Sabtu, 23 Mei 2015

Ijasah Palsu Ditangan Cendekia Palsu

Urgensi pendidikan bagi kehidupan manusia kembali menjadi sorotan dimana berita tentang ijazah palsu muncul menjadi topik hangat di media-media nasional, bagaimana tidak dianggap penting sedangkan peran institusi pendidikan memiliki posisi yang sangat elegan dan signifikan dalam hal peningkatan taraf hidup masyarakat. 

Dengan gambaran umum yang menyeluruhnya saja ketika seseorang memiliki pengetahuan yang diperolehnya melalui jenjang pendidikan tinggi seketika itu pula dianggap telah menguasai bidang keilmuan tertentu, bagaimana tidak dipandang sebagai elegan jika pada kenyataannya institusi pendidikanlah yang sebenarnya memiliki predikat elegan itu karena perannya yang sebagai institusi telah melahirkan para cendekia yang mandiri dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui teori-teori ilmiah.

PB PMII Dukung Menpora Bekukan PSSI

JAKARTA (Pos Kota)- Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendukung kebijakan Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI dan membentuk Tim Transisi dalam rangka membenahi tata kelola sepakbola nasional.

“Menpora melalui hak dan kewajibannya saat ini sudah benar yaitu mereformasi tatakelola persepakbolaan Indonesia dengan membekukan kepengurusan PSSI,”  demikian pernyataan pers sejumlah anggota dan pengurus PMII di halaman kantor Kemenpora Jakarta, kemarin.

Sebab, jika permasalahan yang mendasar tidak segera ditangani, maka ke depan pun prestasi sepakbola nasional akan jalan di tempat. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab negara untuk memperbaiki prestasi sepak bola nasional yang terpuruk akibat ulah mafia yang mengotori kompetisi dan acap kali mengorbankan prestasi Tim Nasional.

Myanmar Harus Bertanggung Jawab atas Pengungsi Rohingya

KUALA LUMPUR, MINGGU — Negara-negara di Asia Tenggara menekan Myanmar supaya bertanggung jawab secara internal dalam menghadapi krisis Rohingya. Gelombang pengungsian etnis minoritas itu ke negara-negara tetangga di kawasan merupakan bukti ketidakpedulian Myanmar atas minoritas Rohingnya.

Imigran asal Myanmar antre untuk mendapatkan sarapan di lokasi penampungan di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh, Minggu (17/5). Etnis Rohingya pergi dari Myanmar diduga karena diskriminasi sistematis. Pemerintah Myanmar, termasuk Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, belum menunjukkan respons positif untuk menangani para imigran asal Myanmar yang terdampar di Aceh Utara dan Langsa.
Malaysia sebagai ketua bergilir ASEAN 2015, Minggu (17/5), mendesak Myanmar untuk bertanggung jawab membuat solusi atas krisis kemanusiaan yang dihadapi etnis Rohingya. Sebagai bentuk kepedulian atas krisis dan untuk memberikan tekanan kepada Myanmar, beberapa anggota ASEAN akan bertemu di Malaysia.

Ditolak di Negara Lain, Imigran Rohingya dan Banglades Diterima Indonesia dengan Layak

LANGSA, KOMPAS — Pemerintah Indonesia membuktikan komitmennya untuk menerima para imigran asal Rohingya (Myanmar) dan Banglades. Mereka diperlakukan secara layak dan bahkan warga Aceh memberi perhatian manusiawi dengan menyambut kedatangan para imigran. Tak ada penolakan warga setempat seperti yang terjadi di negara lain.

Imigran Rohingya asal Myanmar menunjukkan perlengkapan mandi yang dibagikan petugas di tempat penampungan yang merupakan bekas pabrik kertas, di Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, Jumat (22/5). 
Empat hari setelah ditemukan, pada Jumat (22/5), para imigran Rohingya dan Banglades mulai diidentifikasi secara lengkap dan mendapat layanan kesehatan lebih lanjut. Para ibu dan anak-anak mendapat vaksinasi dari Puskesmas Rantau Selamat, Aceh Timur.

"Ibu-ibu mendapat vaksin tetanus, sedangkan anak-anak mendapat vaksin polio dan campak," kata Meutia, petugas kesehatan dari Puskesmas Rantau Selamat. Pelayanan kesehatan itu diberikan setelah mereka didata petugas imigrasi dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Jumat, 22 Mei 2015

Demo Mahasiswa di Istana Berakhir Ricuh


Sejumlah petugas polisi mengangkap seorang mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015. Dalam aksinya mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya karena gagal mensejahterakan rakyat Indonesia.


Petugas polisi berseragam bebas menangkap seorang mahasiswa yang terlibat bentrok saat petugas polisi berusaha memadamkan api dalam aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015. 


Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terlibat aksi saling dorong dengan polisi saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saling dorong dengan polisi saat aksi massa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat petugas polisi berusaha memadamkan api saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat petugas polisi berusaha memadamkan api saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015

Sumber : Demo Mahasiswa di Istana Berakhir Ricuh (Kompas, 21 MEI 2015)










FOTO: Disamping Polisi, Warga Ini Busur Pendemo Unismuh


TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang warga menggunakan busur saat terjadi bentrok antara Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan petugas kepolisian di jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Rabu (20/5/2015).

Bentrok tersebut berawal dari Aksi Mahasiswa Unismuh untuk Memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Sumber : FOTO: Disamping Polisi, Warga Ini Busur Pendemo Unismuh (Tribun News, 21 Mei 2015)

Kamis, 21 Mei 2015

DEMO 21 MEI: Siang Ini 3.000-an Mahasiswa 'Kepung' Istana Negara


Kabar24.com, JAKARTA - Sedikitnya 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Banten siang ini akan 'mengepung' Istana Negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Polda Metro Jaya, massa mahasiswa itu akan berkumpul terlebih dulu di seputar Patung Arjuna Wijaya yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, sebelum akhirnya melanjutkan aksi long march ke depan Istana Negara.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) itu berasal dari beberapa perguruan tinggi a.l. Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya.

Demo mahasiswa ini dilakukan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur.

Sumber : DEMO 21 MEI: Siang Ini 3.000-an Mahasiswa 'Kepung' Istana Negara (Kabar 24.com, 21 Mei 2015)

Demo Harkitnas, Mahasiswa Banten Bentrok dengan Polisi

Liputan6.com, Serang - Pihak kepolisian mendorong mundur dan sempat terjadi baku hantam dengan 300 mahasiswa asal IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten (SMHB) yang memblokir perempatan Ciceri, Kota Serang, karena menuntut Jokowi-JK melakukan nasionalisasi aset.

"Kita menuntut nasionalisasi aset, berantas mafia migas, tingkatkan mutu pendidikan bangsa, awasi kebijakan program pemerintah, dan stabilkan perekonomian nasional," kata Humas mahasiswa IAIN SMHB, Ahi Hakim, di sela-sela aksinya, di Kota Serang, Rabu (20/5/2015).

Aktifis dari Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) Cabang Provinsi Banten bersama ratusan mahasiswa IAIN ini membuat lingkaran besar di perempatan Ciceri, Kota Serang, yang merupakan akses utama penghubung antara Kota Cilegon menuju Kota Serang, Tangerang, dan Jakarta.

Rabu, 20 Mei 2015

Warga Kesal Omeli Mahasiswa IISIP yang Demo Bikin Macet

Merdeka.com - Malam ini, puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KM IISIP) masih menggelar demonstrasi di depan kampusnya di Jalan Raya Lenteng Agung. Warga yang kesal sempat berupaya membubarkan demo yang membuat arus lalu lintas macet menuju arah Pasar Minggu.

"Lu gak punya otak, ganggu istirahat kita, kalau mau demo di istana sono!" teriak seorang bapak yang mendatangi mahasiswa yang sedang duduk-duduk di ruas jalan, Rabu (20/5).

Tak mau kalah, beberapa mahasiswa menyahuti. "Sabar pak, sabar. Ini juga buat rakyat, buat bapak juga."

"Bubar gak lu!!" sahut warga yang lain.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara warga dengan mahasiswa. Tak mau ribut, mahasiswa yang berada di tengah jalan mundur menepi sehingga ruas jalan yang tadinya tersisa satu lajur terbuka menjadi dua lajur yang seharusnya tiga lajur.

Demo Harkitnas di Semarang, Mahasiswa Bentrok dengan Jurnalis


SEMARANG - Demo memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang digelar mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (20/5/15), berakhir ricuh. Mahasiswa terlibat bentrok dengan jurnalis yang bertugas meliput kegiatan tersebut.

Kejadian itu terjadi di tengah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari gabungan dari berbagai universitas di Kota Semarang itu. Saat itu, puluhan wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kota Semarang sedang meliput aksi tersebut.

Di tengah aksi itu, salah satu mahasiswa mengeluarkan kata-kata yang mengejek profesi wartawan. Mahasiswa tersebut mengatakan jika wartawan hanya bisa membuat berita bohong dan mengada-ada.

"Saya dengar mahasiswa itu mengatakan wartawan hanya bisa membuat berita dobol (bohong). Saya kemudian menceritakan itu kepada teman-teman dan mereka tidak terima," kata Kristadi Kelik, wartawan iNewsTV Jawa Tengah. 
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons