingkirkan.

Akankah Jokowi meneruskan kepemimpinan absolut bila kelak berhasil menjadi Presiden RI? Masihkah meneruskan konsep budaya Jawa “mikul dhuwur mendhem jero“, budaya saling menutupi kesalahan orang lain dan kroninya?

Siapapun yang berhasil menjadi Presiden tahun 2014 atau periode berikutnya, tetap akan berhadapan dengan budaya ABS (Asal Bapak Senang), budaya SOGOK, dan budaya simbiosis busuk di negeri ini.Jika Jokowi bisa menjadi Presiden, beranikah dia menghadapi potret hitam dalam budaya politik di negeri ini?

Apakah Jokowi akan mempertahankan budaya EWUH PAKEWUH negatip untuk tutup menutupi borok partainya, tak mau mengadili teman yang seadil-adilnya?

Kita tunggu saja saat itu tiba, bila Jokowi menjadi Presiden dan bisa menerapkan budaya Jawa yang BERSIH penerapannya, agar tidak dituduh kalau budaya Jawa dituding menghancurkan negeri ini.


Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons