Jumat, 05 Februari 2016

Tertutupnya Pintu Harta Amanah Soekarno (bagian 3 habis)

KISAH ini berawal ketika Belanda mulai menjajah Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan yang pro atau tunduk kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya. 

Harta yang disimpan para raja itu biasanya dalam bentuk emas batangan, dan tersimpan di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). 

Namun secara diam-diam, para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh emas batangan milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya, di Netherlands. 

Setelah meletus Perang Dunia II di front Eropa, kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman, militer Jerman memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman, termasuk harta simpanan para raja di Nusantara. 

Perang Dunia II, front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan Nazi Jerman diangkut ke daratan AS, termasuk harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara. 

Bermodalkan harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II. Oleh pemerintahnya, The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS. 

Belakangan, kabar penjarahan emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar oleh Ir Soekarno yang mengutus Dr Subandrio, Chaerul Saleh dan Yusuf Muda Dalam.

Pihak AS dan beberapa negara sekutu saat itu selalu berdalih Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Soekarno, akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa, kalau aset harta kekayaan yang diakuisisi sekutu berasal dari Indonesia, dan milik rakyat Indonesia, sembari menyodorkan fakta-fakta. 

Di antara fakta yang paling kuat adalah para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut yang masih hidup. Dari situ, maka terbagi harta kekayaan 50%:50% antara RI dan AS-Sekutu. 

Maksud dari pembagian itu adalah 50% (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS, dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman. 

Sedangkan 50% lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5%. 

Sewa itu harus dibayarkan kepada Pemerintah RI melalui Soekarno. Keluarnya angka 2,5% dalam perjanjian itu ada yang menduga Soekarno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam, dan dibayarkan ke The FED dan The Bank BIS. 

Kalau dihitung sejak 21 November 1965, jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006 sangat besar, sanggup melunasi utang luar negeri, dan membangun seluruh kepulauan Indonesia. 

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. 

Oleh karena itu selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF, banyak taipan kelas dunia maupun penjahat ekonomi kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak.

Sumber:
Tertutupnya Pintu Harta Amanah Soekarno (bagian 3 habis) (SINDO News, 23 Januari 2015)

Link Terkait:
Misteri “Dana Revolusi” Soekarno yang Tidak Bisa Di Cairkan ()
"Green Hilton Agreement" (www.bibliotecapleyades.net)
Misteri Rekening dan Dana Rahasia Perjuangan Indonesia ()
Perjanjian Memorial Green Hilton (Wikipedia)
Harta Karun Emas Indonesia “The Green Hilton Memorial Agreement ” di Geneva (Yoga Constantine)
Harta Amanah Soekarno (1) : Green Hilton Memorial Agreement Geneva 1963 (Indonesia Review)

Previous Home
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons