Thursday, January 21, 2016

Penjelasan KPK Atas Penggeledahan Ruang Kerja DPR

JAKARTA, WOL – KPK menegaskan proses penggeledahan yang dilakukannya di beberapa ruangan Komisi V DPR pada Jumat kemarin sudah sesuai dengan prosedur.

“Sudah kami tegaskan bahwa semua prosedur penggeledahan sudah sesuai aturan berlaku, tidak ada perbedaan penggeledahan di DPR dan sebelumnya,” ujar pelaksana harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK Jakarta, Senin (18/1) malam.

Dia mengatakan pelibatan Anggota Brimob bersenjata pada saat penggeledahan sudah sering dilakukan dan memang atas permintaan KPK.

“Jadi untuk penggunaan (pasukan) Brimob, KPK memang selalu meminta bantuan dari kepolisian dan atau sempat dikatakan Brimob bersenjata lengkap memang karena itu standar dan tujuannya adalah mengamankan pengeledahan menjaga ketertiban pelaksanaan dan pihak yang digeledah dan risiko dari luar,” katanya.

Yayuk menanggapi soal keberatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal tidak adanya nama penyidik Christian dalam surat tugas itu, padahal Christian lah yang sempat berdebat dengan Fahri saat penggeledahan berlangsung.

“Sekali lagi, ini sesuai dengan ketentuan Pasal 127 dan Pasal 128 KUHAP,” ungkap Yuyuk.

Pasal 127 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana berbunyi “Untuk keamanan dan ketertiban penggeledahan rumah, penyidik dapat mengadakan penjagaan atau penutupan tempat yang bersangkutan. Dalam hal ini penyidik berhak memerintahkan setiap orang yang dianggap perlu tidak meninggalkan tempat tersebut selama penggeledahan berlangsung”.

Sementara pasal 128 berbunyi “Dalam hal penyidik melakukan penyitaan, terlebih dahulu ia menunjukkan tanda pengenalnya kepada orang dari mana benda itu disita”.

Yayuk menjelaskan soal nama pihak yang akan digeledah dalam surat tersebut hanya disebutkan Damawanti dan kawan-kawan (dkk).

“Pertama mengenai pencatuman nama ‘Damayanti, dkk’. Jadi itu adalah tidak menunjukkan tempat penggeledahannya, tapi menunjukkan penggeledahan itu dilakukan untuk perkara atas nama tersangka Damayanti dkk,” ungkap Yuyuk.

Selanjutnya mengenai pencantuman “Jakarta” dan bukan “Januari” Yuyuk mengungkapkan hal itu menunjukkan lokasi penggeledahan.

“Itu yang tercantum dalam surat penggeledahan adalah lokasi penggeledahan. Jadi lokasi penggeledahan akan dilakukan di mana,” tambah Yuyuk.

Terkait tidak adanya nama penyidik Christian, Yuyuk pun membantahnya.

“Mengenai nama penyidik Christian disebut dalam surat perintah penggeledahan, kalau ada penambahan personel di luar nama penyidik yang menangani perkara, itu disebut dalam surat perintah tugas dan di situ ada nama penyidik Christian,” tegas Yuyuk.(inilah/data2)

Sumber:
Penjelasan KPK Atas Penggeledahan Ruang Kerja DPR (Waspada.co.id)
Next Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons