Sabtu, 07 Desember 2013

PMII Tuntut 3 Kapolres Dipecat Terkait Pemukulan Mahasiswa Demo SBY

RIMANEWS - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengecam keras tindak represif aparat Kepolisian Resort (Polrest) Sampang, Pamekasan dan Sumenep Madura Jawa Timur dengan memukul dan menangkap sejumlah aktivis PMII di Madura yang tengah melakukan aksi demontrasimenyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungannya ke Pulau Madura tersebut.

Ketua LBH PB PMII, Erfandi mengatakan, tindakan represif personel kepolisian yang bertugas mengamankan jalan protokoler dalam rangka menyambut kadatangan SBY tersbeut telah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2008 tentang Tata cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

"Tindakan penangkapan hanya dapat dilakukan dalam pelaksanaan tugas kepolisian dengan alasan seseorang telah melakukan kejahatan," ungkapnya, di Jakarta.

Padahal, lanjut Erfan, penyampaian pendapat dalam rangka menyambut kedatangan Presiden SBY merupakan hal yang sah secara hukum dan dijamin oleh konstitusi. "Langkah ini baik untuk Presiden jika mau menampung persoalan yang terjadi sebenarnya di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, kata Erfan, penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian itu adalah tindakan abuse of power dan keliatan tidak ada dasar hukunya. "Justru ini menurunkan wibawa Polri yang jelas-jelas melakukan tindakan diluar ketentuan peraturan perundang-undangan baik ditinjau dari UU 39 tahun 1999 ataupun Peraturan Kapolri," tandasnya.

Karenanya, dia mendesak Polres setempat untuk segera melepaskan para aktivis tersebut. Ia menegaskan, pihaknya akan mengkonsolidasi seluruh cabang di Indonesia untuk melakukan langkah hukum jika dalam 2 x 24 Jam tidak ada itikad baik kepolisian setempat untuk membebaskan para aktivis tersebut.

"Kapolda Jawa Timur harus ikut bertanggung jawab yang kami nilai gagal melakukan langkah persuasif sampai melakukan tindakan represif layaknya para penjahat. Bahkan, kami akan menuntut pencopotan jabatan bagi para Kapolres setempat, karena ini jelas ilegal dan menyalahi protap," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa aktivis PMII se-Madura, menyambut kedatangan Presiden SBY di Sampang, berujung bentrok dengan polisi, Rabu (5/12). Tiga mahasiswa dilarikan ke rumah sakit karena pingsan dipukul polisi. Tiga mahasiswa lainnya mengalami luka. Selain itu, tiga Ketua Cabang PMII, masing-masing Imam Syafii dari Sumenep, Ahmad Sidik dari Pamekasan dan Saifullah dari Sampang, ditangkap polisi. Ketiganya ditangkap beserta tujuh anggota PMII lainnya.

Aksi unjuk rasa yang digelar di depan RSUD Sampang awalnya berlangsung damai. Orasi yang dipimpin Ketua Cabang PMII Sampang, Saifullah baru berjalan sekitar lima menit. Namun puluhan polisi dengan senjata laras panjang lengkap dan senapan gas air mata tiba-tiba datang hendak membubarkan massa. Mahasiswa pun tidak menghiraukannya. Polisi pun terus mendesak mahasiswa agar segera membubarkan diri.

Merasa tidak dihiraukan, polisi mulai bertindak kasar dengan merampas bendera dan poster massa. Hal itu memicu kemarahan mahasiswa sehingga terjadi aksi saling dorong. Mahasiswa semakin didorong mundur hingga masuk pintu pagar rumah sakit.(yus/psn)

Sumber : 

Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons