Jumat, 21 November 2014

Utang Pemerintah Saat Ini Mencapai Rp 2.601,16 Triliun

Rimanews - Utang pemerintah hingga Oktober 2014 terhitung mencapai Rp 2.601,16 triliun. Jumlah tersebut berarti turun tipis Rp 560 miliar dibandingkan posisi utang pemerintah per akhir September 2014.

Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Keuangan, Kamis (20/11/2014), utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp 673,58 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1.927,58 triliun.

Jepang tercatat sebagai negara kreditur terbesar Indonesia. Negara pemberi pinjaman terbesar adalah sebagai berikut:
  • Jepang: Rp 230,200 triliun
  • Perancis : Rp 31,452 triliun
  • Jerman : Rp 20,916 triliun
  • Amerika Serikat : Rp 18,892 triliun
  • Belanda : Rp 12,387 triliun
  • Negara lain: Rp 81,800 triliun.
Sementara organisasi internasional yang memberikan utang terbesar untuk Indonesia terdiri dari:
  • Bank Dunia : Rp 164,195 triliun
  • ADB : Rp 101,950 triliun
  • IDB : Rp 6,655 triliun
  • IFAD : Rp 1.753 triliun
Pada tahun 2014, pemerintah telah menyisihkan dana APBN hingga Rp 368,981 triliun untuk pembayaran pokok dan bunga utang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pembayaran pokok dan bunga utang pada tahun 2013 yang sebesar Rp 273,059 triliun.

Posisi utang Indonesia memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009, utang Indonesia mencapai Rp 1.590,66 triliun dan meningkat menjadi Rp 1.681,66 triliun, Rp 1.808,95 triliun (2011),  Rp 1.977,71 triliun (2012), dan Rp 2.375,50 triliun (2013).

Utang pemerintah diperlukan untuk membiayai defisit APBN, penyediaan arus kas jangka pendek, dan refinancing utang lama.

Meski secara nominal meningkat, tetapi rasio terhadap PDB cenderung turun dan telah mencapai batas aman. Untuk negara berkembang, level utang yang aman adalah sebesar 35 persen dari PDB.

Berdasarkan Data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah untuk periode tahun 2009 hingga 2014 adalah sebagai berikut:
  • Tahun 2009 : Rp 1.591 triliun (PDB Rp 5.613 triliun), debt to PDB ratio 28,3%
  • Tahun 2010 : Rp 1.682 triliun (PDB Rp 6.443 triliun), debt to PDB ratio 26,11%
  • Tahun 2011 : Rp 1.809 triliun (PDB Rp 7.427 triliun), debt to PDB ratio 24,35%
  • Tahun 2012 : Rp 1.978 triliun (PDB Rp 8.242 triliun), debt to PDB ratio 23,99%
  • Tahun 2013 : Rp 2.375 triliun (PDB Rp 9.084 triliun), debt to PDB ratio 26,14%
  • Agustus 2014 : Rp 2.501 triliun (PDB Rp 10.063 triliun), debt to PDB ratio 24,85%.
“Pengelolaan utang diarahkan untuk mendapatkan sumber pembiayaan dengan biaya dan risiko rendah, jangka panjang, dan tidak ada ikatan politik,” demikian pernyataan dari Kementerian Keuangan.

(Rima News, 20 November 2014 | 15:17)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons