Rabu, 27 Mei 2015

Pemerintah Pastikan Ambil Alih Pengelolaan Blok Mahakam Dan Freeport


Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah akan mengambilalih sepenuhnya pengelolaan Blok Mahakam (Kalimantan Timur) kepada Pertamina serta pengelolaan tambang emas di Papua yang saat ini dikuasai oleh PT Freeport Indonesia.

"Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa pemerintah telah memutuskan pengelolaan Blok Mahakam akan diambilalih oleh pemerintah," kata Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, seperti dikutip dari siaran pers di Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Saat ini Blok Mahakam masih dikelola oleh perusahaan migas asal Perancis, Total E&P Indonesie dan Inpex Corp hingga 2017.

Selasa, 26 Mei 2015

Jokowi: Loncat Pagar Antikorupsi, Gebuk Saja!

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi. Peluncuran instruksi tersebut dilakukan di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Jakarta.

Jokowi mengatakan inpres antikorupsi itu diterbitkan demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. "Tindak pencegahan tidak kalah penting dengan penegakan hukum. Bangun sistem yang baik dan sistem yang efektif. Dengan begitu, menurut saya, bisa banyak kurangi korupsi," kata Jokowi di gedung Bappenas, Selasa, 26 Mei 2015.

Jokowi berharap inpres ini dapat menciptakan sistem yang terbebas dari korupsi. Misalnya, kata dia, penerapan e-budgeting, e-procurement, dan e-catalog. "Sistem itu akan memperkuat pengawasan dan kinerja pemerintahan."

Ekonom: Ada Indikasi Krisis Moneter seperti 1998 dan 2008

TEMPO.CO, Surabaya - Pakar ekonomi dan pasar uang, Farial Anwar, mengatakan telah ada indikasi Indonesia akan memasuki masa gelap krisis ekonomi seperti 1998. Pemicunya karena pemerintah dianggap tidak konsisten terhadap sejumlah kebijakan yang telah dibuat sehingga mengakibatkan terjadinya inflasi dan melambannya pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2015.

“Kita ini menganut rezim devisa bebas,” kata dia di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 26 Mei 2015. Menurut Farial situasi seperti ini menjadikan Indonesia  terombang-ambing saat nilai dolar naik-turun. “Kita bukan antiasing, tapi kita terlampau liberal.”

Farial menyebut ada kekuatan besar pemodal asing yang mulai mencengkeram kedaulatan ekonomi Indonesia. Dia tidak mengatakan pemodal asing yang dimaksud, tapi Farial memetakan bahwa saat ini permodalan asing sudah masuk di sektor moneter. “Kita bayar bunga perkreditan hanya untuk orang asing,” ucap dia.

Sabtu, 23 Mei 2015

Ijasah Palsu Ditangan Cendekia Palsu

Urgensi pendidikan bagi kehidupan manusia kembali menjadi sorotan dimana berita tentang ijazah palsu muncul menjadi topik hangat di media-media nasional, bagaimana tidak dianggap penting sedangkan peran institusi pendidikan memiliki posisi yang sangat elegan dan signifikan dalam hal peningkatan taraf hidup masyarakat. 

Dengan gambaran umum yang menyeluruhnya saja ketika seseorang memiliki pengetahuan yang diperolehnya melalui jenjang pendidikan tinggi seketika itu pula dianggap telah menguasai bidang keilmuan tertentu, bagaimana tidak dipandang sebagai elegan jika pada kenyataannya institusi pendidikanlah yang sebenarnya memiliki predikat elegan itu karena perannya yang sebagai institusi telah melahirkan para cendekia yang mandiri dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui teori-teori ilmiah.

PB PMII Dukung Menpora Bekukan PSSI

JAKARTA (Pos Kota)- Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendukung kebijakan Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI dan membentuk Tim Transisi dalam rangka membenahi tata kelola sepakbola nasional.

“Menpora melalui hak dan kewajibannya saat ini sudah benar yaitu mereformasi tatakelola persepakbolaan Indonesia dengan membekukan kepengurusan PSSI,”  demikian pernyataan pers sejumlah anggota dan pengurus PMII di halaman kantor Kemenpora Jakarta, kemarin.

Sebab, jika permasalahan yang mendasar tidak segera ditangani, maka ke depan pun prestasi sepakbola nasional akan jalan di tempat. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab negara untuk memperbaiki prestasi sepak bola nasional yang terpuruk akibat ulah mafia yang mengotori kompetisi dan acap kali mengorbankan prestasi Tim Nasional.

Jumat, 22 Mei 2015

Demo Mahasiswa di Istana Berakhir Ricuh


Sejumlah petugas polisi mengangkap seorang mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015. Dalam aksinya mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya karena gagal mensejahterakan rakyat Indonesia.


Petugas polisi berseragam bebas menangkap seorang mahasiswa yang terlibat bentrok saat petugas polisi berusaha memadamkan api dalam aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015. 


Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terlibat aksi saling dorong dengan polisi saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saling dorong dengan polisi saat aksi massa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat petugas polisi berusaha memadamkan api saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015.


Mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat petugas polisi berusaha memadamkan api saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 2015

Sumber : Demo Mahasiswa di Istana Berakhir Ricuh (Kompas, 21 MEI 2015)










FOTO: Disamping Polisi, Warga Ini Busur Pendemo Unismuh


TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang warga menggunakan busur saat terjadi bentrok antara Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan petugas kepolisian di jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Rabu (20/5/2015).

Bentrok tersebut berawal dari Aksi Mahasiswa Unismuh untuk Memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Sumber : FOTO: Disamping Polisi, Warga Ini Busur Pendemo Unismuh (Tribun News, 21 Mei 2015)

Kamis, 21 Mei 2015

DEMO 21 MEI: Siang Ini 3.000-an Mahasiswa 'Kepung' Istana Negara


Kabar24.com, JAKARTA - Sedikitnya 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek dan Banten siang ini akan 'mengepung' Istana Negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Polda Metro Jaya, massa mahasiswa itu akan berkumpul terlebih dulu di seputar Patung Arjuna Wijaya yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, sebelum akhirnya melanjutkan aksi long march ke depan Istana Negara.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) itu berasal dari beberapa perguruan tinggi a.l. Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya.

Demo mahasiswa ini dilakukan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur.

Sumber : DEMO 21 MEI: Siang Ini 3.000-an Mahasiswa 'Kepung' Istana Negara (Kabar 24.com, 21 Mei 2015)

Demo Harkitnas, Mahasiswa Banten Bentrok dengan Polisi

Liputan6.com, Serang - Pihak kepolisian mendorong mundur dan sempat terjadi baku hantam dengan 300 mahasiswa asal IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten (SMHB) yang memblokir perempatan Ciceri, Kota Serang, karena menuntut Jokowi-JK melakukan nasionalisasi aset.

"Kita menuntut nasionalisasi aset, berantas mafia migas, tingkatkan mutu pendidikan bangsa, awasi kebijakan program pemerintah, dan stabilkan perekonomian nasional," kata Humas mahasiswa IAIN SMHB, Ahi Hakim, di sela-sela aksinya, di Kota Serang, Rabu (20/5/2015).

Aktifis dari Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) Cabang Provinsi Banten bersama ratusan mahasiswa IAIN ini membuat lingkaran besar di perempatan Ciceri, Kota Serang, yang merupakan akses utama penghubung antara Kota Cilegon menuju Kota Serang, Tangerang, dan Jakarta.

Rabu, 20 Mei 2015

Warga Kesal Omeli Mahasiswa IISIP yang Demo Bikin Macet

Merdeka.com - Malam ini, puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KM IISIP) masih menggelar demonstrasi di depan kampusnya di Jalan Raya Lenteng Agung. Warga yang kesal sempat berupaya membubarkan demo yang membuat arus lalu lintas macet menuju arah Pasar Minggu.

"Lu gak punya otak, ganggu istirahat kita, kalau mau demo di istana sono!" teriak seorang bapak yang mendatangi mahasiswa yang sedang duduk-duduk di ruas jalan, Rabu (20/5).

Tak mau kalah, beberapa mahasiswa menyahuti. "Sabar pak, sabar. Ini juga buat rakyat, buat bapak juga."

"Bubar gak lu!!" sahut warga yang lain.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara warga dengan mahasiswa. Tak mau ribut, mahasiswa yang berada di tengah jalan mundur menepi sehingga ruas jalan yang tadinya tersisa satu lajur terbuka menjadi dua lajur yang seharusnya tiga lajur.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons