Minggu, 16 Februari 2014

Inilah Mentor Politik Ratu Atut

INILAHCOM, Jakarta - Nama Ratu Atut Chosiyah SE memang sangat kesohor. Ia adalah Gubernur Banten yang diduga paling korup. Karena cap itu pula, anak TB Chasan Sohib, pengusaha-jawara Banten itu, berurusan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Atut diduga terlibat banyak kasus penilepan uang negara melalui proyek-proyek pembangunan yang dibiayai APBD provinsi itu.

Yang tidak kesohor adalah siapa mentor politik Atut hingga tampil jadi penguasa di Banten, lalu kemudian berubah menjadi ‘monster’ yang ditakuti oleh siapapun yang menganggap uang sebagai Tuhan. Ketika Banten masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, Atut adalah hanya anak jawara yang memiliki perusahaan bernama CV Sinar Ciomas. Perusahaan kontraktor jembatan dan jalan.

Ketika menduduki bangku SMA kelas dua, Atut sempat menghilang, entah kemana. Ada yang bilang diungsikan ke Sukabumi. Ada juga yang bilang hijrah ke Bandung. Gosip yang berkembang pada waktu itu, Atut sudah menikah dan hamil. Wallahu’alam, hanya Atut dan keluarganya yang tahu mengapa pada sekitar 1980-an itu Atut menghilang dari Serang. Dan, kemudian muncul lagi sudah punya anak sebagai istri Hikmat Tomet (almarhum, red)

Pada saat Banten dikukuhkan sebagai provinsi, nama Atut belum muncul. Gubernur Banten pertama adalah Drs H Hakamuddin Djamal, MSi. Ia Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten periode 2000-2002. Hakam mulai menjabat pada 17 November 2000. Kemudian digantikan Djoko Munandar sebagai gubernur terpilih pada 11 Januari 2002.

Nama Atut muncul agak mengejutkan banyak kalangan tokoh politik Banten pada waktu itu seperti Eky Syahruddin (almarhum), Triana Sam’un, dan Mochtar Mandala yang aktif memperjuangkan pemisahan Banten dari Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, nama Atut muncul dan langsung bersanding dengan Djoko Munandar sebagai wakil gubernur.

Siapa arsitek di balik melesatnya nama Atut di pentas politik Provinsi Banten? Ya dialah Hakamuddin Djamal. Lelaki asal Makassar yang kini menduduki Komisaris PT Angkasa Pura I. Selama periode 2000-2002, Hakam intens bergaul dengan Chasan Sohib. Hampir tiap sore pada hari kerja, Chasan Sobih rajin nyambangi ruang kerja Hakamuddin.

Pada malam hari, tak jarang Atut menemani Hakamuddin bernyanyi di ruang karaoke. Hakamuddin yang saat itu staf ahli Mendagri memang dikenal piawai dalam mengatur strategi. Hakam juga pandai mengader Atut sebagai calon gubernur. Sebagai catatan, selain suka bernyanyi Hakamuddin juga punya hobi mengoleksi mobil-mobil mewah. Mirip dengan hobi TB Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Atut yang juga mendekam di ruang tahanan lembaga antirasuah itu.

Mengapa Hakamuddin merancang dan memasangkan Atut dengan DjokoMunandar, politisi PPP? Kok tidak dengan Triana Syam’un atau tokoh Banten yang lain? Inilah cerdiknya Hakamuddin sebagai mentor politik. Hakamuddin pasti tahu persis Djoko Munandar memiliki kelemahan finansial. Tetapi memiliki jumlah kursi yang memadai di DPRD Provinsi. Lalu, Atut yang membawa bendera Partai Golkar memiliki uang. Golkar sendiri pada waktu itu sedang terpuruk kena imbas Reformasi 1998.

Seperti sudah dirancang, Djoko Munandar hanya jadi Gubernur Banten tiga tahun. Djoko yang dilantik pada 11 Januari 2002, dinonaktifkan pada 10 Oktober 2005 karena tersangkut kasus korupsi. Djoko menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Banten. Dan, Atut pun naik menjadi Plt Gubernur Banten 2005-2007.

Pada Pemilukada 2008, Atut terpilih sebagai Guberur Banten periode 2008-2012. Pada Pemilukada 2012, Atut yang berpasangan dengan Rano Karno (PDI Perjuangan) terpilih lagi. Dan, seperti mengikuti jejak DjokoMunadar, Atut pun masuk tanahan KPK dalam kasus korupsi. Bedanya, Atut tak langsung non aktif dari jabatan Gubernur Banten.

Oleh: Alfian Mujani
Sumber : Inilah Mentor Politik Ratu Atut (Inilah.Com, 14 Februari 2014)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons